
~ Happy Reading ~
Akhirnya kita berdua , aku dan mas Arya masuk keruangan, walau diluar Mawar masih ada dan seperti ngak terima gitu.
Aku duduk di sofa dan mulai menyiapkan makanan untuk mas Arya. Mas Arya menghampiriku, dan duduk di sampingku.
" Sayang bahas masalah tadi nanti dulu ya, aku laper yang" ucap mas Arya dan di anggukan kepalaku tanda setuju
" Masakan kamu tiada duanya sayang, aku bisa tambah lebar makan terus ini" ucap mas Arya
Aku hanya tertawa saja mendengar penuturan mas Arya. Selesai makan, aku membereskan tempat makan dan mencuci tangan di wastafel dekat kamar mandi. Selanjutnya aku duduk kembali disamping mas Arya yang sedang memainkan handphonenya.
" Ayok katanya mau cerita tentang ulet bulu tadi?" ucapku ke mas Arya.
" Bentar sayang!" ucap mas Arya, sambil mencoba menghubungi seseorang.
" Halo, Assalamualaikum mbak Shanti, udah pulang tuh perempuan jadi-jadian?" ucap mas Arya di telepon.
" Oh.. Ok deh... hari ini ngak ada jadwal meeting kan? " ucap mas Arya
" Ok.. saya nggak mau diganggu ya hari ini, wassalamu'alaikum" ucap mas Arya dan ditutup kembali teleponnya.
" Sudah aman sayang, nggak ada yang bisa ganggu kita hari ini, hmmm.." ucap mas Arya dengan mata genitnya.
" Mas inget ini di kantor, wajahmu di kondisikan tolong!, katanya mau cerita?" ucapku
" oh.. iya.. lupa jadinya, kalau sudah berduaan begini" ucap mas Arya,sambil kita berdua ketawa bersama.
"Jadi ceritanya, Mawar ini temen SMA aku yank, dulu kita itu kalau jaman SMA kan ada tuh kayak Abang None sekolah gitu, lah aku sama dia lolos seleksi dan dijadikan Abang none sekolah" mas Arya mengambil nafas panjang dan melanjutkan ceritanya kembali.
" Nah karena itu dia jadi nempel nempel mulu ke aku yank, tapi beneran aku risih banget sama dia, trus teman- teman sekolah tuh pada jodohin aku sama dia, katanya cocok lah, banyak dah pokoknya, tapi ngak tau aku mah kagak ada rasa sama sekali sama dia. " ucap mas Arya.
" Trus lanjut mas" ucapku
" Ya udah, aku juga kan dah ngak pernah ketemu sama dia kuliah aku kan nggak disini, lost kontak sama teman-teman SMA juga, nah ketemu lagi sama mereka itu nggak sengaja di acara nikahan temen tuh, jadi ajang reuni, karena waktu itu posisi aku juga kan dah ngak sama mantanku itu aku kondangan sendiri, di situ ketemu mereka dan dijodohkan lagi. Itu seminggu sebelum kita nikah yank, gitu ceritanya.. " ucap mas Arya.
" Itu ulet bulu kepedean banget ya mas, kocak tadi ngaku-ngaku calon istri di depan istri sahnya ha.. ha.. ha.." ucapku sambil tertawa ngakak.
__ADS_1
" Ya, begitu aku aja kaget dia bisa percaya diri sekali ngaku kayak tadi" ucap mas Arya
" Bentar yank, aku tak coba hubungi Reno temanku ya, untuk kasih tau si Mawar, dia itu sepupunya Mawar!" ucap mas Arya
Diambilnya telepon dari saku kantongnya, dan dicarinya kontak nomor handphone teman mas Arya itu.
" Assalamualaikum, Ren" ucap mas Arya dan diloudspaker handphone mas Arya
" Waalamualaikum salam, Ada apa Ya? tumben bos besar telepon?" ucap Reno
" Tadi sepupumu bikin kacau kantor gue!" ucap mas Arya
"Si Mawar? bikin kacau kenapa dia? " ucap balik Reno
" Ya dia ngaku-ngaku calon bini gue!" ucapku
" Lah kocak dia kan dah punya calon laki, tapi coba elu ceritain dari awal dah!" ucap Reno
akhirnya mas Arya menceritakan dari awal kejadian mawar ke kantor mas Arya.
" Ya.. kemarin kan nikahnya mendadak soalny mas mertua juga di Rumah Sakit" ucap mas Arya sambil menggenggam tanganku erat, dan Aku anggukan kepalaku tanda baik-baik saja.
" Owh sori-sori nggak tau gue Ya, pantesan kemarin tuh si Meta pernah bilang ke gue, itu Arya pasang foto dua tangan pake cincin, terus kata Meta, Mawar ngaku-ngaku kalau itu tangan dia, tapi pas diminta mana cincinnya, dia gelagapan kata Meta" ucap Reno kembali.
" Owh.. gitu, aku cuma minta tolong ke elu, kasih tau dia jangan jadi pelakor di keluarga gue ya, kalau tadi dia nyakitin istri gue, gue ngak bakalan tinggal diam, cuma tadi gue masih kagak enak sama elu, dia sepupu lu" ucap mas Arya.
" Santai ja kalau sama gue mah, ntar gue kasih tau orang tuanya aja, emang dia itu berkasus di keluarga gue, oh.. iya udahan dulu ye, ada meeting gue!" ucap Reno
" Owh.. iya sori ganggu waktu elu jadinya. " ucap mas Arya
" Oke deh Assalamualaikum " ucap Reno
dan mas Arya menjawab salam itu dan menutup teleponnya.
" Beres sayang.." ucap mas Arya sambil memeluk tubuhku. Diciumnya semua wajahku dan ditariknya aku kedalam pelukannya. Nyaman sebenarnya di peluk oleh pasangan halal.
Tangan mas Arya bermain main dikedua bukit milikku.
__ADS_1
"Mas jangan kayak gini, pulang aja yuk di rumah jangan di kantor ya!" ucapku
" Pengen sensasi yang lain sayang!" ucap mas arya yang wajahnya sudah ditutupi kabut gairah.
" Aku ngak nyaman mas disini" ucapku
" Huft. ya udah kita di kamarku aja " ucap mas Arya.
dibukanya lemari yang ada dibelakang meja kerja mas Arya, betapa kagetnya aku ternyata itu adalah sebuah kamar yang nggak begitu besar, tapi lengkap didalamnya.
"Ini kamar siapa mas?" ucapku
Sebelum dijawab sudah dibungkam bibirku dengan bibir mas Arya dan terjadi lah siang panas.
Bisa di bayangkan sendiri ya lagi ngapain ya. he.. he.. he..
Karena kelelahan akupun tertidur dengan memeluk mas Arya. Aku terbangun karena ada pergerakan dari kasur yang aku tiduri.
" Mas.." ucapku sambil meregangkan badanku, betapa kagetnya saat melihat tubuh polos aku.
Astagfirullah, aku masih telanjang, batinku
" Jam berapa mas? ucapku ke mas Arya yang sudah berpakaian rapih
" Sudah jam 4 sore sayang, tadi kamu tidur nyenyak banget makanya aku ngak tega bangunin kamu. Kamu mandi dulu yank itu baju kamu udah disiapin " ucapku
Akhirnya aku mandi, tapi masih dengan pikiran bercabang kamar apa ini? kenapa ada kamar di kantor mas Arya. Dan banyak pertanyaan- pertanyaan yang ingin aku sampaikan ke mas Arya.
...----------------...
Maaf ya readers kemarin ada yang ke upload ulangan karena lagi proses nulis , ditambah mertua masuk rumah sakit jadi harus gantian jagain.
Semoga kedepannya ngak ada halangan rintangan dalam penulisan cerita ini biar bisa buat senang para pembaca membacanya...
Makasih supportnya buat kalian semua...
Jangan lupa jaga kesehatan yaaa... lagi musim banget nie demam berdarah
__ADS_1