
Dimana ada kesulitan disitu pasti ada jalan.
Tapi mereka kini tidak percaya akan pepatah itu. ya, mereka telah kehilangan harapan. Dimana keputus asaan telah menghantui mereka tanpa menemukan jalan keluar.
**
Di tengah keputus asaan tersebut, lahir lah seorang anak laki-laki, walau pun sedang dilanda keputus asaan, tapi mereka tidak bisa menyembunyikan kesenangan di raut wajah mereka, kenapa begitu? Karena bayi tesrsebut adalah anak dari sepasang kultivator terkuat pada zaman itu.
Tidak hanya sepasang kultivator terkuat pada zaman itu, tetapi juga karena sepasang kultivator terkuat itu juga telah mengubah nasib klan mereka.
"Selamat, kau telah mempunyai penerus yang akan mengubah dunia kultivator ini menjadi lebih baik" ucap sang patriach.
"Kita belum melakukan tes bakat kenapa patriach bisa berkata seperti itu? lagi pula anak ini baru lahir kita tidak tau dia akan membawa keberuntungan atau bencana " ucap pria sepuh dengan ketus.
"Apa yang dikatakan suamiku benar patriach, kita harus melakukan test bakat terlebih dahulu" ucap wanita paruh baya.
"Rubah tua ini,,," ucap sang patriach dalam hati.
__ADS_1
"Baiklah, kita akan melaksanakannya satu bulan kemudian, undang semua aliansi kita, dan semua klan bawahan kita, kita akan mengadakan nya dengan sangat meriah" ucap sang patriach dengan penuh semangat.
"Apa kau sudah mendapat kan nama untuk nya sahabat ku" ucap seorang lelaki sambil mendekat ke arah bayi mungil tersebut.
"Ya sahabatku aku dan istriku sudah mendapatkan nya beberapa hari lalu" ucap sang ayah bayi tersebut sambil mengelus kepala sang bayi mungil yang ada di pangkuan ibunya
"Lalu siapa nama bayi ini? Bolehkah aku menggendong nya sahabat ku?"
"Tentu saja" ucap ibu dari sang bayi mungil tersebut sambil tersenyum sambil menyerahkan sang bayi kepada sahabat nya itu.
Ketika sang ibu bayi mungil tersebut tersenyum, semua orang terpesona dengan senyuman nya itu, bahkan sang bayi pun teratawa gemas seakan sangat bahagia melihat sang ibu tersenyum.
"hey hey hey aku tidak bodoh sahabatku" ucap nya agak meninggi sambil meletak kan kedua tangan nya di pinggang nya.
"Hey suamiku tidak bisakah kau berkata sedikit pelan kau menakuti anakku"
"Aku tidak bermaksud menakutinya istriku"
__ADS_1
"Kenapa kau tidak mengakuinya bahwa kau memang bodoh" ucap nya sambil mendengus kesal dan terus mengomeli suaminya itu karena menakuti anak kesayangan nya itu.
"Sudah sudah kalian ini selalu saja seperti ini" ucap sang patriach sambil menggeleng kepala pelan.
"Jadi siapa nama anak ini sahabat ku?bayi ini sangat gagah sepertimu dan memiliki mata yang indah seperti ibunya"
"Bayi ini kuberi nama Chu Feng"
"Chu Feng ya tidak buruk, baiklah Feng'er kau akan menjadi kultivator terhebat nanti"
"Baiklah satu bulan lagi kita akan mengadakan tes bakat, sekarang kalian persiapkan semuanya"lalu patriach menunjuk beberapa orang untuk mempersiap kan acara tersebut.
Setelah patriach mengatakan itu beberapa orang langsung mempersiapkan acara yang akan diadakan satu bulan lagi, sedangkan yang lainnya kembali menjalankan aktivitas masing masing.
**
*penasaran dengan kelanjutannya? terus ikuti alur ceritanya. dan jangan lupa dukung Author dengan cara Like, Vote and Comment.
__ADS_1
salam dari "author typo"