
Kastil Cordovan yang luluh lantak, berhasil pulih dengan indah, berkat sihir dari Sang Naga. Makhluk mistis itu kini telah menjelma kembali menjadi Ratu Isyana, dan keindahan kastil seakan menyambut keanggunan yang dipancarkan oleh ibu negara yang baru saja bangkit dari kematiannya.
Rakyat dan semua entitas kerajaan yang telah mengungsi, kini, berkumpul kembali di pelataran istana. Mereka mendapat undangan khusus untuk menghadiri upacara kebangkitan Kerajaan Cordovan dan juga pendeklarasian kecil atas bersatunya empat kerajaan menjadi Kekaisaran.
Di momen yang krusial dan heroik ini, para pimpinan tak segan untuk membagikan kompensasi atas kerusakan-kerusakan yang terjadi. Harta nasional telah dibongkar, dan akan digunakan untuk pembangunan ulang wilayah-wilayah yang hancur, dan pengadaan sumber makanan yang harus ada dengan segera.
Meski sihir pemulihan dari Sang Naga sudah mencakup perbaikan yang signifikan, ada beberapa hal yang perlu perhatian khusus dari pemerintah wilayah, utamanya soal makanan dan pekerjaan. Rakyat yang berhasil selamat, tentu sangat tertarih-tatih menjalani aktivitasnya kembali jika tanpa modal awal. Para raja bersepakat untuk menunjang semuanya demi kemakmuran rakyat kekaisaran.
".... Dengan ini, saya, Markian de Cordovan, mendeklarasikan diri sebagai Kaisar Britania," Ucap Kaisar Markian di depan altar suci, yang disaksikan oleh seluruh rakyat kekaisaran, tanpa terkecuali.
"HIDUP KAISAR!!"
"HIDUP KAISAR!!"
Pekikan pengagungan kaisar mewarnai proses penyatuan empat kerajaan. Ratu yang tampak di sebelah kaisar, tersenyum lembut ke arah rakyatnya. Kaisar dan Permaisuri--sebutannya saat ini, menikmati perayaan ini dengan suka cita. Mereka akan berfokus untuk pendistribusian bantuan selama satu minggu penuh, kemudian, baru menggelar acara pernikahan yang selama ini diidam-idamkan. Pernikahan mereka akan tercatat dalam sejarah Kekaisaran Britania. Permaisuri dan Kaisar tentu tak sabar ingin segera mendeklarasikan cinta mereka di hadapan rakyat Kekaisaran.
*
Bunga-bunga indah dan ornamen emas yang berkilau tampak menghiasi ruang istana yang tinggi dan megah. Acara pernikahan Kaisar dan Permaisuri, akhirnya dapat digelar dengan meriah. Proses pemulihan pasca-perang berlangsung singkat dan cepat, berkat bantuan sihir hebat dan ketekunan para petugas yang ditunjuk. Tak perlu waktu lama, agenda pernikahan Kaisar sekaligus perayaan persatuan benua, akan secara resmi digelar.
Panggung besar menjulang di dalam gedung serbaguna istana. Panggung berlatar belakang dinding istana yang indah itu dihiasi ornamen cantik serba putih yang menyimbolkan kesucian. Di atas langit-langit istana, hiasan ukiran yang rumit dan cantik turut menciptakan suasana romantis dan elegan, ketika terkena sinar mentari pagi. Koridor gedung tampak anggun dengan aksen lilin-lilin besar yang menyala terang. Semua mata yang memandangnya akan takjub dengan kemegahan upacara pernikahan yang akan segera digelar.
Suasana meriah pun tak terelakkan. Para rakyat dan bangsawan, bercampur jadi satu, memeriahkan acara pernikahan pimpinan mereka dengan sukacita. Kelas-kelas sosial tak lagi diperhatikan, saat mereka, secara bersama-sama, telah selamat dari malapetaka yang melanda benua. Setidaknya, peperangan yang terjadi, membawa dampak positif bagi persatuan kelas masyarakat di kekaisaran. Tak hanya manusia, namun juga bangsa lain seperti peri dah kurcaci. Kerajaan Elsavador adalah Kerajaan milik peri dan kurcaci, yang tampak mustahil ada di Benua Britani, namun, rupanya, kerajaan itu benar-benar berdiri. Delegasi dari Kerajaan lain juga turut memeriahkan tamu undangan. Acara ini benar-benar besar dan megah, serta dihadiri oleh tamu-tamu dari berbagai ras dan bangsa.
__ADS_1
"Mempelai wanita memasuki ruangan," teriak pembawa acara, membuyarkan lamunan para tamu yang mengagumi kemegahan dekorasi pernikahan. Permaisuri yang cantik dan elegan tampak berjalan perlahan di atas panggung, bersama Raja Zanzabir III yang baru tiba dari Kerajaan Puth. Dengan rambut hitam panjangnya yang terurai indah, Permaisuri tampak anggun dan mempesona. Ia melangkahkan kaki kecil-kecil dengan balutan gaun putih beraksen bintang dan bulan yang terbuat dari sutra murni. Permaisuri terlihat cantik dan menawan. Di lehernya, ada liontin permata biru yang bersinar. Permaisuri Isyana tersenyum bahagia sambil terus berjalan ke arah Kaisar yang sangat ia cinta.
Sementara itu, Kaisar yang gagah perkasa telah menantikan kedatangan Permaisuri di depan altar suci bersama Tuan Penasehat Agung. Kaisar berpakaian sutra hitam yang dipoles sempurna, dengan selempang merah bergambar naga emas yang kini menjadi simbol Kekaisaran Britania. Rambut Kaisar yang agak ikal, terurai liar di sekitar kepalanya yang tertutup Mahkota besar. Dengan pandangan lembut yang penuh kasih, ia menyambut pujaan hatinya itu secara sabar. Tak berlangsung lama, mereka kemudian mengikat janji sehidup-semati, diiringi dengan puja-puji dan juga tuntunan sumpah dari Tuan Penasehat Agung. Upacara pernikahan ditutup dengan pertukaran cincin dan ciuman simbol jiwa yang abadi.
"Dengan ini, saya nyatakan Kaisar Markian dan Permaisuri Isyana, sah sebagai pasangan suami-istri," tutup Tuan Penasehat Agung dengan mantap diiringi tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
"Hidup Yang Mulia Kaisar!"
"Hidup Yang Mulia Permaisuri!"
Para tamu yang hadir meluapkan kegembiraan mereka atas bertautnya dua insan yang akan menjadi masa depan baru Kekaisaran Britania. Suara tamu riuh-rendah, disertai gelak tawa yang menggelegar di udara. Berbagai campuran emosi menyeruak dari balik kerumunan. Pekikan kegembiraan, bercampur dengan tangis keharuan dan juga tawa bahagia dari tamu undangan. Tak ada yang dapat berdiam di momen sakral nan ikonik ini. Pernikahan Kekaisaran, baru pertama kali digelar, setelah seribu tahun berlalu. Semua orang tampak puas dan bersyukur atas berkat yang datang di Benua Britania ini.
Upacara pernikahan telah berakhir dengan riuh dan indah. Saat ini, resepsi pernikahan mulai digelar. Permaisuri dan Kaisar tampak memakai Busana Kerajaan lain yang lebih sederhana namun tetap memancarkan keanggunan. Para tamu dari negara-negara lain bersama dengan peri dan kurcaci mulai memberi salam pada kedua mempelai. Mereka sangat bahagia dapat bergabung dalam perayaan pernikahan yang megah ini.
"Salam kepada Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri,"
"Salam kepada Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri,"
"Salam, Yang Mulia,"
Tiba-tiba, ada satu suara yang membuat Permaisuri bangkit dari singgasananya.
"Yang mulia Ratu! Yang Mulia Pangeran!" Teriak Permaisuri, lalu menghambur ke pelukan Ratu Elsa yang baru saja tiba dari Kerajaan Puth bersama putra mahkota, Pangeran Akbar.
"Selamat, Yang Mulia,"
__ADS_1
Pangeran Akbar memeluk adik bungsunya yang telah berubah dewasa, dalam hitungan bulan saja. Ia tak menyangka, adiknya yang kecil dan polos, kini menjadi Permaisuri suatu benua.
"Kakak!"
Permaisuri memeluk kakaknya dengan dekapan yang erat, seperti merindukannya untuk waktu yang lama. Kakaknya juga membalas pelukan itu tak kalah erat. Namun, Kaisar tampak berdehem dan cemburu atas keakraban mereka.
"Yang Mulia Kaisar,"
"Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Pangeran,"
Mereka bertukar salam dengan sopan. Kaisar tak dapat memendam isi hatinya yang iri atas perlakuan istrinya pada kakaknya. Permaisuri mendengus kesal, namun, akhirnya memahami perasaan Sang Suami, karena, ia telah lama menghilang. Permaisuri lantas kembali ke singgasananya dengan anggun, dan melambai ke arah keluarganya, meski tampak berat. Ia masih berkewajiban menyelesaikan acara resepsi ini, sebelum menghabiskan waktu dengan keluarga dari Kerajaan Puth.
Raja Zanzabir III yang telah hadir sebagai wali pengantin, berhasil datang terlebih dahulu setelah mendengar peperangan ysng terjadi di Kerajaan Cordovan. Raja bersama lima pleton pasukan bersiap sebagai bala bantuan untuk ikut memukul mundur musuh yang menyerang Cordovan. Beruntung, kehadirannya ke Cordovan tepat setelah musuh berhasil dilenyapkan. Raja yang panik, akhirnya tenang, setelah melihat putrinya selamat dan sedang bersama Raja Markian.
"Aku ada kejutan untukmu nanti malam, Istriku," bisik Kaisar Markian ke arah istrinya. Permaisuri terheran, ia penasaran.
"Apakah itu? Bolehkah sekarang saja?"
"Hm... Tidak. Nanti malam saja," tukas Kaisar dengan senyuman nakal.
Permaisuri mencoba berpikir dan menelaah arti senyuman suaminya yang tak lazim itu. Mungkinkah.....
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1
...****************...