
" Maksud mas apa mentang mentang ayah udah gak ada mas bisa ngomong begitu. hah" jawabku dengan nada agak tinggi
" Gak gitu de" dia berusaha mengambil tanganku dan nenangin aku
" Awas.. minggir tanganmu.. " ku HEMPASKAN tangan dia yang mau memegang tanganku
" Maaf ya mas sampai kapanpun aku gak bisa balikan sama mas. gak akan pernah bisa" jawabku
" Kenapa dek. kamu masih sayang kan sama mas " tanyanya
"Mas henu semanjak kejadian waktu itu aku dah ngelupain kamu mas, dan maaf sekarang aku sudah jadi istri orang jadi gak bisa terima kamu. " jawabku
"Maksud kamu de" tanya dia kembali
" Iya Vani itu udah nikah, tadi pagi dia dinikahkan sama pilihan ayahnya kenapa ada masalah sama kamu. " jawab ibuku yang tiba tiba masuk dan duduk di ruang tamu
" Mas henu ibu minta tolong ya tolong jangan ganggu Vani lagi dia sudah bersuami. Mas henu ngk kasihan dulu kamu sudah menyakiti hati Vani. Sampai gara gara kamu Vani ngak bisa mengejar cita citanya, kamu masih mau nyakitin anak ibu " tanya ibuku
disitu aku meneteskan air mataku mengingat kejadian 4 tahun yang lalu
" Ibu maaf aku benar benar minta maaf Ats kejadian itu, aku masih sayang Vani Bu, aku masih mau balik sama Vani Bu" permohonan mas henu ke ibu
" Vani sudah menikah jadi tolong kamu tinggalkan Vani.. Vani juga sudah tidak sayang sama kamu, kamu juga sudah menikah dan punya anak urusi saja istri dan anakmu ngak usah kamu urusin Vani dia sudah ada yang urus". jawaban ibuku
__ADS_1
" Tapi Bu. " sela mas henu
" Tolong tinggalkan rumah ini " permohonan ibuku
" Aku sudah mati rasa sama kamu mas jadi tolong jangan ganggu aku lagi. aku pengen bahagia juga " permohonan ku ke mas henu
Disini aku gak mau lemah.. aku gak mau mikirin masalah ini biarkan saja kalau dia macam macam lagi tinggal bilang suamiku aja."batinku
Dengan langkah gontai mas henu meninggalkan rumahku.
" Mba ngapain kamu senyum senyum "
tanya ibuku yang melihat aku senyum senyum sendiri
2 hari berlalu waktunya Kembali kejakarta, papa Yudha sudah kembali Ke Jakarta dihari yang sama, jadi tinggal aku dan mama yang belum balik Jakarta. Supir sudah datang dari hari kemarin untuk menjemput aku dan mama.
Berat rasanya meninggalkan ibu sendiri, aku tahu masih ada raut kesedihan di wajah ibuku hanya saja ibu bisa menutupinya.
tok tok tok
ku ketuk pintu masuk kamar ibu.
" Masuk" ibu menjawab dari dalam, ku buka pintu dan kulihat ibu yang baru selesai sholat Maghrib ku dekati ibuku dan ku peluk ibuku.
__ADS_1
" Bu besok Vani balik Jakarta, Vani harus bagaimana Bu?" tanyaku ke ibuku
" Mba .. sini tiduran disini .. "
ku rebahkan kepalaku di paha ibuku
" Mba, mba kan udah nikah ni, mba harus nurut apa kata mas Arya suamimu.. jadilah istri yang baik ya " Kata ibuku
"Tapi Vani masih takut Bu Vani harus gimana " tanyaku
" Jadilah diri kamu sendiri kamu bisa contoh ibu harus ngurusin suamimu dari masalah tidur sampai bangun dan Masalah perut. Kalau suami kamu minta jangan di tolak ya dosa besar, surga kamu sekarang ada di suamimu, surga suamimu ada di ibunya kamu juga harus baik ke mertua kamu nurut ya " jawab ibuku panjang lebar
" Ibu..."
-Next episode -
Selamat membaca ya
Semoga kalian suka dengan ceritanya ya
Jangan lupa jaga kesehatan kalian yaa tetap taati protokol kesehatan
Pakai masker
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentarnya