Laki Laki Pilihan Ayah

Laki Laki Pilihan Ayah
Semua keinginan


__ADS_3

~happy reading~


(POV Aditya)


Namaku Aditya Hermawan, aku merupakan keponakan dari bapak Herman dan ibu Asti, aku anak dari kakak Bu Asti.


Sejak kejadian 23 tahun silam Diman kedua orang tuaku mengalami kecelakaan dan menyebabkan mereka meninggal dunia. Dari kejadian itu cuma keluarga ayah Herman dan ibu Asti yang mau merawat aku, dan akhirnya aku diangkat anak oleh ayah dan ibu.


Aku tumbuh bersama dengan kedua anak ibu dan ayah, Vani dan varell sudah seperti adik kandungku sendiri. Cita-cita kamipun sama, ingin sama-sama menjadi Polisi seperti ayah.


Aku dan Ayah adalah orang yg over protective ke Vani. Dari Vani SD sampai SMA kami satu sekolah biar dapat pengawasan. Kami berdua hanya berbeda 1 tahun saja. Hanya saja setelah aku lulus Sekolah SMA, aku fokus Latihan untuk masuk Akpol, sebenarnya aku baru bilang ke ayah waktu itu mau mendaftar Akpol. Rencana bersama Ayah aku menunggu 1 tahun lagi untuk mendaftar, dan. selama 1 tahun menganggur digunakan untuk latihan jasmani, fisik, dan mental.

__ADS_1


Masa SMA itu Vani dekat dengan temen satu angkatanku namanya Henu, kalau kata orang mungkin mereka pacaran, tapi ayah dan aku cuma menganggap mereka berteman.


Henu tau cita-cita adikku itu, dan dia juga SM ingin mendaftar polisi, yang bedanya dia daftarnya bintara.


Di Tahun kelulusan adikku, dia mengalami kejadian yang menyedihkan yang menyebabkan dia kecelakaan, kaki kanan patah, bahu retak. Cita-citanya menjadi polisi pupus sudah, disaat yang bersamaan aku keterima Akpol.


Itu dimana fase terberat untukku karena disisi lain takut buat adik kesayanganku murung karena dia ngk bisa daftar polisi lagi.


"Yah.. gimana ini, perlu ngasih tau adek ngak kalau mas lolos, mas ngak mau adek keinget cita-citanya, gimana yah" tanyaku kepada ayah setelah hasil kelulusan keluar.


hal yang harusnya jadi berita bahagia, tapi harus jadi berita sedih juga.

__ADS_1


Di hari Dimana keberangkatan ku untuk mengikuti pendidikan Akpol, aku berbohong kepada adikku yang masih di RS, dengan alasan keterima bekerja di Papua.


Dia sedih, aku pun sedih melihat adikku menangis. Aku harus kuat buat bahagiain ayah dan ibu.


Aku diantar oleh Ayah ketempat pendidikanku di kota Semarang.


setiap pesiar Ayah yang datang menjengukku dan juga kadang dengan ibu. karena kondisi adikku yang akhirnya melanjutkan kuliah di Jakarta. Adikku Verrell tahu kalau aku seorang taruna Akpol dan sebentar lagi menjadi perwira, karena semenjak adikku Vani di Jakarta setiap pesiar aku wajib pulang ke rumah.


Setelah kelulusan dari Akpol aku langsung ditugaskan menjalani misi perdamaian dunia di Lebanon, selama 2 tahun.


hampir 2 tahun kujalani misi perdamaian ini, aku mendapatkan kabar duka, jika ayahku meninggal dunia. Seketika hidupku seakan runtuh. Orang yang selalu terdepan membelaku, orang yang selalu memprioritaskan aku, yang padahal aku hanya ponakan bukan anak kandungnya. sudah pergi untuk selama-lamanya. Yang bisa kulakukan hanya bersujud dan berdoa mendoakan keempat orang tuaku.

__ADS_1


seminggu lagi adalah hari kepulanganku ke Magelang. Ada haru dan rasa takut bertemu dengan adikku Vani. Tapi itu semua harus tetap di lalui, dan ternyata kedatanganku bertepatan 40 harian ayah.


maaf guys baru on lagi .... setelah selesai dengan dunia nyata


__ADS_2