
~Happy Reading ~
Mobil sampai parkiran kampus dan aku keluar dari mobil langsung menghampiri Rara yang tadi sempat kesal karena aku ngagetin dia, sampainya aku didekat dia, tiba tiba dia meluk aku dan berucap.
" Kamu yang sabar ya, insyallah Ayah di tempatkan yang terbaik" ucap Rara dan aku langsung aminkan ucapannya itu
"Kita ke kantin dulu yuk " ajak ku ke Rara
" Hayuk dah aku juga laper ni " jawabnya
sesampainya di kantin kita duduk dimeja paling pojok favorit kami. Karena kondisi belum terlalu ramai aku masih bisa sambil buka tab ngecek materi yang mau dikonsultasikan ke dosenku. Sambil asik buka tab tiba tiba kedatangan teman teman angkatan aku yang ngucapin belasungkawa sampai dikasih amplop segala ... padahal ngak papa juga.
Lagi asik ngobrol sama teman teman sharing tentang skripsi tiba tiba damar datang ke mejaku
" Assalamualaikum Van.." salam dari damar
" Waalaikumsalam damar, " jawabku
" Turut berduka cita ya atas meninggalnya ayah kamu, damar dan teman temannya mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya ayah, sambil asik ngobrol tiba tiba damar ngajak aku ngobrol berdua, aku ngak tau apa yang mau diobrolkan,
"Van sekali lagi aku turut berduka cita ya atas meninggalnya ayah " ucapnya.
" Iya mar udah 2 kali loh ngucapinnya " jawabku
" Van... hmmm... mungkin terlalu cepat ya a ngomong ini, cuma aku mau bilang kalau... " tiba tiba kehenti karena hpku berbunyi...
kring ... kring... kring...
" Maaf damar aku angkat telfon dulu ya" ucapku
" Assalamualaikum mas " salamku ke mas Arya ternyata dia yang telfon aku
" Waalaikumsalam de, lagi dimana de? " tanyanya
" Vani dikampus mas baru ketemu temen temen siang mau Konsul kedosen" jawabku
" Oh iya, baik baik ya dikampus jangan macem macem inget udah punya suami " mas Arya bicara dengan nada perintah bikin nyaliku ciut ja padahal mau rencana di rahasiakan pernikahanku ini, batinku
" Iya mas, jangan lupa oleh olehnya ya dari Bali" jawabku
" Ya udah mas tutup yaaa wassalamu'alaikum " jawabnya dan kujawab " Waalaikumsalam "
kututup hpku dan kusimpan lagi didekatku.
" maaf mar mau bicara apa" tanyaku
"Itu pasti kakakmu ya perhatian banget sama km "
aku kaget kenapa damar ngomong gitu "Hmm" baru mau ngomong ternyata Rara datang dan ngajak ketemu dospem (dosen pembimbing) katanya sudah ada diruangan alhasil damar ngak jadi ngomong sama aku..
__ADS_1
" Van ayo.. pak Sam dah diruangan " diajaknya aku ke ruang sekretariat,
" Maaf ya damar jadi ngak bisa ngobrol lain kali ya"
damar hanya menganggukan kepalanya dengan raut wajah seperti kecewa.
Kelar bimbingan langsung ke perpustakaan fakultas untuk melihat referensi, sedang asik buka buka buku referensi telfon berdering kembali ternyata video call dari mas Arya, untung saja perpustakaan di fakultas memang ada tempat baca diluar jadi ngk terlalu mengganggu yang didalam, aku angkat telfon dari mas Arya
" Assalamualaikum mas " salamku
dan dijawab " Waalaikumsalam sayang " oleh mas Arya
Ngak sengaja banget pas mas Arya telfon ada Rara di sampingku, dan Rara pun kaget karena aku videocall dengan laki laki yang ngak dia kenal
" Ade ini ada yang mau kenalan " dia sambil ketawa ngomong seperti itu feelingku ini mau dikenalin sama mba Mayang ini, batinku diarahkannya kamera has Arya kearah perempuan dan laki laki yang sedang duduk.
" Hay... vanii... " sapanya " kenalin aku Mayang dan ini suamiku Adit, kami ini sepupu suami kamu no sikutub es." jelasnya panjang lebar
Rara disampingku cuma bengong dengan omongan yang mba mayang sampaikan dia sampai ngasih isyarat untuk menjelaskannya
" Sal lam kenal kak Mayang dan kak Adit.. saya Vani "jawabku aku agak malu
" Maaf ya kemarin dah bikin kamu kesel gegara beruang kutub manggil aku yang... salahkan suami kamu aja ya Van udh dibilangin manggil aku Maya aja jangan mayang full akhirnya ke kecoh bikin istri cemburu" jelas kak Mayang
aku hanya tersenyum malu, karena jadi ketauan kayaknya aku yang mengharapkan mas Arya.
" Resepnya tanya orangnya langsung aja kak " jawabku agak malu..
Ha ha ha ha aku denger ketawa kak Mayang sama kak Adit yang kenceng juga,
" Virus bucin udah menyerang si kutub Utara Ampe es mencair.. " kata kak Mayang..
akhirnya hpnya diambil alih lagi sama mas Arya
" Ade jangan dengerin itu dua orang ya" kata mas Arya,
" Udah sana balik kerja " usirnya pada kedua orang sepupunya itu
" Dah Vani jangan lupa main ke Bali ya " ajak kak Mayang dan kak Adit.
" Iya kak kalau diajak sama mas" kujawab aja begitu
" Ade mau kesini , sini ntar aku belikan tiket" jawab mas Arya
Aku cuma jawab " hmmm lagi sidang"
"Ade sudah makan ? lagi sama siapa disana ?" tanya mas Arya kepadaku
ku arahkan hp ke Rara " ini aku lagi di perpustakaan nyari data dulu sama Rara temen Deket aku mas "
__ADS_1
Rara kaget saat kamera diarahkan ke dia, dia hanya tersenyum
" Hy Rara Salam kenal, saya Arya suaminya Vani, mungkin kamu kaget ya ternyata Vani dah punya suami, titip Vani ya " tanya mas Arya panjang lebar
Rara bingung mau jawab apa cuma " Iya mas dijagain kuq vaninya, kenalin aku Rara mas sahabatny Vani " aku cekikian aja
diarahin Kembali kamera hpku kearahku
" Sayang udah makan? " tanya
" Alhamdulillah belum mas bentar lagi "
jawabku
Akhirnya obrolan video call berakhir karena ku diminta untuk makan siang.
Baru hp dimatikan Rara langsung tanya tentang yang mas Arya bilang barusan
akhirnya aku jelaskan dari awal sampai akhir ke Rara. dilangsung meluk aku dan kasih support ke aku.
" Wah Ra aku harus jagain kamu ni dari para laki laki hidung belang, ha ha ha " si rara ketawa sampai aku tutup mulut dia.
"Hmprndtttt"
Aku lepasin tangan ku darinya " Ra please jangan kasih tau temen temen dulu kalau aku udah nikah. ngak enak Ra, baru kemarin ayahku ngak ada kuq udah nikah walau kalau aku ceritain mereka paham tapi kan ngak semua orang bisa Nerima begitu takutnya malah jadi omongan ngak enak. " jelasku panjang lebar.. " Ra rahasiain ya ini semua "Mohonku ke Rara. "
"Kenapa harus dirahasiakan sih Van" tanya Rara padaku
aku hanya jawab " Aku takut beasiswa ku dicabut, walaupun mas Arya bisa biayain aku cuma aku dapetin ini semua susah payah " jawabku.
" Sampai kapan dirahasiakan " tanya Rara
" Aku belum tau Ra mungkin sampai wisuda " jawabku
Akhirnya Rara pun mengerti maksud aku merahasiakan pernikahanku ini.
Semoga aja tidak da kendala kedepannya , batinku
...----------------...
Semangat guysssss
semangat bacanya yaaa jangan lupa likenya
sehat sehat terus untuk kita semua
jaga kondisi badan ya lagi musim hujan..
Yang naik motor jangan lupa bawa mantel ya... sama bawa payung untuk para readers semua
__ADS_1