
~ Happy Reading ~
Kehidupanku berubah beberapa hari ini, rutinitas ku yang biasa aku menggunakan motor kesayanganku berubah 180 derajat, aku dilarang mama menggunakan motor, alasannya berbahaya, sampai sampai supir mama ditugaskan untuk mengantar jemput aku ke kampus.. kemanapun pergi wajib dianter. ngak boleh ngak diantar itu yang selalu mama bilang kalau aku mau keluar.
Hubunganku dengan mas Arya jauh lebih baik.. dan banyak perubahan walau dia masih ada di bali, udah hampir mau seminggu disana karena permasalahan Disana katanya belum selesai, dia rajin ngasih kabar dan nanya kabar , kadang bingung dengan kondisi ku saat ini "Pengantin baru tapi di tinggal Mulu "
Kring... kring...kring telfon berdering biasa yang telfon mas Arya siapa lagi yang hampir mau seminggu ini setiap saat nanya kabar
"Assalamualaikum sayang" salamnya
ku jawab " waalaikumsalam mas"
"Ade lagi apa " tanyanya
" Vani lagi beresin data buat besok sidang presentasi mas. ,doain ya dimudahkan sidang besok " jawab ku
" Iya sayang mudah mudahan sidang besok lancar ya sayang ku " kata dia
" Sayang boleh ya please ?" tanya mas Arya memohon
" Boleh apa mas? " jawabku
" Itu sayang. " tiba tiba panggilan berubah menjadi video setelah aku angkat video
benar benar aku kaget melihatas Arya ngak pake baju cuma pake kolor baru kali ini a liat kondisi dia begitu
" Mas kenapa kuq ngak pake baju nanti masuk angin Lo" tanyaku
" Sayang bajunya buka ya mas pengen liat " dengan suara berat. aku sudah yakin dia lagi pengen begituan, batinku
aku cuma bisa nelan ludah aja liat badan mas Arya yang sixpack arghhh bikin ngebayangin kan jadinya
" Liat apa sih mas " jawabku sambil agak malu juga
" Yank juniornya mas bangun de mas bingung sayang " jawabnya
" Kuq bisa bangun emang abis ngapain? " tanyaku ke mas Arya
" Abis Bayangin Kamu yang trus bangun " jawab dia
" Mas jangan suka jajan ya " ucapku
tiba tiba seketika membuat mas Arya mendesah berat dan langsung kayak orang lemes, aku ngak tau mas Arya kenapa
" Ade kenapa ngomong gitu mas langsung lemes Lo.. ini junior langsung kuncup" jelasnya
__ADS_1
bikin aku pengen ketawa tapi aku tahan.
" Maafin Vani ya mas belum bisa jadi istri yang baik" ucapku
" Kamu udah paling baik yank, cum tadi ngak tau tiba tiba kebayang kamu, trus kamu ngomong gitu langsung kuncup uh liat" mas Arya nunjukin gambarnya itu tp aku langsung buang muka , sebenarnya pengen liat tapi malu ha.. ha.. ha..
Obrolan malam sebelum tidur pun berhenti, karena memang masing masing sudah mulai ngantuk
"Oh iya mas, aku mau tanya kamu besok pulang ngak mas? " tanyaku
" Dia hanya menjawab " belum tau ayang kalau udah kelar nanti aku langsung balik Jakarta sayangku"
" Owh ya udah aku tinggal tidur ya mas " jawabku " wassalamu'alaikum begitu dan dijawab waalaikum salam
Agak kecewa dengan jawaban mas Arya tapi aku tetap harus semangat walau dia ngak disampingku yang utama doa semuanya, aku juga minta doa ke ibuku untuk sidang besok semoga lancar dan disetujui oleh pembimbingku
Persiapan buat besok sudah kelar. Waktunya istirahat, dari pertama kali datang aku tidur di kamar Diba, baru malam ini aku tidur sendiri di kamar mas Arya, mama ngelarang Diba ganggu aku dulu karena aku harus belajar untuk besok sidang.
Keesokan harinya aku sudah rapih dari jam 6 karena sidangku dimulai pukul 9, akhirnya kita sarapan bersama, papa, mama dan Diba memberikan aku support supaya lancar sidang proposal hari ini .
" Ma, pah , Diba Vani minta doa restu semoga hari ini dilancarkan sidang proposal Vani biar bisa lanjut ngerjain skripsi Vani. " mintaku
" Iya sayang kami semua doain kamu biar lolos sidang hari ini, " jawab papah, " ingat jangan panik yaa santai... kuasai materi yang utama " tambahan dari mamah
" Makasih mah, pah Diba supportnya baut Vani" terharu banget hampir mau nangis
Sepanjang perjalanan mas Arya menghubungi aku lewat telfon kasih support, sedih sih cuma bisa lewat telefon pengennya mah didampingi, tapi harus maklum dengan kondisi dimana dia sedang berjuang menyelesaikan Masalah Disana.
Skip lanjut ya
Sidang berjalan dengan lancar aku bisa mempertahankan opiniku sehingga penelitian kus sesuai dengan judul skripsi yang aku buat .
Rara pun sama sidang berjalan dengan lancar kelar sidang kita kumpul di kantin
aku sudah kirim WhatsApp ke mas Arya ngasih kabar kalau sidang lancar hari ini tapi cuma ceklist 1.
Saat asik kumpul sama teman teman yang sudah selesai sidang tiba tiba damar datang dengan teman temannya bawa bunga dan hadiah.. aku syok benar benar kaget liat damar begitu.
" Assalamualaikum Van " salam damar kepadaku
" Waalaikumsalam iya damar" jawabku
" Dia berdiri di depan mejaku, pas banget didepan mejaku tidak ada yang duduk disitu, tiba tiba dia ngasih bucket bunga mawar kepadaku
" Van mungkin terlalu cepat bagiku mengungkapkan isi hatiku, tapi dari pada di pendam trus lebih baik aku utarakan." dimas mengambil nafas dalam " Van aku suka sam Vani sejak pertma kali kita kenal, aku sayang sama Vani, mau ngak Vani jadi pacar aku tanyanya..
__ADS_1
waw aku kaget benar benar kaget kenapa damar bisa ngelakuin ini.
" Hmmm damar.. sebelumnya Vani minta maaf ya Vani ngak bisa terima damar karena Vani sudah ada yang punya" jawabku
" Beneran Vani ngak bisa terima damar, sampai kapanpun ngak bisa, damar udah Vani anggap sepeti Kakak Vani " jawab Vani, muka kecewa sudah mulai terlihat di wajah damar
" Damar. maafin Vani yaa " tanyaku
" Iya maaf juga kalau damar telah terlambat
buat mengungkapkan perasaan damar. " ucap damar
" Ngak papa damar, Vani cuma bisa doakan supaya damar bisa dapatkan cewe lebih segalanya dari Vani " jawabku
tiba tiba telfon berdering " Assalamualaikum de cepat pulang jangan keluyuran " tanya orang dari sebrang telefon akupun kaget maksudnya apa ? batinku
" Waalaikumsalam kenapa mas ? " jawabku
" Sudah selesai kan sidangnya sekarang pulang jangan main- main " tanya mas Arya Agak ketus
" Iya mas Sudah, ok aku pulang sekarang" jawabku
Langsung aku pamitan dengan yang lain, mereka bingung dengan sikapku yang tiba tiba langsung pulang damar pun kaget liat koq aku yang terburu buru, tapi bagiku semua dah clear dari dimas udah tau aku menolaknya..
Sepanjang perjalanan aku ngak tau harus bagaimana, pengen nangis disaat hari bahagia, suami bentak aku. aku kan sedih
sampai dirumah aku disambut oleh mama papa dan Diba
" Selamat ya sayang sidangnya lancar sukses terus untuk skripsi nya ya" ucap papa
" Makasih semuanya aku dikasih bucket coklat dan bucket uang..
Setelah masuk kamar. ngak tau kenapa air mata jatuh begitu saja disaat semua orang memberi selamat suamiku malah marah marah.
Aku cerita aja kejadian tadi ke mas Aryavia Whastapp
" Assalamualaikum mas, Vani ngak tau salah vani apa tiba tiba mas marah begitu, tadi setelah selesai sidang Vani memang dikantin dengan teman teman , Vani ngak tau tiba tiba ada damar teman Vani yang datang ke kantin dan nembak Vani, Vani tolak kuq mas sumpah, jadi mas jangan marah marah ya" isi wa aku ke mas
Happy reading
Semoga suka dengan ceritanya
makasih semuanya biasa lanjut trus nulisnya
tetap gunakan protokol kesehatan ya
__ADS_1
#semangat