Laki Laki Pilihan Ayah

Laki Laki Pilihan Ayah
Permintaan Maaf Siska


__ADS_3

~Happy Reading~


Isi makanan yang dibawa pulang tahlilan ada nasi kotak, kue, air mineral, buku Yasin. Yang dimakan di rumah ibu buat nasi soto ayam.


Alhamdulillah acara tahlilan 40 harian ayah berjalan dengan lancar. Malah makanan berlebih karena banyak tetangga yang datang menyumbang makanan, akhirnya makanan-makanan sisa dibagikan.


Setelah selesai acara tahlilan kami semua membereskan bekas acara tahlilan, hingga adzan Maghrib berkumandang, yang laki-laki berangkat ke masjid dan yang perempuan dirumah.


Setelah Maghrib kami semua berkumpul di ruang keluarga, rencana makan malam dilakukan di ruang keluarga dengan lesehan.


"Mantap ini, jarang-jarang kita makan lesehan" papa yang sedang menggeser bangku supaya muat untuk makan bersama.


"Iya pah, apalagi kalau liwetan" Diba menimpali ucapan Diba dan dianggukan oleh varell.


"Iya Dib bener ni liwetan enak bener di bawa pohon lagi makannya, ditambah ikan bakar, uh.. mantap banget" ucap varell sambil membantu menggelar tikar.


"Makanan datang" ucapku sambil membawa makanan dari dapur.


"Wah enak banget ini sayang, jangan lupa makan sepiring berdua ya." ucap mas Arya sambil mengambil makanan untuk dimakan sepiring berdua.

__ADS_1


kami semua makan dengan hikmat dan diselingi candaan-candaan dari Varell dan Diba. Mereka ini klop banget, dan cocok satu sama lain, sebagai partner game.


Selesai makan kami masih duduk-duduk untuk mengobrol bersama dan merencanakan untuk jalan jalan ke candi Borobudur esok hari.


"Tumben ni ngak ada yang ngajak ribut dari tadi" ucap varell didenger oleh semua keluarga yang ada disitu.


"Varell.." tatapan ibu sudah tajam melihat varell


"Mbak Vani... " yang lain kaget mendengar ucapan Siska ke aku.


"Hmmmm" ucapku sambil tersenyum melihat tingkah orang yang ada diruangan, yang kaget.


"Varell mbak, godain aku Mulu" ucap Siska manja


"Wah.. wah.. ada perubahan apa ini?" ucap varell sambil melirik ke arahku.


...----------------...


Aku meminta maaf ke semua keluarga yang ada di tempat itu, tentang sikapku selama ini. aku juga menceritakan niatnya kuliah di magelang, dan di tentang oleh mama. Alhamdulillah papa setuju, karena mungkin melihat perubahan padaku.

__ADS_1


"Makasih ya mbak Vani, udah buka pikiranku, maaf udah bikin marah mbak trus" aku peluk mbak Vani dengan erat.


"Harus semangat, ngak boleh berpikiran jelek trus tentang orang lain" mbak Vani menasehati.


Aku melihat kearah papa yang tersenyum kepadaku. senang rasanya melihat kembali senyum tulus dari papa.


"Maafin Siska ya pah" ucapku sambil melangkah kearah papa dan memeluk papa.


"Papa dukung kalau kamu mau kuliah disini, berusahalah jadi lebih baik lagi, maafin papa yang belum bisa membimbing kamu" ucap papa sambil mengelus kepalaku.


"Makasih pah" ucapku.


Mama mendekat ke arahku dan memelukku


"Maafin mama ya sayang salah mendidik kamu, maafin mama ngak sering ngak ada waktu buat kamu, Maaf ya sayang" ucap mama sambil menangis memelukku.


Mereka semua terharu melihat kejadian ini, sampai tante ikut menitihkan air matanya.


"Ok sedih-sedihannya udah cukup, waktunya istirahat, besok katanya mau ke candi Borobudur."ucap Mbak Vani sampai semua orang melihat kearah mba Vani.

__ADS_1


...----------------...


Clear juga akhirnya permasalahan dengan Siska yang berujung saling memaafkan. Ngak salah tadi siang aku menghubungi om Damar, untuk menceritakan kejadian tadi pagi antara aku dan Siska. Om Damar menangis mendengar penjelasan ku.


__ADS_2