
Ketika Sang Raja telah pulih, rombongan mereka bertemu dengan telik sandi dari kerajaan Peri. Panglima Suci mewakili kerajaan Cordovan menawarkan aliansi perang, sehingga, telik sandi itu pun mengantarkan mereka ke kerajaannya.
Perjalanan rombongan Raja Markian memutar arah. Mereka tidak kembali ke Ibu kota, tapi meneruskan perjalanan ke arah barat, ke Kerajaan Elsavador, tempat peri-peri hutan berada.
*
Hutan Nymphea yang mereka lewati tampak asing. Kali ini, bukan cairnya es dari dahan dan dedaunan akibat serangan penyihir, namun, mekarnya bunga-bunga dan harumnya aroma yang disebabkannya.
"Kita sedang berada di Hutan Elvis," jelas peri telik sandi itu.
"Namaku, adalah Firly," lanjutnya kemudian, menggunakan bahasa manusia.
"Kau bisa berbahasa manusia?" tanya Panglima tak percaya.
"Benar. Aku bisa tiga bahasa, bahasa peri dan kurcaci, bahasa manusia, juga bahasa hewan. Untuk itulah aku dikirim sebagai pengintai," jelasnya.
"Pintar sekali," puji Raja Markian.
"Hutan Elvis ini adalah kawasan kami. Anda sudah berada di area kerajaan peri. Hutan Nymphea beku, Hutan Elvis tidak. Sihir kutukan hanya menyerang Kerajaan Cordovan," Firly menjelaskan.
"Jadi, kau tau soal kutukan penyihir?" tanya Raja Markian.
"Tentu saja. Itu benar. Kerajaanmu memang dikutuk," ujarnya yakin.
"Bagaimana kau bisa begitu yakin?"
__ADS_1
"Kami adalah makhluk sihir. Tentu saja kami bisa merasakan sihir hitam yang ada di kerajaanmu. Kalian manusia, sangat tidak peka,"
Panglima mengangguk paham. Raja Markian, mau tak mau, harus mengakuinya. Kepekaan mana penyihir memang tidak dapat dirasakan jika berada di suatu lokasi. Markian yang dapat menggunakan pedang aura, hanya bisa merasakan sihir jika melawan makhluk yang bernyawa.
"Nah, kita sudah sampai," Firly mengantarkan mereka ke sebuah jembatan pelangi. Hanya dengan menyeberanginya, mereka akan tiba di gerbang Kerajaan Elsavador.
"Wah, cepat sekali," Markian takjub.
"Mari, silakan," Firly memandu mereka menyebrangi jembatan pelangi. Dibawahnya, ada sungai besar yang mengalir. Ikan-ikan tampak menyembul dari dasar sungai, sungguh pemandangan yang tidak dapat dijumpai di Cordovan yang beku dan dingin.
*
Kerajaan Elsavador begitu megah dan luas. Banyak taman bunga, dan juga air mancur yang indah di pelataran istana. Pepohonan pun berwarna merah jambu, berbeda dengan pohon yang ada di dunia manusia. Segalanya sangat manis dan juga berukuran mungil. Bunga-bunga yang indah, tampak semakin memesona dengan tampaknya peri-peri di antara mereka. Pekerja istana yang mondar-mandir juga terlihat menggemaskan. Bentuk para peri itu mungil, seukuran lengan orang dewasa. Bedanya, para pekerja itu bisa terbang, sehingga jangkauan langkah mereka yang pendek dapat terlampaui lewat jalur udara.
Kerajaan Elsavador, meski hanya ditempati peri-peri kecil, namun, bangunan kerajaan hampir sama normalnya dengan kerajaan manusia. Arsitektur yang tidak berbeda dengan arsitektur yang ada di Kerajaan Cordovan, khas abad pertengahan, dengan atap tinggi dan perabot serba emas yang menghiasi bagian dalam istana. Meski atap istana tak begitu tinggi, namun, istana peri dapat dimasuki oleh manusia. Istana Kerajaan Elsavador sungguh indah dengan ukiran-ukiran berbentuk bunga, serta pilar-pilar yang menjulang megah. Ketinggian istana ini disesuaikan agar dapat menjamu tamu dari negara lain. Tentu saja, setelah melewati saringan yang ketat. Tidak sembarang manusia dapat memasuki istana peri, karena Ratu tak ingin mengambil resiko atas serangan tak terduga dari tamu tak diundang.
"Salam pada Yang Mulia Ratu Agung," Firly menekuk lututnya memberi salam pada Sang Ratu.
"Katakan, siapa mereka, wahai telik sandi?" tanya Sang Ratu dari singgasananya.
"Bawa mereka ke balai rapat. Aku akan segera ke sana dengan menteri luar negri,"
"Baik, Yang Mulia,"
Mereka pun berpindah tempat ke balai rapat. Suasana istana peri tak berbeda dengan istana manusia tempat Markian biasa berada.
"Silakan duduk," kepala pelayan menata kursi dan meja balai agar berbentuk lingkaran. Raja dan Panglima duduk di tempat yang disediakan. Kelima ksatria mereka dijamu di kamar tamu supaya dapat beristirahat dengan nyaman.
Ratu perlahan bergabung bersama mereka, dengan seorang peri pria yang menjabat sebagai Menteri Luar Negri.
"Jadi, jelaskan, apa yang terjadi?"
__ADS_1
Raja kemudian menceritakan soal perang yang ada di wilayahnya. Ratu sudah mengetahui hal itu, karena Kerajaan Elsavador juga ikut terguncang. Adu sihir dari Penyihir hebat dan juga Panglima Suci menggelegar di seantero benua. Ratu baru saja tiba dari konferensi pimpinan kerajaan yang diselenggarakan oleh Raja Timon, dari kerajaan Salvas. Mereka berkumpul untuk melakukan aliansi dan mempertahankan wilayah masing-masing.
"Jadi, anda sudah membuat aliansi?" tanya Raja Markian.
"Ya, benar. Kami membutuhkan anda yang sudah melawan langsung sang penyihir," ujar Ratu menegaskan.
"Tepat sekali. Kapan kita bisa mengatur strategi? Kami memerlukan pengetahuan anda untuk menghancurkan Golem," Markian langsung menyetujui tawarannya.
Ratu kemudian meminta waktu satu hari untuk mengumpulkan raja-raja lain dan melakukan rapat strategi untuk memukul mundur bala tentara Penyihir Maxi.
Di Benua Britani, hanya ada empat kerajaan yang tercipta setelah Kekaisaran Britania runtuh, lima ratus tahun yang lalu. Kerajaan Cordovan ialah kerajaan terbesar dan ada di utara benua. Kerajaan Elsavador yang berada di barat, berbatasan dengan Cordovan. Kerajaan Salvas di timur benua, dan Kerajaan Arazon yang ada di selatan, berbatasan dengan Benua Indiyah. Gene Island merupakan pulau di wilayah kerajaan Arazon.
*
"Jadi, katakan, apa rencana anda?" tanya Raja Timon dari Kerajaan Salvas.
"Golem adalah monster immortal. Namun, kelemahannya adalah es yang dapat memadamkan bara api yang ada di jantungnya. Anda harus menancapkan sihir es pada jantungnya dan ia akan mati. Lahar panas gunung berapi mewujud menjadi jantung Golem, dan ia akan terus hidup jika bara masih menyala," jelas Ratu Agung Peri yang bernama Ratu Slavina.
"Begitukah? Rupanya sangat mudah," ujar Raja Markian yang terlahir sebagai titisan Burung Phoenix Biru dengan afinitas mana kristal es.
"Setelah Golem hancur, kita harus segera membereskan Penyihir Maxi," lanjut Ratu Slavina.
"Apakah anda tahu kelemahannya?" tanya Panglima sambil mencatat hasil rapat di gulungan kecil yang selalu dibawanya.
"Tidak. Saya tidak tahu. Bagaimana dengan raja-raja yang lain?"
"Kami juga tak mengetahui apapun. Kami mengira, penyihir hanyalah mitos ratusan tahun lalu dan sudah punah," ujar Raja Kongo, dari Kerajaan Arazon.
"Tidak masalah, mari pikirkan nanti, sambil menjalankan rencana pemusnahan Golem," sahut Raja Markian bijak. Mereka mengakhiri rapat strategi, dan bersiap memulai pertempuran kembali. Aliansi raja benua akan mengirimkan pasukan terbaik mereka untuk menuju ke ibu kota Cordovan, secepatnya.
...****************...
__ADS_1
...(bersambung)...
...****************...