
Acara pernikahan Kaisar dan Permaisuri berlangsung megah dan meriah, hingga berhari-hari lamanya. Menuju hari ke-3 perayaan pernikahan, sekaligus acara penutupan resepsi, istana kerajaan tampak didekorasi dengan lebih indah dan mewah. Hari ini adalah puncak acara pernikahan. Tiga pimpinan kerajaan yang semula memiliki wilayah kerajaan masing-masing, tampak berkumpul di meja khusus yang dekat dengan Singgasana Kaisar.
"Rakyat Kekaisaran yang terkasih, hari ini adalah hari terakhir perayaan pernikahan, sekaligus perayaan bersatunya empat negara menjadi satu Kekaisaran. Saya, Markian de Cordovan, sangat tersanjung mendapatkan pengakuan dari kalian semua sebagai Kaisar Britania. Semoga, jalan baru kekaisaran ini dapat menjadi jalan yang indah dan makmur, untuk kita semua," Ujar Kaisar Markian dengan suara tenang dan dalam, disambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
"Tiga Raja dari Kerajaan yang kini menjadi satu, diberi gelar tertinggi di Kekaisaran sebagai Grand Duke. Wilayah mereka akan secara otonom dipimipin, seperti yang biasa dilakukan, mungkin hanya akan ada penyesuaian administratif saja. Saya undang, Grand Duke dari Elsavador, Grand Duke dari Arazon, dan Grand Duke dari Salvas, untuk menerima pedang dan medali identitas sebagai pemimpin tertinggi setelah Kaisar," ucap Yang Mulia Kaisar dengan tatapan yang penuh tekad. Tak jauh dari singgasananya, tiga raja kecil tampak beranjak dan bersiap maju untuk menerima hadiah penobatan dari Sang Kaisar.
Grand Duke Arazon, Grand Duke Salvas, dan Grand Duke Elsavador, maju dan memberi salam penuh keanggunan dan kebijaksanaan. Mereka dengan hati yang lapang menerima keputusan Yang Mulia Kaisar, dan bersumpah untuk setia dan tunduk pada aturan kekaisaran yang baru.
"Salam hormat pada matahari kekaisaran Britania yang agung,"
"Salam hormat, Yang Mulia,"
"Semoga berkat rahmat tercurah untuk kekaisaran kita,"
Kaisar tersenyum sambil menghampiri ketiga sahabat yang telah saling membantu di medan perang. Dengan langkah yang tegap dan gagah, Kaisar menuruni tangga singgasana, dan berjalan mendekat ke arah tiga Grand Duke kebanggaan Kekaisaran Britania tersebut. Tiga orang ksatria berjalan mengiringi langkah Kaisar, sambil membawa tiga buah pedang dan tiga buah medali emas bersimbol naga. Pedang dan medali tersebut adalah hadiah penobatan, sekaligus identitas resmi Grand Dukedom Kekaisaran Britania. Pemilik pedang dan medali tersebut berhak memimpin wilayahnya dengan otonomi masing-masing seperti ketika kerajaan berdiri, dan tentu saja dapat diwariskan pada penerusnya, selama Kekaisaran Britania masih ada.
"Grand Duke Elsavador,"
Raja mengangguk, memandang ke arah Grand Duke Slavina dengan tatapan yang mendalam. Grand Duke menekuk lututnya dengan takzim, lalu Sang Kaisar mulai memasangkan medali emas di jubahnya.
"Terima kasih, Yang Mulia," ujar Grand Duke dengan lembut. Grand Duke Elsavador menerima hadiah penobatan dengan rasa haru dan penuh kepatuhan. Kaisar lantas menyerahkan pedang identitas pada Grand Duke Elsavador, dan berjalan ke sebelahnya untuk melakukan hal serupa pada kedua Grand Duke lainnya, dengan perasaan bangga yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Di tengah upacara penobatan yang penuh dengan keharuan, Baginda Permaisuri tampak memasuki ruangan.
"Yang Mulia Permaisuri Britania memasuki aula," Teriak Komandan Ksatria lantang.
Dengan langkah anggun, dan jubah merah yang indah, Permaisuri berjalan ke arah Kaisar. Penampilan Permaisuri begitu mempesona dengan aksen tiara besar berlambang naga emas yang menghiasi kepalanya. Tiara Naga itulah yang menjadi hadiah kejutan dari Kaisar, beberapa malam yang lalu. Hadiah itu tentu saja diberikan sebelum hadiah utama, yang merupakan bukti keperkasaan sang suami pada malam pertama, sesuai dugaan istrinya.
Permaisuri yang tampak semakin cantik dan mempesona dengan penampilan barunya, tersenyum indah.
"Kau sangat cantik, Istriku," Ucap Kaisar sambil berbisik ke arah Permaisuri yang baru saja duduk di singgasananya.
"Terima kasih, Yang Mulia," Jawabnya sambil tersenyum malu.
__ADS_1
"Semoga saja, kemakmuran dan keberkahan dapat senantiasa tercurah untuk Kekaisaran Britania!" Ucap Kaisar dengan mata yang membara.
"Hidup Kekaisaran! "
"Hidup Kekaisaran! "
Pekikan rakyat menggema di penjuru aula. Tiga raja kecil yang telah menerima hadiah penobatan, kembali ke meja mereka. Namun, tak berlangsung lama, para raja kecil, maju satu per satu ke hadapan Kaisar. Mereka berbaris dan membawa hadiah masing-masing yang ingin diberikan pada Kaisar dan Permaisuri. Hadiah itu merupakan persembahan dan penghormatan atas kerja keras Kaisar dan Permaisuri dalam peperangan yang baru saja berlalu.
"Yang Mulia, izinkan saya menyampaikan hadiah kecil ini untuk anda," Ucap Grand Duke Timon dari Salvas, yang mempersembahkan sebuah kalung berliontin naga dengan kilau yang tak biasa.
"Kalung ini adalah kalung sihir yang dapat menjaga mana anda dan menyimpannya dalam waktu yang lama. Dengan bantuan liontin ini, stamina anda akan selalu terjaga, meski menggunakan mana yang banyak dan melelahkan," Ujarnya sambil membentangkan sepasang kalung indah tersebut untuk Kaisar dan Permaisuri.
Mata Permaisuri berbinar bahagia. Ia lalu menyampaikan rasa terima kasihnya dan berjanji untuk menjaga hadiah itu dengan baik. Kaisar juga mengangguk tegas seusai istrinya berucap.
"Yang Mulia, ini adalah jubah kebesaran yang ditenun sendiri oleh para peri dan kurcaci. Jubah ini dapat menahan serangan sehebat apapun dan tidak akan pernah melukai anda berdua,"
Kali ini, Grand Duke Slavina, membentangkan sepasang jubah tenun berwarna merah, dengan lukisan naga di tengahnya. Jubah yang sangat indah dan menawan, serta memiliki kemampuan penolakan sihir yang kuat. Kaisar terpana dengan keindahannya, begitu juga Permaisuri. Mereka bertepuk tangan dengan gembira, dan menerima hadiah tersebut dengan suka hati.
"Terima kasih atas hadiahmu, kami sangat mengapresiasinya," Ucap Kaisar dengan senyuman. Grand Duke Slavina, segera kembali ke meja tempatnya duduk sedari tadi.
"Yang Mulia, ini adalah lukisan dari para seniman Arazon yang dilukis menggunakan tinta sihir. Lukisan ini akan menyimpan energi sihir, sehingga membuat perisai sihir yang dapat melindungi bangunan yang menyimpannya. Jika diletakkan pada dinding istana anda, niscaya sihir hitam apapun tak akan dapat menyerang istana," Ujar Grand Duke Arazon setelah mempekerjakan penyihir-penyihir yang terpencar ketika perang, dan tak memiliki tempat tujuan. Grand Dukedom Arazon kemudian menampung mereka dan memberi penghidupan layak seperti rakyat Arazon pada umumnya.
"Sungguh indah sekali, Grand Duke Arazon! Kami bahkan tak dapat memalingkan pandangan dari lukisan tersebut," tutur Permaisuri dengan mata yang berbinar.
Kaisar segera memegang erat tangan Permaisuri, dan berjalan pelan menghampiri ketiga raja kecil di Kekaisaran Britania tersebut. Kaisar dan Permaisuri tak mengira, di akhir acara pernikahan mereka yang istimewa, akan ada kejutan dari para sahabat kekaisaran.
Kaisar dan Permaisuri saling menatap dengan senyum yang tak dapat dinilai dengan kata-kata. Mereka sungguh bersyukur mendapat dukungan dan cinta yang begitu dalam.
Kebersamaan para pimpinan tertinggi di Kekaisaran, diwarnai dengan keteguhan tekad, dan semangat untuk menyongsong masa depan Britania yang lebih cerah.
Alunan melodi indah mengundang para tamu untuk memeriahkan lantai dansa. Kaisar dan Permaisuri terlebih dahulu membuka perhelatan dansa terakhir di puncak acara resepsi pernikahan mereka. Yang Mulia Raja Zanzabir dan Ratu Elsha juga mengiring untuk bersama, berpadu langkah di keindahan suasana pesta. Pangeran Akbar tampak menggandeng mesra seorang lady dari kekaisaran dan ikut berdansa. Tiga raja kecil juga turut turun dan saling bertegur sapa. Di belakang mereka, ada pasangan favorit kedua setelah Kaisar dan Permaisuri, yakni Shahrazan dan Lady Connelly. Mereka tampak ikut mengayunkan gerakan indah bersama. Lantai dansa di Kastil Britania tampak menakjubkan dan menawan, dengan pertunjukan dansa dari bangsawan tertinggi di kekaisaran. Segera setelah sesi pertama selesai, bangsawan lain bergiliran untuk maju dan mengiring langkah para pasangannya untuk menikmati kemeriahan pesta dansa.
......................
__ADS_1
Malam terakhir yang penuh dengan kenangan, terus berlanjut hingga tengah malam. Ketika menara jam mendentingkan loncengnya hingga dua belas kali, Kaisar segera mengajak para tamu untuk keluar ke pelataran istana. Permaisuri tampak beranjak menuju balkon istana, berdua dengan suaminya, sambil berpegangan tangan mesra. Kaisar mulai menghitung mundur dari angka sepuluh. Ketika hitungan telah sampai di angka satu, langit kekaisaran yang gelap gulita, menjadi penuh dengan ledakan cahaya indah berwarna-warni dengan pekikan meriah dari penontonnya.
Dar
Der
Dor
Ratusan kembang api meluncur ke langit dan mewarnainya dengan cahaya indah yang terang benderang, hingga memukau siapapun yang memandang.
"Keindahan malam ini, tak sepadan dengan keindahan darimu, Permaisuriku. Semoga, keindahan ini abadi, hingga ke anak-cucu kita kelak, dan, mengiring kejayaan Benua Britania," ucap Kaisar lembut sambil mencium kening Permaisuri.
"Oh, Yang Mulia! Aku sungguh bahagia bisa bersama denganmu dan mendampingimu sampai saat ini. Semoga saja, kebahagiaan ini akan terus ada, seiring terpisahnya raga dan jasad kita kelak di keabadian," sahut Sang Permaisuri kemudian memeluk erat pujaan hatinya yang sempat ia tolak ketika pertama kali bertemu. Dalam hati, Permaisuri juga mensyukuri insiden berat yang menimpanya, sebagai ajang pembuktian cinta. Jikalau mereka menikah begitu saja seperti pengaturan perjodohan, mungkin, Permaisuri tak akan dapat merasakan besarnya cinta Kaisar Markian, dan bagaimana sejarah hitam Benua Britania yang hanya tersiar sebagai rumor tanpa kebenaran.
Kaisar dan Permaisuri saling bergandengan tangan, menikmati keindahan malam, dan berjanji untuk terus setia hingga akhir usia mereka. Kisah cinta Kaisar dan Permaisuri akan tetap abadi, dan terkenang, meski perubahan zaman tak terelakkan.
Sejarah cinta mereka membuktikan bahwa, dengan kekuatan cinta, bahkan, kejahatan yang menguasai benua pun dapat dimusnahkan. Cinta bukanlah suatu kelemahan, namun, ia adalah sumber kekuatan. Dengan adanya cinta, halangan sebesar apapun, pasti akan dapat dituntaskan.
...****************...
...TAMAT...
...****************...
...TERIMA KASIH ATAS KESABARANNYA DALAM MEMBACA KARYA INI. ...
...Ditunggu komentar kalian. Mohon tinggalkan jejak berupa like atau komen ya, agar author semangat untuk berkarya di judul lainnya. ...
...VOTE TERUS KARYA INI. Agar peringkat bisa naik ya. Jika banyak yang suka, 100jt lebih pembaca, maka, author berjanji akan menyuguhkan season kedua untuk romansa Kaisar dan Permaisuri Britania yang baru. ...
...Mohon maaf atas segala kekeliruan yang ada. ...
...Terima kasih atas dukungannya. ...
__ADS_1
...Salam, ...
...ig: @novelisdelilah...