
~Happy reading ~
Setelah menempuh perjalanan jauh akhirnya mobil kami sampai di rumah ibu. Setelah sempat istirahat lagi dan gantian yang menjadi supir, selanjutnya mas Arya yang membawa mobil, karena sudah di ultimatum oleh mama.
#rest area 2
" Arya jangan nyuruh istrimu bawa mobil? dia kan perempuan, gimana sih kamu? " ucap mama
" Mah, kasihan kalau mas Arya yang bawa mah, tadi mas Arya sudah cape mah, makanya gantian biar aman mah" ucapku.
" Emang mama mau kami kenapa kenapa gitu? " ucap mas Arya
" Ya ngak gitu ya" ucap mama
" Mah udah ya, nanti abis ini Arya lagi kuq yang bawa mobilnya" ucap mas Arya.
Sesampainya dirumah, kami disambut ibu dan adikku Varell. Ibu menangis memeluk aku. Dan akupun ikut menangis
" Sudah jangan pada menangis.. harusnya senang sudah sampai dengan selamat " ucap mama sambil memeluk ibu.
" Iya mbak, ayo semuanya masuk. " ucap ibu
__ADS_1
" Ini gadis cantik satu lagi, pasti Diba ya sayang" ucap ibuku menebak Diba yang sedang menggandeng tangan mama.
" Iya Tante, kenalin Diba adiknya mas Arya. " ucap Diba.
Kamipun dipersilahkan masuk kedalam rumah, dan beristirahat di ruang keluarga.
Ternyata di rumah sudah ada beberapa keluarga termasuk om Damar Adik ayahku yang dari di Kalimantan. Pada saat ayah meninggal beliau tidak bisa hadir karena sedang ada kegiatan, dan baru bisa hadir pada saat 40 harian ayah.
Akupun bersalaman dengan om Damar dan keluarganya, kami memang tidak terlalu dekat, karena kami jarang bertemu dan juga keluarga istrinya om Damar tipikal orang yang mau dengan dengan yang berduit, kalau tidak ngak bakalan mau dekat. Maka dari itu ayah ngak terlalu memperdulikan itu semua, dan ngak pernah minta bantuan ke om Damar.
Lagi asik duduk sambil istirahat tiba-tiba datang dari lantai atas perempuan seusiaku menggunakan celana diatas lutut dan tangtop.
"Tan, minimarket di sini dimana ya ?? " ucap perempuan tadi yang kalau diperhatikan seperti Siska anaknya om Damar, karena pernah waktu itu diajak kerumah sama om Damar.
" He.. he.. he.. maaf pah!, eh ada tamu " ucap Siska
Dan dengan pedenya dia duduk disamping mas Arya
" Halo nama aku Siska senang bertemu, namamu siapa ?" ucap Siska dengan memberikan tangannya untuk berjabat tangan.
Mas Arya mengambil tanganku dan diberikan ke Siska, "Saya Arya" ucap mas arya
__ADS_1
Ih.. kuq dia sih yang salaman.
" Siska, yang sopan" ucap om Damar
" Ih ayah, Tante ini saudara tante ya, boleh donk dijodohin sama aku, aku kan cantik" ucap Siska dengan pedenya.
Aku dan mas Arya hanya bengong mendengar ucapan Siska.
Sepertinya Siska tidak tau kalau mas Arya itu suamiku, batinku
" Siska yang sopan kamu" ucap om Damar membentak Siska, dia terdiam dan hanya senyum-senyum saja.
" Papa.. " ucap Siska pelan.
Ibu mengambil alih pembicaraan, Siska kamu lupa sama Vani sepupu kamu, itu yang di samping nak Arya itu Vani, masa lupa sama sepupu sendiri" ucap ibuku
" He.. he.. he.. maaf Tan kan ngak pernah komunikasi, kalau komunikasi sama orang sini nanti ujung-ujungnya pinjem uang papa" ucap Siska dengan santainya
aku melihat om Damar sudah marah sekali dengan kelakuan Siska.
...----------------...
__ADS_1
oke guys insyallah sore up ya