
"Untuk pembelajaran saya hanya menjelaskan tentang pengetahuan dasar tentang bela diri, kalau begitu langsung saja kita mulai pelajaran ini..." Ucap Penatua Gong dengan tersenyum.
"Melatih tubuh seseorang dengan mengolah energi adalah hal yang sangat penting.
"Melatih tubuh seseorang yaitu artinya mengubah tubuh anda sendiri menjadi menjadi kuat berkali-kali lipat bahkan puluhan kali lipat lebih kuat dari manusia biasa, tapi itu tergantung ranah kultivasi dan kembali kepada orang itu sendiri. Sejak dahulu pada zaman kuno, leluhur terdahulu kita telah menciptakan teknik bela diri yang tak terhitung jumlahnya untuk melatih tubuh seseorang supaya menjadi kuat, untuk bisa bertarung dengan iblis maupun monster ...."
"Ranah kultivasi dibagi menjadi Ranah Roh, Murid Bela Diri, Master Martial, Martial Grand Master, Martial Saint... Dan seterusnya tahap itu masih jauh, dan kalian akan mengetahuainya nanti. Dengan masing-masing ranah di bagi menjadi sembilan tingkatan. Dan menurut catatan pada zaman kuno masih ada lagi tingkatan di atasnya dari yang belum saya sampaikan, tapi masih belum ada yang bisa mencapainya.
Penatua Gong menjelaskan dengan setiap kata dengan sangat jelas karena mengandalkan energi spiritualnya dan terdengar dengan sangat jelas kesetiap sudut.
Bahkan yang duduk jauh di belakang dapat mendengarnya dengan sangat jelas. Pengetahuan yang baru saja mereka terima sangat sederhana dan mudah di pahami oleh mereka.
Waktu perlahan berlalu dengan sangat cepat.
"Jadi hanya dengan menyerap energi spiritual dari langit dan bumi, kedalam tubuh Anda adalah cara untuk menerobos, tapi tidak hanya dengan itu, tekhnik bela diri sangat penting dan pondasi. Pondasi bela diri lebih penting, karena terkadang ranah kultivasi tidak menentukan kehebatan seorang kultivator ...."
Penatua Gong akhirnya selesai menyampaikan pengetahuan dasar tentang bela diri.
Satu jam telah berlalu.
Semua siswa menunggu pelajaran berakhir.
"Baiklah untuk hari ini pelajaran berakhir disini." Ucap Penatua Gong sambil melangkah pergi dari peron.
Kerumunan secara bertahap bubar.
__ADS_1
Pejaran pagi hari ini, setelah kata-kata itu berakhir.
**
Sore hari di lapangan duel.
Dalam pembelajaran budidaya bela diri kali ini, seorang pria berotot yang akan melatih fisik para siswa.
Dia adalah penatua Li Wei, biasanya dia di panggil instruktur Wei.
Chu Feng bersama dengan lima puluh siswa lainnya, mulai menerima ajaran bela diri tentang fisik.
Mereka yang tidak memiliki tekhnik bela diri dasar praktis semuanya adalah rakyat biasa, walaupun Chu Feng di asuh oleh Klan besar, dia tidak pernah belajar teknik bela diri karena kultivasi nya tidak pernah meningkat, jadi dia tidak pernah di beri tekhnik bela diri untuk di pelajari.
Tentu saja, adalah hal lain untuk para genius seperti Yan Xihe yang sudah memiliki pondasi yang dalam, tidak akan muncul dalam pelatihan seperti ini.
Setiap kata-kata yang di ungkapkan nya dengan berteriak, menggetarkan tanah seperti guntur.
"Kalian harus berlatih dengan cara yang benar, jika kalian berlatih dengan cara yang salah, itu bisa mengancam kehidupan kalian!"
"Seni bela diri eksternal atau internal tentang hanya satu kata, yaitu latihan! Cara berlatih fisik adalah... Terlepas dari ini, kalian harus berlatih sampai maksimal! Setiap memasuki ranah baru, fisik anda akan berada pada tingkat yang baru pula, begitu juga dengan latihannya akan semakin lebih berat dari ranah sebelumnya, tentu saja dengan sumber daya yang tidak sedikit pula."
"Sekarang mari kita mulai, disana ada beberapa beban untuk melatih tubuh. Letakkan di atas seratus kilogram dari mereka kemudian berlari mengelilingi lapangan sebanyak sepuluh putaran, dan pengecualian untuk Chu Feng, jalankan sebanyak lima belas putaran."
"Kalian tidak di ijinkan menggunakan Qi. Jika Aku menemukan penggunaan Qi Aku akan menghukum dan menggandakan latihannya."
__ADS_1
Chu Feng menatap tanah duel lapangan yang besar itu, satu putaran setidaknya satu kilometer. Dia merasakan sakit di kepalanya, "Instruktur Wei, bukankah ini sedikit berlebihan?"
Instruktur Wei tersenyum tipis dan berkata, "Pertama kau berbeda dengan yang lain, kemudian kamu melakukan protes. Tambahkan sepuluh putaran lagi!"
Mengutuk! Chu Feng mengutuk dalam hatinya. Walaupun terlihat garang, instruktur Wei terlihat baik dan penyayang. Siapa tahu bahwa dia akan menjadi tanpa ampun ketika dalam pelatihan seperti ini.
Saat kau berada di bawah atap orang lain, seseorang tidak punya pilihan selain menundukkan kepala. Yang lain sudah terlebih dahulu menjalankan pelatihan mereka, karena tidak ingin mendapatkan hukuman seperti Chu Feng.
Chu Feng tanpa daya dan perlahan-lahan mengikat beban pada dirinya sendiri sebelum memulai berlari. Untung tubuhnya kuat, dia tidak merasa itu sulit.
Di kejauhan seorang pria paruh baya tersenyum lebar di wajahnya saat melihat Chu Feng. Dia berjalan menuju instruktur Wei dan berkata, "Instruktur Wei, lima belas putaran saja sudah cukup sulit untuknya. Bisa di katakan sudah cukup bagus. Kenapa kau masih memberinya kesulitan?" Ucap Penatua Gong sambil mengusap-usap dagunya.
Wajah nstruktur Wei mengungkapkan senyum tipis, "Aku melihat orang ini terlalu bangga atas pencapaiannya beberapa waktu lalu. Jika Aku tidak melakukan ini, ini tidak baik untuk masa depannya. Lagi pula fondasi nya masih terlalu lemah untuk bakat mengerikan seperti itu."
Penatua Gong memandangi sosok Chu Feng dan berkata, "Aku merasa bahwa Sekte Pavilium Pedang Surgawi memiliki peluang yang layak di kompetisi antar sekte, ya walaupun itu masih lama."
Ketika Penatua Gong mengatakan ini, ada pandangan sedih di matanya. Dia berkata dengan acuh tak acuh, "Selama bertahun-tahun, Aku telah berusaha keras. Namun belum pernah ada yang pernah mencapai harapanku. Aku harap Aku tidak akan kecewa kali ini."
Chu Feng menghabiskan total empat jam berlari dua puluh lima putaran, sedangkan siswa yang lain menyelesaikannya selama tiga jam. Awalnya dia merasa itu bukanlah apa-apa. lagi pula dengan kekuatan tubuh fisiknya, dia tidak akan terlalu kelelahan bahkan jika dia tidak menggunakan Qi.
Namun, menjelang akhir, Chu Feng merasa ada sesuatu yang salah. Pasti ada beberapa bahan khusus di bawah tanah lapangan duel ini. Dia merasa kekuatannya cepat terserap habis.
Menjelang akhir, setiap langkah yang di ambilnya membuat seluruh tubuhnya terasa seperti hancur berantakan. Napasnya terengah-engah dan setiap langkahnya sangat sulit. Bahkan beberapa kali dia merasa ingin berbaring dan berhenti berlari.
Namun, ketika dia melihat sosok cantik di pinggir lapangan duel, dan melihat ekspresinya, dia tidak bisa menahan rasa bangga. Dia tidak boleh jatuh di hadapannya, itu terlalu memalukan.
__ADS_1
Ketika akhirnya dia menyelesaikan putaran terakhir, Chu Feng menghela nafas lega. Dia menekan keinginan untuk jatuh. Mengambil nafas dalam-dalam Chu Feng duduk bersila dan memasuki keadaan kultivasi.