Laki Laki Pilihan Ayah

Laki Laki Pilihan Ayah
DUKA YANG MENDALAM


__ADS_3

Panggilan kepada penumpang KA Kertajaya untuk ke peron 3 kereta api akan segera datang ..


Aku tersadar karena panggilan untuk penumpang kereta yang aku tumpangi,


aku bersiap untuk ke peron tempat kereta yang aku tumpangi bersamaan dengan ayah yang mau bicara denganku.


" Mba doain ayah ya.. Ayah udah bahagia sekali sudah bisa nikahkan kamu dengan orang pilihan ayah." dengan Nafas yang agak susah payah Ayah bicara denganku.


" Ayah Vani selalu doain ayah.. ini Vani udah mau naik kereta sebentar lagi Vani ketemu ayah.. ayah harus sehat ayah gak boleh sakit ya." sambil ku tahan tangisanku di depan ayah.


Tiba-tiba aku melihat ayah sesak nafas. dan suara berisik di seberang panggilan video memanggil dokter.


" Mba telpon aku matikan dulu ya " verrell mengambil alih teleponnya.


" Kenapa Rel kenapa.. ayah kenapa Rell " tanyaku sambil aku berusaha tenang karena di tempat umum, mungkin kalau masih di kosan aku udah nangis teriak teriak.


" Ayah gak papa mbak udah mbak ati ati dijalan kami tunggu mba, doain ayah biar cepet sembuh " verrell menenangkan aku.


Sepanjang perjalanan Jakarta Magelang perasaanku campur aduk seperti mimpi aku sudah berubah status dari gadis menjadi seorang istri tapi masih gadis ya, kan belum ....


Ada apa dengan perasaanku seperti ada beban. Sepanjang jalan ku berdoa untuk ayahku supaya kuat dan cepat sembuh, walaupun aku gak tau Ayah sakit apa


semakin mendekat ke Magelang perasaanku semakin gak enak.. seperti akan ada kejadian tapi apa kita tidak tahu..


tiba tiba ada notifikasi wa dari no baru.


" Assalamualaikum de sudah sampai mana ? perkiraan sampai St. Magelang jam 15.00 kan mas sedang jalan ke Stasiun buat jemput Adek. " laki laki yang baru 5 jam menjadi suamiku

__ADS_1


ku balas pesan dia " waalaikumsalam 2 stasiun lagi sampai mas, nanti kalau sudah sampai stasiun saya telpon masnya"


aneh seperti orang asing karena memang orang asing di kehidupanku yang tiba-tiba berubah menjadi bagian kehidupanku.


setelah melewati 2 stasiun tersebut akhirnya sampai juga di tanah kelahiran tempat aku dibesarkan . kuambil nafas dalam dalam harus kuat buat kesembuhan ayah. itu yang selalu aku tanamkan dalam diriku untuk menguatkan aku.


langsung ku hubungi suami onlineku itu


"assalamualaikum mas sudah dimana? " pesan wa untuk menghubungi suamiku


" waalaikumsalam Ade dimana posisi mas di depan Dekat pintu keluar " jawabnya


" ok mas saya sedang jalan keluar " jawabku


pas jalan keluar sambil rencana membalas pesan dari Rara yang menanyakan sudah sampai belum.


aku dikagetkan dengan suami onlineku yang tiba tiba memegang tangan kananku dan langsung diminta untuk cium tangan


" Ade sini tas biar mas bawa ja " tawarnya untuk


kujawab " gak usah mas saya bisa bawa sendiri kok tasku gak berat "


Suami onlineku tetep kekeh untuk dia yang bawa ke mobil tas ransel ku


tetap aja  akhirnya dia yang berhasil.


Aku gak tau harus bersikap bagaimana karena melihat dia juga agak aneh pake baju Koko trus tiba tiba "Dek tas dompet kamu disimpan ja jangan dikantongin ya"

__ADS_1


ku jawab iya mas saya nanti Simpan.


mendekati rumah kenapa ada tenda mau ada acara apa


aku belum tersadar dari kejadian yang sekarang terjadi ada Bendera kuning di depan rumah


aku syok dimobil aku sudah gak karuan ku tanya suami online dia hanya diam


dan buru buru keluar mobil untuk membukakan pintu mobil sisiku


" mas maaf ini ada apa kenapa begini" tanyaku kepada suami onlineku


" Ade yang kuat Ade yang tabah Ayah udah gak sakit lagi. " jawaban suamiku yang membuat aku terdiam dan berteriak


Ayah.........


- next episode -


----------------


Selamat membaca ya


Semoga kalian suka yaaa sama bab ini dan bab- bab selanjutnya.


semoga berkenan untuk kasih like dan komentarnya biar author banyak masukan siapa tulisan author lebih bagus dan baik lagi...


Jangan lupa jaga kesehatan kalian yaa tetap taati protokol kesehatan ya readers, soalnya udah musim penghujan takutnya banyak virus lagi...

__ADS_1


semoga yang tempatnya hujan. kagak banjir ya readers, kasihan kalau kebanjiran


jangan lupa Pakai masker


__ADS_2