Laki Laki Pilihan Ayah

Laki Laki Pilihan Ayah
Obrolan Malam


__ADS_3

~happy reading~


Kegiatan Seharian healing di tutup dengan makan malam di rumah makan khas Sunda yang ada di Magelang, tempat makan lesehan, menyajikan makanan berbahan dasar ikan. Mama sangat antusias, di pilihannya banyak olahan ikan, dari ikan bakar, ikan asam manis, ikan goreng, pepes ikan semua di pilih untuk kita semua.


"Tenang-tenang kali ini saya yang terakhir" ucap papa karena terlalu senang dengan kegiatan hari ini.


" Yeah...makasih papa/om/mas/pak" ucap serempak yang ada disitu.


"Kita harus bikin jadwal berlibur kayak gini nih, tapi nyewa bis aja biar ngak cape nyetir." ucap papa di setujui oleh mama.


"Ayo bikin planning akhir tahun di Jogjakarta gimana?" ucap varell


"Wah atur Rell, Om setuju" ucap papa


"Ok om bakalan varell atur" sambil menunjukan dua jempol tangannya ke atas.


Tiba-tiba istri om Damar berbicara, ternyata dia meminta maaf atas kesalahannya, karena bersikap sok sombong.


"Maaf sebelumnya, saya mau bicara!" ucap mama dari Siska itu.

__ADS_1


"Saya mau minta maaf, atas sikap saya kemarin kepada kalian semua, mungkin sikap saya kemarin terlalu sombong dan sok yang bikin kalian semua jengkel, saya juga minta maaf ke Siska anak saya, maafin mama ya nak, yang belum bisa mendidik kamu dengan baik. " ucap mama Siska, langsung Siska memeluk mamanya.


"Yang udah, ya udah sekarang kita semua kan keluarga , jadi harus saling mengingatkan, saya juga mohon maaf kalau ada salah sama kamu" ucap ibu pada mama Siska.


"Mbak ngak ada salah sama saya, malah saya yang dari dulu sering dibantu sama mbak


maaf ya mbak" ucap mama Siska dan ibu menjawab dengan menganggukan kepala.


Selesai maaf memaafkan, pas sekali dengan datangnya pesanan makanan. Kami makan dengan lahap dan diselingi dengan becanda dan obrolan-obrolan ringan.


Benar kata papah, papah yang membayar semua tagihan makan malam ini, mama juga sempat membungkus beberapa makanan untuk dibawa pulang karena takut nanti ada yang masih lapar.


Jam menunjukan pukul 11 malam, mereka semua baru sampai di rumah. Tanpa menunggu lama, mereka bebersih dan langsung istirahat. Berbeda dengan orang yang berad disalah satu kamar.


"Ngak gratis lo sayang, ada bayarannya" mas Arya sambil memutar badan dan memelukku


"Ih... jahat bener sama istri sendiri." ucapku cemberut.


"Ini... nih.. orang yang pikirannya pendek." dikecupnya bibirku dan dilumatnya, hingga aku kehabisan nafas.

__ADS_1


"Hos.. hos.. hos.. mas mah jahat" ucapku marah


Mas Arya memelukku erat.


"Sayang bayarannya cuma 1, kamu tetap ada disamping aku baik suka maupun duka." ucap mas Arya sambil mencium keningku.


"Sayang kuq muka kamu merah, kenapa sayang?" ucap mas Arya sambil tersenyum.


"Ngak papa mas" aku lepaskan pelukanku dan menuju tempat tidur untuk istirahat


"Eh.. eh.. ngak boleh tidur dulu, harus bayar ini ," langsung diterjangnya aku di ata tempat tidur di ciumnya semua wajahku..


"Mas cape." ucapku


"Tenang sayang, kamu tinggal dibawah saja, biar aku yang memainkan" ucap mas Arya dengan kabut gairah yang tinggi.


"Mas...Arghhh" ucapku mendesah karena sensasi yang dibuat mas Arya.


"Mas... mas.."

__ADS_1


...----------------...


maaf digantung dulu ya, lagi fokus di dunia nyata efek akreditasi jadi panitia yg setiap hari di depan laptop, ngetiknya laporan bukan cerita.. mohon doanya ya teman teman semua


__ADS_2