L Dream

L Dream
Rose


__ADS_3

"¹Putih memang sering dikaitkan dengan suatu hal yang suci. Makanya, arti bunga mawar putih memiliki simbol kemurnian dan kedamaian. Itu menunjukkan perasaan yang begitu tulus dan suci. Namun mawar putih juga dapat melambangkan simpati, maka mawar putih juga sering dipakai sebagai lambang dukacita." Perkataan itu terngiang di telinga Pradipa.


.


"Dipa!" Panggil Rain ketika bertemu Pradipa menuju kantin.


Laki-laki berlencana OSIS yang dipanggil itu menoleh, "eh, Rain. Ada apa?" Tanya Pradipa ketika Rain tiba didepannya.


"Gini, kemarin Vania ngechat ke grup dekorasi katanya kalian udah setuju buat nambah dua bunga yang mau dipasang depan pintu masuk dan kita udah fix mau pake bunga apa," ucap Rain.


"Oh, ya? Bagus dong, jadi finalnya kalian mau pake bunga apa?" tanya Pradipa.


"Lo mau ke kantin, kan? Kita bahas sambil makan aja, yuk!" ajak gadis itu menarik tangan Pradipa menuju kantin.


Setelah memesan makan dan mendapat tempat. Mereka kembali melanjutkan perbincangan, "jadi gini. Kemarin niatnya kita mau pake mawar merah sama mawar putih, sesuai dengan tema besarnya yaitu 'Indonesia Merdeka' karena merah putih itu bendera Indonesia. Tapi kata si Siti: mawar kurang cocok sama temanya, biar meskipun merah putih dan arti mawar merah itu bagus tapi nggak dengan mawar putih." Penjelasan Rain sambil sesekali menyuapi bakso ke mulutnya.


"Emang kenapa sama mawar putih?" Tanya Pradipa penasaran.


"¹Putih sering dikaitkan dengan suatu hal yang suci. Makanya, arti bunga mawar putih memiliki simbol kemurnian dan kedamaian. Itu menunjukkan perasaan yang begitu tulus dan suci. Namun mawar putih juga melambangkan simpati, maka mawar putih juga sering dipakai sebagai lambang dukacita. Makanya itu nggak cocok sama sub tema kita, jadi si Vania udah usul buat pake bunga anggrek aja."


"Anggrek? Katanya bunga anggrek itu mahal, kalau gue nggak salah ingat sih ya," tutur Pradipa.


"Kita nggak beli aslinya, soalnya susah juga dapatnya. Kita bakal pakai yang imitasi tetap dengan warna putih dan merah, karena anggrek cocok banget sama Tema dan sub tema kita. ²Anggrek kan salah satu bunga nasional Indonesia, anggrek putih melambangkan kerendahan hati dan penghormatan, kemurnian, kepolosan, keanggunan dan keindahan. Sedangkan, anggrek merah sendiri melambangkan gairah dan keinginan, namun juga bermakna keberanian dan kekuatan.


Jadi, anggrek putih bisa melambangkan penghormatan kita kepada jasa pahlawan atas kemerdekaan Indonesia dan merah untuk menunjukkan keinginan, gairah dan keberanian. Sesuai dengan tema Indonesia Merdeka dan sub tema Muda Mudi Berani Menggapai Asa," jelasnya sambil membaca pesan yang diberikan Devania dalam grup.


"Keren juga. Cocok tuh," cetus Pradipa yang sudah selesai dengan makanannya.


"Yaudah, kalau gitu kalian urus aja sesuai dengan yang sudah kalian bahas. Biar cepat selesai karena dua hari lagi udah pensi, kalian ingat sebentar sore gladi!" tuturnya lagi.


.


"Tapi masa sih cuma karena arti bunga yang mau dikasih Leo ke Eva. Sedangkan, bunganya itu juga nggak sampai ke tangan Eva." Pradipa mengurut pangkal hidungnya, "kok jadi ribet gini sih!"

__ADS_1


"Evaa, lo sebenarnya kenapa, sih?" Tanya Pradipa pada sebuah foto cetak yang menunjukan gambar dirinya dan Devania ketika mereka masih menjadi bocah ingusan.


...***************...


Raisa mondar-mandir sejak tadi. Sekarang waktu menunjukkan pukul 17.09 tapi Leonardo belum terlihat sejak pagi tadi bahkan tanpa kabar.


Gadis itu telah yakin bahwa adiknya itu pasti mengunjungi makam kekasihnya. Tetapi yang menimbulkan kegelisahan di hatinya adalah nomor adiknya bahkan tidak aktif, tak dapat dihubungi dan tak ada kepastian tepat di mana adiknya.


"Van, kakak khawatir banget."


Ketukan pintu berbunyi saat Raisa hendak kembali menelepon adiknya, "Evano!" serunya. Gadis itu langsung berlari menuju arah pintu.


"Eh, Dipa?" Harapannya luruh saat yang didapatinya bukan Leonardo, tapi Pradipa. Lagipula mana mungkin adiknya datang dengan mengetuk pintu.


"Masuk, Dip!" ajak Raisa.


Pradipa melangkahkan kakinya mengekori Raisa, "Leo mana, kak?" tanyanya saat mereka telah duduk berseberangan di ruang tamu.


"Kakak nggak hubungin dia?" Pradipa bertanya dengan heran. Tumben sekali sahabatnya itu tak ada kabar sama sekali, apalagi kepada kakaknya.


Raisa menggeleng, "nomornya nggak aktif. Dia juga nggak kasih tahu mau ke mana," jawabnya.


"Kakak ada pikiran nggak dia kemana?" Kekuatiran turut meliputi Pradipa.


"Makamnya Devania, mungkin. Hari ini kan ulang tahunnya," Pradipa baru ingat kalau hari ini ulang tahun kekasih sahabatnya. "Kita ke sana aja, gimana? Sekalian berziarah, kan?" ajak laki-laki itu.


Raisa setuju. Itu ide bagus, "kalau gitu gue siap dulu sebentar. Nggak lama, kok!" Pradipa mengangguk mengiakan.


"Yuk!" Raisa berseru saat selesai bersiap.


Dengan kaos putih polos dibalut cardingan kotak-kotak berawarna merah muda dan nila, serta jeans biru tua sebagai bawahan. Gadis itu memakai vans hitam dan sling bag hitam menggantung di bahu kanannya, simple dan cantik!


Pradipa terpaku ketika mengangkat kepalanya untuk melihat Raisa, "wah, cantik banget!" kagumnya.

__ADS_1


Laki-laki itu segera berdiri, "kamu ngomong apa tadi?" tanya Raisa dengan sengaja membuat Pradipa jadi gelagapan.


"Eh, itu, ehm, kakak cantik! Iya, kakak cantik!" jawabnya diakhiri cengiran yang tampak lucu di mata Raisa.


Gadis menggeleng-gelengkan kepalanya karena gemas. Gadis itu segera melangkah menuju pintu keluar, "kak Risa!" panggil Pradipa yang masih berdiri di tempatnya semula.


Raisa berhenti dan berbalik ke belakang. Bahkan hanya dengan gerakan itu, Pradipa semakin terpesona. Di matanya, Raisa seperti dalam film; berbalik dengan gerakan slowmo dan rambut yang menari karena ditiup angin. Dramatis.


Kini Raisa seperti magnet yang menarik Pradipa mendekat, "ini!" Laki-laki itu memberikan satu set ikat rambut biru cyan berhias pita dan sebuah gelang dengan warna sama dihiasi manik-manik dengan huruf yang membentuk 'RISA' di sana.


Raisa menerima dengan senyum, "makasih!"


Meski tak tahu alasan kenapa dia menerima barang itu, tapi Raisa sangat senang. Segera gadis itu memakai gelang di tangan kirinya, kemudian mengumpulkan setengah rambutnya yang tergerai untuk diikat. Hal itu tak luput dari pandangan Pradipa.


"Cocok nggak?" tanya gadis itu setelah selesai dengan kesibukannya. Pradipa mengangguk, "cantik!"


Laki-laki itu menggeleng-gelengkan kepalanya kencang, sepertinya sejak tadi dirinya terhipnotis oleh kecantikan kakak sahabatnya. Sedang Raisa yang melihat tingkah laku sahabat adiknya itu terus saja tersenyum, "kamu kenapa?"


"Nggak apa-apa, kak. Yuk, kita berangkat!" ajaknya berjalan cepat mendahului Raisa.


...****************...


Setelah sampai di Tempat Pemakaman Umum tempat Devania dimakamkan, kedua insan itu segera melangkahkan kaki mereka ke tempat kuburan Devania berada.


Ketika jarak mereka tersisa beberapa meter, mereka dikejutkan dengan keadaan Leonardo.


"LEO!"


"EVANO!" Seru mereka secara bersamaan.


[1]: Artikel Katadata.co.id


[2]: Artikel threebouquets

__ADS_1


__ADS_2