
~Happy reading~
" He.. he.. he.. maaf Tan kan ngak pernah komunikasi, kalau komunikasi sama orang sini nanti ujung-ujungnya pinjem uang papa" ucap Siska dengan santainya
aku melihat om Damar sudah marah sekali dengan kelakuan Siska.
" Maaf ya Sis, apakah selama ini Tante dan keluarga Tante suka pinjem duit kamu? ngak kan jadi ngak usah bicara kayak gitu! " ucap ibu dengan nada agak tinggi.
" Loh.. mba ngak usah marah lah, Siska masih bocah mbak!" ucap ibu dari Siska.
" Dan asal kalian tahu, Arya itu suaminya Vani, suami sahnya agama dan negara," ucap ibuku kembali lantang.
mama hanya bisa mengelus tangan ibu supaya reda marahnya.
" Iya benar ibu, Arya anak saya ini suaminya Vani" ucap mamaku membela
" Ach ngak percaya aku, masa sih mau sana cewe kayak Vani, mending juga aku. " ucap Siska
Om Damar disini hanya mengelus keningnya mungkin pusing dengan kelakuan anaknya yg ngak tahu diri itu.
" Vani.. Arya maafin sikap mereka ya " ucap om Damar yang meminta maaf ke aku dan mas Arya
" Ih.. papa apaan sih minta maaf segala ngak ada yang salah kan aku ngomong.. " ucap Siska
__ADS_1
" Kamu sama mamamu hari ini balik ke Kalimantan " ucap om Damar tegas.
" Mama ngak mau ya pa. mamah belum jalan-jalan disini, apa kata temen-temen mama nanti disana? " ucap Tante Rosa istri om Damar.
" Bukan urusan papa mah!, sudah kalian masuk kamar sana" ucap papa
" Oh.. iya tan, aku mau tidur di kamar yang ujung donk, dikamar tamu sempit bertiga " ucap Siska dengan pedenya.
" Ngak bisa itu kamar Vani, ngak boleh ditempatin yang lain" ucap ibu.
" ishhh Tante ngak asik" ucap Siska
Setelah kepergian Tante Rosa dan Siska, Om Damar Kembali meminta maaf ke kami atas sikap istri dan anaknya, diapun menjelaskan kenapa sikap istri dan anaknya berubah, ternyata dahulu, saat om Damar baru selesai menikah, beliau merantau ke Kalimantan, dan istrinya di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, yang menghina kalau om damar itu miskin.
Sampai katanya Ayah turun tangan datang ke Semarang untuk menengok Tante Rosa bersama ibu, dan karena itu terkuat semuanya kalau uang yang selama ini di transfer untuk kehidupan Tante Rosa dan anaknya yang baru lahir itu di makan oleh kakak kandungnya sendiri, setelah 40 hari lahiran, om Damar langsung memboyong keluarga kecilnya ke Kalimantan dan menetap di sana sampai sekarang.
Karena kejadian itu om Damar memanjakan istri dan anaknya, dan berlanjut jadi sekarang ini, jadi orang yang sombong, dan ngak mau kalah dengan orang lain.
Setelah selesai bercerita, akhirnya kamipun diminta istirahat, mama, papa dan Diba menempati kamar varell adikku, dan varell tidur dengan ibu.
" Maafin sikap keluarga aku ya mas" ucapku ke mas Arya setelah kita sampai dikamar kita
" Iya sayang, tenang aja isi hatiku hanya kamu seorang sayang" ucap mas Arya menggombal kepadaku
__ADS_1
" Haisss gombal mulu.
" ucapku
" Ngak gombal sayang, kalau kamu belah hati aku terukir namamu sayang" ucapnya kembali
" Mas, aku ngak mau jadi janda muda ya!" ucapku
" Emang kenapa dek" ucap mas Arya
" Tadi kamu nyuruh aku belah hati kamu, ya kamu mati lah" ucapku sambil tertawa..
" Hmmm istri mas udah pinter ini ya.. Pinter godain.." ucap mas Arya sambil menggelitik pinggang aku.
" Ampun mas... ampun" ucapku sambil tertawa.
......................
...----------------...
...****************...
Ini ada beberapa BAB di ulang, tapi akan ada perubahannya kuq.
__ADS_1
Jangan lupa ybaca dan dikomentari supaya menjadi masukan untu authot