Laki Laki Pilihan Ayah

Laki Laki Pilihan Ayah
HILANG SATU DATANG LAGI YANG LAIN


__ADS_3

~happy reading~


Setelah kejadian Dewi, kehidupan kami kembali normal, aku dan mas Arya selalu mengedepankan komunikasi, itu petuah yang selalu diberikan oleh ibu dan ayah, dan ternyata sebelum ayah meninggal, beliau juga memberikan nasehat seperti itu ke mas Arya.


Makanya sekarang mas Arya lebih banyak komunikasi.


Apalagi ritme pertemuan kami lebih banyak di sore dan malam hari, karena aktifitas mas Arya yang lebih banyak di pagi dan siang hari.


Kalaupun siang pasti karena mas Arya memintaku untuk datang ke kantor nganter makanan.


Seperti siang ini, untung saja aku sudah masak, tiba tiba mas Arya telfon


" Assalamualaikum sayang " ucap mas Arya


" Waalaikumsalam mas" ucapku


" Sayang, hari ini bisa ke kantor ngak bawain bekel, mas pengen makan siang bareng kamu yank" ucap mas Arya


" Iya.. iya.. nanti aku ke kantor, bawa bekelnya yang ada aja ya? " ucapku


" Iya sayang, yang penting mah sayang ada disampingku, udah kenyang yank" ucap mas Arya


" Gombal kamu mah, ya udah ya wassalamu'alaikum" ucapku


" Waalaikumsalam sayang muacchhh" ucap mas Arya

__ADS_1


Langsung ku tutup telfon mas Arya karena geli dengan ke bucinannya.


Akhirnya aku kekantor mas Arya, seperti biasa ku sapa semua karyawan mas Arya karena memang kami sudah kenal.


Sedang asik berjalan mau masuk kedalam lift, tiba- tiba ada yang menyenggol bahuku


"Astagfirullah " ucapku


" Sori " ucap perempuan yang menggunakan pakaian kurang bahan itu.


" Kalau jalan jangan sambil mainan hp kak " ucapku agak kesal, karena cuma sori doank, kesel rasanya.


Dia cuma jalan ja, tanpa memperdulikan ucapku. Akhirnya aku masuk kedalam lift dan ngak sengaja didalam lift, melihat perempuan masih telfonan entah dengan siapa, dengan suara kenceng lagi.


Tapi yang aku dengar dia meyakinkan orang yang ditelepon bakalan dapetin mas Arya.


Keluar lift aku langsung menuju ruangan mas Arya, ku sapa mba Shinta yang ada didepan ruangan mas Arya


" Siang mba shinta!, aku masuk keruangan mas Arya ya? " ucapku


" Siang juga Bu bos, silahkan Bu bos " ucap Shinta sambil kita berdua tertawa.


Saat aku memegang handle pintu mau masuk tiba-tiba dari belakang ada yang menegurku


" Eh.. mba mau nganter makanan ya? sini biar gue ja yang anter kedalam " ucap perempuan itu

__ADS_1


" Ngak usah mba biar saya saja!" ucapku


" Dikasih tau ngeyel banget sih, biar sini gue aja yang anter yang didalam itu calon suami gue" ucap perempuan itu lantang.


Aku cuma bisa menggelengkan kepalaku.


hilang 1 ulet bulu datang ulet bulu yang lain, batinku


" Ada apa ini? " tiba-tiba pintu terbuka dan keluarlah mas Arya dan secara bersamaan perempuan itu pura pura terjatuh.


Ingin ketawa sebenernya lihat acting perempuan ini, belum tau gue siapa, batinku.


Dibelakang ku mba Shanti sudah mencolek colek badanku ngak ngerti kenapa!.


" Sayang, kamu sudah datang kuq ngak langsung masuk!" ucap mas Arya kepadaku


" Aku mau masuk tapi bekel makan mas tadi mau diambil sama perempuan itu". ucapku sambil menunjuk perempuan yang sedang dalam posisi terjatuh.


" Mawar? kenapa lu jatuh" ucap mas Arya


" Aku di dorong dia ya" ucap perempuan yang di panggil mawar oleh mas Arya itu sambil menunjuk aku.


" Ha.. ha.. ha.. mba kalau menghayal jangan tinggi tinggi nanti jatuhnya sakit. " ucapku


" Udah ayok sayang masuk, kita makan, aku sudah lapar ini" ucapku.

__ADS_1


...----------------...


cukup segini dulu ya...


__ADS_2