
~Happy reading~
Keesokan harinya tepat 40 hari ayah, tahlilan akan dilaksanakan sore hari ba'da ashar. Untuk besek dan Snack sudah diatur oleh ibu, dan dibantu tetangga dan saudara kami.
Pagi ini aku dan mas Arya berniat untuk ke pasar membeli bunga untuk ziarah ke makam ayah.
" Mau kemana kalian pagi-pagi gini sudah rapi" ucap Siska kepadaku dengan gaya kecentilan menggoda mas Arya
" Mau tau aja, apa mau tau banget " jawabku masih kesel ngeliat tingkah si Siska ini.
" Ih.. Lo ya ma saudara begitu." ucap dia kesel
" Lah Lo juga bikin gara-gara semalam apa maksud loe ngatain gue? " ucapku sambil emosi
" Sayang udah... ngak boleh marah-marah ya" ucap mas Arya sambil mengelus tanganku.
" Tuh mas ketauan kan bejatnya istrimu, ceraikan aja, istri koq bar-bar kayak gitu! " ucap Siska
" Mau loe apa sih? dari gue sampe Ampe sekarang ganggu gue mulu!" ucapku langsung di sela mas Arya
__ADS_1
" Sayang... inget ngak boleh marah-marah ya" ucap mas Arya
" Ada apa ini pagi-pagi ribut" ucap om Damar
" Papa itu si Vani yang ngajak ribut duluan " ucap Siska
" Maaf ya om selama ini saya tinggal di rumah dan saya kuliah dijakarta ngak pernah ribut ribut kayak gini kalau ngak ada biang keroknya, om pasti paham lah dengan yang aku omongin " ucapku
" Kamu bikin ulah apa lagi Siska" ucap om Damar
" Vani tuh ngak pantes sama mas Arya, mas Arya itu pantasnya sama aku pah. suruh mereka bercerai pah, biar mas Arya sama aku!" ucap Siska
Aku dan mas Arya hanya bengong menjatuhkan rahang.
" Mohon maaf sebelumnya om Damar kalau saya ngomong kasar ke putri om, dari kemarin saya Masih menghormati kalian sebagai tamu disini. " ucap kembali mas Arya
" Jadi perempuan yang elegan dan mahal, jangan jadi perempuan murahan dengan meminta kepada lelaki, dan jangan pernah jadi duri dalam rumah tangga gue, kalau itu terjadi elu akan tau akibatnya" ucapku dengan nada penuh tekanan.
" Sudah ayok sayang kita berangkat " ucap mas Arya sambil menarik tanganku,
__ADS_1
" Permisi om" ucap kami bersamaan
Kami berangkat menggunakan mobil untuk ke pasar. Sepanjang perjalanan aku diam, ngak tau apa yang aku pikirkan.
" Sayang kamu kenapa, koq dari tadi diem aja" ucap mas Arya
" Ngak tau kena kepikiran omongannya Siska, mas!" ucapku
" Ngapain mikirin ucapan orang sayang, kita yang menjalani, pantas tidaknya itu ya kita yang menjalani, kita yang merasakan sayang. " ucap mas Arya
" Tapi ..." ucapku dipotong mas Arya
" Sayang, cuma kamu yang da dihati mas, mas menikah sekali seumur hidup, sampai maut memisahkan kita. " ucap mas Arya
" Makasih ya, mas sudah sayang aku" ucapku sambil memeluk lengan mas Arya yang lagi menyetir.
Sepanjang perjalanan rumah sampai ke pasar memakan waktu 20 menit, aku menelfon ibu untuk menanyakan siapa tau ada yang mau dititip. Ternyata ibu menitip belikan buah buahan buat tambahan.
akhirnya kamipun berkeliling pasar, dan jangan lupa beli bunga untuk ziarah kemakam ayah.
__ADS_1
...----------------...
lanjut malam lagi ya guysss jangan lupa coment dan giftnya biar semangat menulisnya