
~happy reading ~
" Ade kita ini kan sudah menikah walaupun baru nikah bawah tangan tapi bagi aku itu sudah janji suciku kepada Allah, Adek Gak boleh berpikiran buruk ya karena mas gak ada disitu" tanyaku
" Iya mas.. kita sama sama ya"
"Sama sama apa de.." tanyanya
" Gak mas. gak papa .. mas lagi ngapain " tanyaku basa basi ke suamiku
" Mas baru nyampe di bandara de. tadi abis dari pemakaman mas langsung ke bandara " jawabnya
" Hati-hati ya mas mmmm, ya sudah aku tutup dulu ya telponnya, waalaikumsalam " .. ku tutup telponnya.
Setelah selesai telponan dengan mas Arya, aku melupakan sahabatku Rara.
Ada 80 panggilan tak terjawab dan ada 10 WhatsApp dari dia..
Akhirnya ku balas wa dia
" Assalamualaikum Ra.. maaf baru balas
ayahku udah gak sakit lagi ya Ra, ayah udah gak ada Ra. Minta doanya ya agar dilapangkan kuburnya " maaf ijinin aku ya 3 hari ini aku masih di magelang. "
isi percakapan Whatsapp ku untuk ke Rara
Sudah mau Maghrib akupun keluar kamarku ternyata ada beberapa tamu yang masih datang untuk mengucapkan belasungkawa, aku belum lihat verrell lagi. Kucari dia ternyata dia ada dikamar, ku yakin dari semua dia yang down banget karena meninggalnya ayah tapi dia berusaha kuat dan tegar. Aku jalan mendekat ke tempat tidur verrell dia tidur miring sambil memeluk figur ayah
" Ade. bangun yuk " aku mencoba membangunkan dia
__ADS_1
"uhhhhhh mba...." dengan suara yang agak serak dia bangun dari tidurnya
" maaf mba bangunin kamu udah mau Maghrib, kamu mandi sana" ucapku
" insyaallah kita bisa wujudkan cita cita ayah yah Rel" dibalas anggukan oleh adikku itu
"ya udah mbak keluar dulu ya, kamu jangan tidur lagi "
"iya mbak " jawab adeku
aku keluar ngeliat beberapa saudara lagi bantuin untuk tahlilan untuk ayahku nanti malam. Tahlilan dilakukan bada isya.
aku duduk didepan tv, dimana ada beberapa saudara yang lagi duduk juga disitu sambil nonton televisi tiba tiba ada suara ketukan pintu. Dibukalah sama salah satu saudaraku
" Assalamualaikum, " salam dari tamu itu
" Waalaikumsalam mas. maaf cari siapa ya" tanya saudara ketemu tersebut
trus saudaraku mempersilahkan tamu itu untuk masuk dan duduk, saudaraku masuk ke ruang keluarga dan memberitahu
katanya tamunya nyariin aku mau takziah.
aku pun keluar dan kagetnya aku ternyata yang datang adalah mantan terlaknat..
" eh.. mas henu " sapaku tanpa basa basi lagi.
" eh Vani Gimana kabarnya " tanyanya yang bikin ilfeel
" baik mas, ada apa tumben kesini" tanyaku
__ADS_1
" mas mau ngucapin turut berduka cita ya atas meninggalnya ayah kamu" ucapnya
"owh iya mas makasih mohon dimaafkan juga kalau ayah punya salah sama kamu." jawabku
" owh iya de" jawabannya
" Ade.. mas mau minta maaf sama kamu, mas masih sayang sama kamu, mas mau kita kayak dulu lagi de. " ucapnya
aku kaget kenapa ini orang ngomong begitu gak mikir kesalahan apa yang sudah dia buat yang bikin sakit hatiku
" mas udah dimaafin, tapi maaf aku gak bisa balik lagi sama mas" jawabku
" kenapa de, kita kan saling sayang de udah gak ada yang ngelarang kita Lo?" cecarnya
" maksud mas apa mentang mentang ayah udah gak ada mas bisa ngomong begitu. hah" jawabku dengan nada agak tinggi
" gak gitu de" dia berusaha mengambil tanganku dan nenangin aku
" awas.. minggir...
----------------
jangan lupa like dan komentarnya yaaa.
jangan lupa juga kasih hadiahnya buat author biar semangat nulisnya nih.. he.. he.. he..
buat yang udah kasih hadiah author ucapkan banyak terimakasih...
karya pertama author semoga para readers suka ya
__ADS_1
ambil sisi positifnya buang sisi negatifnya yaa...
semangat untuk kita semua jangan lupa jaga kesehatan ya