Laki Laki Pilihan Ayah

Laki Laki Pilihan Ayah
Lagi-lagi Siska


__ADS_3

~Happy reading~


Setelah kami saling memaafkan, kamipun tidak menganggap lagi permasalahan sebelumnya, karena mungkin memang kesalahpahaman yang membuat hubungan kau dan Siska renggang.


Hampir lupa kalau rencana mau mengambil makanan di dapur, buru buru aku pamit kepada Siska untuk ke dapur mengambil makanan.


"Pagi menjelang siang mah" saat aku melihat mama sedang membantu memasukan kekurangan bingkisan untuk dibagikan ke orang-orang.


"Hy sayang, sudah pulang kalian," ucap mama sambil mengecek ada yang kurang gaknya bingkisan.


"Iya mah, ini laper mau ambil makanan buat aku sama mas Arya" ucapku ke mama


"Ya sudah sana, cepat ambil kalau sudah selesai bantuin mama ya" ucapku .


" Assyap bosku" jawabku dengan gaya hormat ala militer.


Aku membawa satu piring nasi dan lauk dengan takaran nasi bisa 3 centong nasi, karena mas Arya lebih suka makan di piring yang sama, katanya biar romantis he..he..he..


Sampainya di kamar, mas Arya agak cemberut, mungkin kesal karena menunggu terlalu lama. Buru buru aku minta maaf ke mas Arya.


"Maaf ya sayangku agak lama menunggu" sambil meletakan nampan yang aku bawa di meja.

__ADS_1


"Tadi aku ke kamar Siska mas, dia lagi nangis, jadi aku temenin dia dulu, maaf ya sayangku" dengan sedikit rayuan dan ciuman di pipi mas Arya.


Mas Arya meletakan laptop dimeja dan lanjut memegang pundak.


"Sayang ngak di apa-apain kan sama Siska" mas Arya melihat seluruh wajah dan badanku, mungkin takut aku di apa-apain kali ya.


"Ngak mas tenang aja, hubunganku sama Siska udah baikan mas, ternyata kita salah paham, makanya sikap Siska ke aku kyk gitu" jelasku sambil menjelaskan kejadian tadi.


tiba.. tiba..


kriuk... kriuk... kriuk...


Suaraku perut mas Arya, kasihan mas Arya yang sudah menahan lapar. Kami makan bersama dengan mas Arya yang menyuapi aku, sekalian aku buka laptop mas Arya aku pinjam untuk mengecek email bimbinganku.


.


"Tante ada yang bisa dibantu?" ucap Siska manja ke Ibu


"Tumben Sis.. ada angin apa, mau bantuin Tante?" ucap ibuku


"Emang Siska ngak boleh berubah Tan! " ucap ibu

__ADS_1


"Tante boleh ngak Siska lanjut kuliah disini aja" ibu kaget dengan perkataan Siska yang mau minta pindah sekolah disini.


"Emang kenapa disana Sis.!" ucap ibuku


"Siska betah disini Tan, diperhatiin sama Tante, disana boro- boro mama mah sibuk sama teman-temannya." ucap Siska sambil menunduk.


Sebelumnya, pada saat mengambil makanan untuk mas Arya, aku ngak cuma ketemu mama di sana, tapi ketemu ibu juga, jadinya aku ceritain kejadian tadi.


"Kalau Tante terserah kamu sama papamu nak, ya kalau mau disini ya ngak papa Tante malah ada temennya." ucap mama sambil mengelus kepala Siska.


"Makasih Tante" sambil memelukku ibu


.


Sore hari pun berlalu sudah adzan ashar berkumandang, para bapak- bapak pergi ke masjid untuk sholat di masjid, setelah itu bapak-bapak di masjid akan datang kerumah untuk tahlilan.


Kita yang perempuan sholat di rumah, untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk tahlilan.


isi makanan yang dibawa pulang tahlilan ada nasi kotak, kue, air mineral, buku Yasin. Yang dimakan di rumah ibu buat nasi soto ayam.


Alhamdulillah acara tahlilan 40 harian ayah berjalan dengan lancar. Malah makanan berlebih karena banyak tetangga yang datang menyumbang makanan, akhirnya makanan-makanan sisa dibagikan.

__ADS_1


..


Cukup Sekian dulu hari ini lanjut malam atau besok pagi ya guys


__ADS_2