
~ Happy Reading ~
" Sayang dengerin mas bicara ya, mas sama Dewi hanya masa lalu, penghianatan dia dahulu udah menorehkan sakit yang amat sakit sampai takut untuk kembali memulai membuka hati mas sayang, tapi kehadiranmu membuatku sadar mas ngak boleh terjebak di masa lalu, saat ucap ijab kobul didepan ayah, dalam hati mas sudah membuka hati untuk istri mas seorang, dan disini ( tunjuknya mas Arya di dadanya ) hanya ada nama kamu seorang, cintanya sama kamu seorang sayangnya mas " ucap mas Arya
yang membuat aku meneteskan air mata bahagia. Mas Arya mengusap air mataku dan mengecup kening, kedua mataku, hidung dan berakhir di bibirku..
Aku hentikan ciuman panasku dengan mas Arya, karena waktunya maka, kalau dilanjutkan pasti ujung- ujungnya buka bukaan.
" Stop mas, kita makan dulu ya. aku udah lapar ini ." ucapku ke mas Arya
" He.. he.. he.. maaf sayang, hayuk kita makan " Ucap mas Arya sambil mengelap bibirku.
akhirnya aku ambil tempat makan yang ada di paper bag,
" Wah... baunya udah menggugah selera, pasti enak banget ini " ucap mas Arya
" Puji terus mas, bisa terbang akunya nanti " ucapku sambil ketawa bareng mas Arya
Setelah selesai makan mas Arya mengajakku ke mall.
" Sayang kita keluar yuk, kita jalan jalan cari kemeja buat aku sama baju buat kamu " ucap mas Arya
" Hayuk dah kita jalan jalan, hm.. pacaran halal He.. he.. he.. " ucapku
" Ada-ada aja kamu yank" ucap mas Arya
Akhirnya kamipun pergi ke mall dekat kantor mas Arya sepanjang perjalanan tanganku di genggam sama mas Arya.
" Mas aku bukan lansia loh yang harus dituntun terus " ucapku sambil kesal karena mas Arya ngak melepaskan tanganku.
" He.. he.. he.. biar romantis sayang" ucap mas Arya.
Sesampainya di lobby mall, kami jalan beriringan dan tetap dengan tangan kami yang saling menggandeng. Tujuan pertama kami adalah toko pakaian pria. Kami masuk kedalam toko pakaian pria, agak kesel ni disini semua mata spgnya memandang suamiku terus, dengan tatapan memuja.
jiwa istri posesif dimulai. Batinku
mas Arya yang tadinya mengandeng aku mulai melepaskan gandengannya karena harus memilih baju-baju kemeja yang mau dibeli.
__ADS_1
" Sayang ini cocok ngak di aku" ucap mas Arya
" Cocok mas " jawab mba- mba SPG yang agak kecentilan
" Mba saya tanya sama istri saya bukan mba ya" ucap mas Arya ketus.
hahaha. Emang enak disemprot. Batinku
akhirnya mas Arya ngak mau belanja di toko itu karena SPG terlalu ikud campur. Saat yang bersamaan, aku melihat si Dewi jalan sendiri dengan membawa belanjaan di tangan kanan dan kiri.
" Mas ada mantanmu" ucapku sambil menunjukan ke arah Dewi yang lagi berjalan dia belum sadar kalau ada kami disitu
" Biarin ngak usah dipikirkan" ucap mas Arya " ayo lanjut ke toko sebelah malas disini sok terlalu ikud campur " ucapnya lagi.
SPG yang ada disitu agak kesal sih kayaknya, pas mau keluar manager toko datang
" Selamat siang bapak dan ibu, ada yang bisa dibantu?" ucap manager tersebut
mas Arya langsung berucap " didik karyawan kalian untuk menghargai customer, customer juga butuh privasi dalam memilih pakaian, mengawasi bisa dari jauh bukan" dengan nada kesal.
" Mohon maaf sebelumnya bapak atas ketidaknyamanannya, kedepannya akan kami perbaiki, bolehkah bapak tetap belanja di kami biar saya yang mendampingi pak" ucap manager tesebut.
Akhirnya kami keluar dari toko itu, aku melihat dari sudut mataku, SPG tersebut habis dimarahin sama atasannya itu, dan sepertinya teman-temannya juga ngak suka sama spg itu.
Kami mendatangi toko disebelahnya ternyata pelayanannya lebih baik akhirnya kami membeli beberapa baju dan celana untuk mas Arya dan untukku.
Saat asik berjalan tiba tiba ada yang menarik tanganku.
" Hei. kamu pelakor, jahat banget ya kamu merebut calon suami aku." ucap Dewi sambi berakting menangis sedih.
Aku agak kaget atas kejadian itu, semua orang memandang kami, dan berbisik menjelekan aku.
Mas Arya geram dengan tingkah Dewi langsung mendorong Dewi.
" Maksud kamu apa ngatain istri saya pelakor " Ucap mas Arya yang ngak Dewi lihat karena dikiranya aku hanya sendiri.
" Ma-mas Arya..." ucap Dewi kaget
__ADS_1
" Kenapa kaget ada gue di sini? " ucap mas Arya.
Dewi kembali berakting menangis
" Mas koq tega ninggalin aku demi dia! hu... hu... hu..." ucap Dewi
Aku mencoba menahan mas Arya biar dia ngak emosi. Banyak omongan ngak enak tentangku disitu ada yang memvideokan juga. Aku hanya memberi kode mas Arya lewat kedipan mata supaya aku yang menyelesaikan.
"Sebelumnya saya mohon maaf untuk semua yang melihat ini...saya cuma mau memberi tahukan kepada semuanya yang didepan saya yang menuduh saya sebagai pelakor, malah dia yang ingin menjadi pelakor dengan merusak rumah tangga saya. Yang didepan saya ini adalah mantan pacar suami saya 5 tahun yang lalu saat suami saya belum jaya seperti sekarang dan dia selingkuh dengan sahabat suami saya yang memang sudah kaya raya, tapi setelah beberapa tahun menikah mungkin suaminya tabu kelakuan bejat istrinya jadi menceraikannya. Dan sekarang dia mengejar ngejar suami saya kembali, padahal sudah dikasih tahu oleh suami saya kalau dia sudah menikah. " aku jelaskan semuanya didepan semua yang menonton dan memvideokan.
" Lantas siapa yang disini disebut pelakor? saya atau dia? " ucapku lantang dan di sura orang orang tersebut menghina Dewi.. karena malu Dewi langsung kabur dan di teriakin lagi oleh orang-orang tersebut.
Aku meminta maaf atas kejadian tadi, sudah mengganggu ketentraman dan kenyamanan orang yang berbelanja. Akhirnya kami memutuskan pulang. Saat perjalanan pulang kami melihat Dewi sedang mengobrol dengan laki-laki yang lebih tua dari papa, tapi kami ngak mau suudzon jadi kami bairkan saja.
Sesampainya di rumah kami disambut mama dan papa yang ternyata sudah pulang.
" Assalamualaikum ma.. pa.. "ucap kami bersamaan
" Waalaikumsalam " jawab mereka
" Wah abis belanja nih!" ucap mama pada kami
" Iya mah beli baju mas Arya " ucapku
" Aku ngak tau kalau kalian balik hari ini, jadi tadi ngak sempet beli makanan apa gitu" ucap mas Arya..
" Udah kalian keatas dulu sana.. mama dah bawain banyak makanan buat kalian sama oleh- oleh" ucap mama
akhirnya kami kekamar, dan aku bereskan semua barang belanjaan kami, dan mas Arya mandi.
Setelah selesai semua kami turun ke ruang tv dan mengobrol Disana bareng mama dan papa.
...----------------...
Yeahh bisa up pagi ini ternyata.. walau badan belum fit 100% tetap harus semangat...
buat yang lain jangan lupa doping vitamin dan makanan bergizi yaa....
__ADS_1
semog ditempat kalian aman ya