Laki Laki Pilihan Ayah

Laki Laki Pilihan Ayah
Siska lagi


__ADS_3

~Happy Reading~


Selesai ziarah ke makam ayah, aku dan mas Arya pulang ke rumah. Sesampainya dirumah, kami membersihkan diri dan mandi.


"Mas laper ngak?" ucapku setelah melihat suamiku keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan handuk tanpa menggunakan baju, dan itu membuatku terpesona dengan badan mas Arya.


"Iya sayang laper, kamu ambilin ja ya makannya biar kita makan dikamar aja. Mas mau ngerjain laporan dulu sebentar". ucap mas Arya sambil berjalan kearah tempat tidur, dimana pakaiannya sudah aku siapkan.


"Ya udah, Vani ambil makanannya dulu ya sayang" aku bangkit dari tempat dudukku dan menuju pintu keluar. Tiba-tiba tanganku dicekal oleh mas Arya, dan memelukku dari belakang.


"I love You sayangnya mas" ucap mas Arya sambil memelukku erat


"Hmmm love you too mas" ucapku malu.


"Mas udah lepasin dulu mau ambil makanan buat mas, biar cepet aku juga laper mas" ucapku dengan mencoba melepas tangan mas Arya.


"Kiss dulu donk, belom di kiss dari pagi ini." ucap mas Arya


Aku berbalik badan dan mencium pipi mas Arya.

__ADS_1


"Kok pipi sih sayang?" ucap mas Arya merajuk


"Trus?" jawabku, dan mas Arya menunjuk ke arah bibirnya. Akhirnya aku kecup bibirnya sekilas, karena yakin pasti bakalan minta lebih kalau sudah ciuman bibir.


"Ok aku kebawah dulu ambil makanan nanti keatas lagi ya sayangnya aku" ucapku manja sambil berlalu pergi dari kamar.


.


Awas aja nanti malam, bakalan aku gempur abis abisan. Batinku sambil aku memakai pakaianku.


Saat hendak ke dapur samar-samar aku mendengar suara orang menangis, kalau dari arahnya dari kamar tamu. aku mencoba mendekat dan sedikit membuka pintu, Siska yang terlihat didalam sedang duduk di bawah sambil memeluk lututnya.


Kenapa Siska. batinku


"Ngak usah ganggu gue, puas kan loe udah buat gue diomelin papa, puas Lo" Siska marah- marah ke aku tanpa aku tau duduk permasalahannya apa.


"Hei.. hei.. maksudmu apa sis, gue puas kenapa? hah!" bentak ku dengan nada tinggi, untuk saja pintu kamar sudah aku tutup


"Semua gara-gara lo, kalau elo ngak pinter, gak bakalan papa muji-muji loe trus, panas kuping gue.. yang anak papa gue, elu oangue sih? " tangis Siska mulai pecah..

__ADS_1


Kupeluk Siska walaupun dia berontak, tetap ku peluk sambil ku usap pundaknya.


"Gue ngak pernah tau bokap loe muji-muji gue trus. Loe ngak tau kehidupan gue bagaimana, lebih enak elu mau minta apa aja pasti dikasih sama bokap lu, sedangkan gue.. gue haru berjuang sendiri dapetin itu semua" sambil menangis aku mencoba meluapkan segala unek-unek yang ada di pikiranku supaya dia sadar.


"Harusnya gue yang iri sama elu, laptop yang gue pake itu bekas elu, baju-baju bagus gue bekas elu, trus apa yang bisa gue banggain?" sambil lepas pelukanku ke dia, Siska hanya menatapku.


"Selama ini apa elu tau itu Sis?" ucapku lagi.


"Ma..maksudmu apa Van?, jadi selama ini baju-baju bekas gue barang-barang bekas gue, sama papa dikasih ke elu?" Ucap Siska dan aku hanya menganggukan kepalaku.


"Gaji polisi berapa sih Sis? belum biaya kemarin gue kecelakaan, bokap gue harus keluar duit banyak. gue dari SD udah diajarin hidup hemat Sis, gue mau apa-apa harus nabung dulu, cuma otak yang bisa gue pake supaya gue bisa dapet beasiswa. biar ngak membebani bokap gue sis." panjang lebar aku jelasin ke Siska supaya dia paham.


Siska terdiam, mungkin dia sudah menyadari kesalahan dia.


"Gue minta maaf kalau karena gue elu jadi kena marah sama om Damar, nanti gue coba bilang ke om Damar!" Aku bangkit dari duduk, dan keluar dari kamar.


"Mbak... maafin aku" Siska tiba-tiba bangun dan lari meluk aku.


...----------------...

__ADS_1


Hayoo Gimana selanjutnya....


jangan lupa tetep baca novelku ini ya


__ADS_2