
Maaf sebelumnya para readers semalam ngak bisa up efek lelah dan syok gara gara gagal kontrak novel ini... Dan untuk sebagian sudah direvisi sesuai dengan keinginan editor
...----------------...
Aku benar benar kaget ngak ngerti kenapa bisa mas Arya dapat staf kayak dita gt.
" Maaf mba.." tiba tiba ucapan ku terpotong dengan suara lantang dari belakangku
" Maksudmu apa ngomong kayak gitu ke istri
saya " semua yang ada di lobby itu kaget dengan ucapan mas Arya...
"Apa seperti itu yang diajarkan oleh HRD untuk kalian dalam menerima tamu." ucap mas Arya lagi..
Semua wajah orang orang kelihatan tegang karena kondisi pas sekali orang pulang jumatan. Aku berusaha mengusap tangan mas Arya supaya lebih tenang
" Tadi kamu bilang apa kamu sudah menghubungi sekretaris saya?? " ucap mas Arya sambil mengambil handphone dikantong bajunya dan menghubungi seseorang...
__ADS_1
Ngak lama dari situ datang perempuan usianya diatas mas Arya
" Siang pak maaf ada apa" ucap perempuan itu yang ternyata sekretaris mas Arya
" Mba Sinta saya mau tanya ada tadi dari resepsionis menelfon ke anda" ucap mas Arya
" Maaf pak dari tadi tidak ada yang menghubungi saya pak ,maaf ada apa ya pak ? ucap mba Sinta lagi
"Sebelum saya jumatan apakah mba Sinta sudah menginfokan ke bagian resepsionis kalau istri saya datang diminta menunggu saya ke atas. " ucap mas Arya lagi dengan mata menatap tajam ke arah resepsionis itu
" Apa maksud anda mengusir istri saya , ibu Dita " ucap mas Arya dengan nada penekanan
"Ma. af pak ngak mungkin istri bapak penampilannya seperti ibu itu? " ucap Dita dengan menunjukan tangannya kepada ku
" Ngak usah nunjuk nunjuk istri saya.. memang harus seperti apa istri saya itu? hah" ucap mas Arya agak emosi, kamu tau kesalahan kamu, mau istri saya jelek, cantik, gendut itu bukan urusanmu, untuk kalian semua tetap utamakan ada sopan santun kalian mau itu ke orang yang lebih muda atau lebih tua dari kalian. " ucap mas Arya panjang lebar " untuk kamu kemasi barang barangmu kamu saya pecat"
Suasana menjadi riuh, Dita menangis memohon agar tidak di pecat, selentingan a mendengar bisik bisik orang orang disitu Malah senang Dita dipecat ada yang berucap kualat, ke gatelan , sok berkuasa lah Dan banyak lagi umpatan yang diberikan oleh teman temannya, berarti dia memang kelakuannya begitu ngak punya adab .
__ADS_1
Lagi asik melamun mas Arya menarik tanganku dan mengajakku ke ruangannya..
sesampainya di ruangan
" Mbak Santi kenalin ini istriku" ucap mas Arya sambil memperkenalkan diriku ke mba Santi .
" Wah ternyata ini yang udah merubah si kutub es jadi cair nie," goda mba Santi kepadaku
Aku kaget koq berbeda jauh MB Santi pas dibawah dan diruangan mas Arya
" Aku manggilnya apa ni ya?? kenalin aku Santi sekretaris Arya" ucap mba Santi" pasti kaget ya liat kita di depan staf beda sama disini.
" Panggil Vani aja mba" ucapku sambil tersenyum
" Ya udah, sayang kamu sama mba Vani dulu ya, bentar aku ngecek berkas dulu" ucap mas Arya
" Ayo Van di depan ja kita ngobrol diruangan ku. " ucap mba santi
__ADS_1