Legend Of Martial Emperor

Legend Of Martial Emperor
Ch. 4 Pedang Raja Demon


__ADS_3

Ketika semua hal-hal sebelumnya ditemukan dan itu benar, lelaki tua itu tidak bisa menahan diri untuk tidak menutup mata untuk menenangkan emosinya saat itu.


Hanya setelah waktu yang lama ia perlahan membuka matanya, tetapi matanya yang dulu sudah tidak ada bandingannya. Sekarang memiliki warna yang menarik.


Dia melihat ke arah di mana Chu Feng berada yang sedang dalam pangkuan ibunya, lalu dia bergumam pelan "Tampaknya ini adalah hari untuk merevitalisasi ras saya, tetapi masalah ini tidak sepele. Tampaknya perlu jangka panjang".


Mendengar gumamman sang kakek yang tidak jelas, gadis cantik yang berada disamping sang kakek bertanya-tanya kepada sang kakek "Apa yang kau katakan kakek? Aku tidak bisa mendengar nya" sang kakek hanya menjawab itu bukan hal penting dan tidak perlu dipikir kan, sang gadis hanya bisa memanyunkan bibirnya mendengar jawaban sang kakek dan melamun kembali.


Sedangkan sang kakek hanya menggeleng kepala pelan melihat tingkah laku cucu nya itu.


Lalu sang kakek melihat kearah pertempuran, bisa dibilang ini buka pertempuran lebih tepatnya seperti pembantaian.


Wajah sang kakek kembali menjadi shok melihat pedang yang berada di tangan pria yang sedang membantai itu " Pedang itu..." mata sang kakek kembali berbinar melihat pedang berwarna merah darah itu.


"Bukankah itu pedang Raja Demon, pedang Darah Iblis berenergi Yang? Benar itu dia, pedang itu yang sudah mengambil jutaan nyawa yang tidak bersalah" ternyata benar menurut rumor bahwa pedang Darah Iblis berenergi Yang berada di Klan Chu.


Lalu sang kakek memutar bola matanya kearah sang bayi, lalu kembali melihat pedang Raja Demon itu dan dia pun tersenyum penuh makna.


"Ternyata si tua bangka itu berhasil mendapat kan pedang yang satunya lagi" lalu pria sepuh tersebut memejamkan matanya, ingatan nya kembali ke limaratus tahun lalu, dimana semua ras yang berada di Galaksi ini sedang berperang melawan ras Demon.


Dimana mereka berdua sedang melawan Raja dan Ratu Demon.


Pedang Darah Iblis dibuat dengan darah dari satu juta bayi sebagai pengorbanan.


Raja dan Ratu Demon tersebut menggunakan Pedang Darah Iblis. Pedang tersebut satu pasang yaitu Yin dan Yang.


Mereka berdua bertarung dengan sengit melawan Raja dan Ratu Demon, walaupun begitu mereka tetap berhasil mengalahkan mereka walaupun dengan bayaran yang tidak sedikit, Ratu Demon mati terlebih dahulu dan Pedang Darah Iblis Yin diambil olehnya.


Sedangkan Raja Demon berhasil melarikan diri dari pertempuran itu terjadi tetapi sahabat nya mengejarnya entah kemana.


Dan pertempuran itupun di menangkan oleh ras Manusia dan aliansinya.


Berbulan-bulan telah berlalu setelah pertempuran besar itu tetapi tidak ada kabar tentang sahabat nya itu.


Rumor mengatakan bahwa Raja Demon berhasil dikalahkan dengan bayaran sahabatnya berakhir dengan sekarat.


Tetapi tidak ada bukti yang membenarkan rumor tersebut.

__ADS_1


Tetapi kini dia melihat Pedang Darah Iblis Yang berada di Klan Chu berarti sahabat nya itu berhasil mengalahkan Raja Demon tetapi Dia tidak tau sahabat nya itu masih hidup atau sudah mati.


**


Pembantaian pun terus berlanjut tidak ada yang bisa menghentikannya terlihat mata pria itu berubah menjadi merah menandakan pria itu telah kehilangan rasionalitas nya "Bunuh... Bunuh..." hanya kata itu yang terlintas dibenaknya.


"Bunuh mereka semua puaskan amarah mu hanya dengan membunuh mereka tidak ada lagi yang akan menghina anakmu" terdengar bisikkan di telinga pria tersebut dan pedang itu bersinar terang dan pembantaian pun semakin menjadi.


Terlihat Patriach Klan Chu ingin menghentikan nya, tetapi dia tidak bisa melawan tekanan tersebut setelah berusaha beberapa waktu akhirnya Patriach Klan Chu bisa melawan tekanan itu.


Lalu dia berteriak "Apa yang kau lakukan! Apa kau akan membunuh semua orang! Apa itu akan membuatmu lebih baik!" Patriach Klan Chu ingin menghentikan nya tetapi sebelum dia bisa bertindak terlihat seorang wanita berlari dengan kecepatan yang sangat cepat dan wanita tersebut mengeluarkan aura berwarna putih dari tubuh nya.


**


Ibu Chu Feng sangat khawatir kepada suaminya yang sudah kehilangan akal sehatnya itu dia ingin menghentikan suaminya itu tapi dia takut akan membahayakan sang bayi bahkan tidak menutup kemungkinan sang bayi terbunuh karena tindakannya yang ceroboh itu.


Setelah berfikir beberapa saat dia pun memutuskan untuk menyimpan sang bayi di suatu tempat sebelum pergi menenangkan suaminya itu.


Dan setelah beberapa saat, Dia pun menemukan tempat yang cukup aman yang cukup jauh dari tempat pembantaian tersebut. "Feng'er, tunggu ibu disini sebentar ya nak? Ibu pergi tidak lama nanti setelah urusan ibu selesai ibu akan kembali lagi" terlihat keengganan di mata wanita tersebut.


Lalu wanita tersebut melepaskan kalung yang selalu dikenakan nya, lalu mengenakannya ke leher sang bayi. "gugu gaga..." sang bayi hanya tertawa gemas seolah tau bahwa kalung tersebut merupakan sebuah hadiah yang sangat istimewa dan dari orang istimewa dalam kehidupannya.


Lalu wanita tersebut berdiri lalu berbalik dan melast pergi, sebenarnya dia tidak yakin bisa bertemu lagi dengan sang anak, naluri nya mengatakan bahwa dia akan berpisah dengan anaknya untuk waktu yang lama.


Setelah wanita itu pergi meninggalkan sang anak, ada sesosok misterius yang membawa sang bayi "Anak ini adalah harapan terakhir untuk ras Manusia untuk bisa keluar dari tekanan ras lain terutama ras Dewa ras Hantu dan ras Mayat. Anak ini tidak boleh tumbuh disini apalagi kalau ras lain tau mengenai bakat legendaris ini bisa-bisa anak ini mati sebelum berkembang" Ucap Sosok Misterius itu.


**


Tidak ada yang bisa menghentikan pembantaian itu siapapun yang dia membunuh dengan sekali sampai dua kali serangan sebelum semua nya mati mengenaskan, lapangan yang asalnya mewah itu berubah menjadi lautan darah.


"Bunuh mereka semua... Ya seperti itu! Aku menyukainya" terdengar suara bisikan-bisikan di telinga pria tersebut.


Di tengah-tengah pembantaian tersebut, ada aura yang tidak kalah kuat menyelimuti tempat tersebut aura tersebut berwarna putih. Lalu terdengar teriakan seseorang dari atas.


"Suamiku apa yang kau lakukan?! Ini bukan dirimu!" Tetapi bukan nya berhenti suaminya itu malah tertawa keras seolah-olah melihat lawan yang sebanding.


Pertempuran hebat pun terjadi, bangunan-bangunan yang terlihat kokoh rata dengan tanah bahkan tidak sedikit orang-orang yang mati terkena serangan nyasar, walau terlihat seimbang tapi nyatanya kekuatan mereka berada pada tingkat yang berbeda.

__ADS_1


Terlihat sang wanita semakin terpojok, sayatan-sayatan pedang memenuhi sekujur tubuhnya.


Setelah beberapa jam, pertarungan pun mencapai akhir terlihat si pria berjalan mendekat sambil mengarahkan pedang nya kearah sang wanita, sang wanita hanya menatap mata lelaki yang berada di depannya itu dia tidak pernah berpikir akan mati ditangan lelaki yang dicintainya itu.


Melihat tatapan wanita yang ada di hadapannya, sang lelaki berusaha mengendalikan tubuhnya yang sudah kehilangan akal sehatnya itu, dan setelah berusaha keras mencoba akhirnya dia bisa mengendalikan kembali tubuhnya sebelum dia bisa melakukan sesuatu dia jatuh pingsan karena kelelahan mental.


Sebelum terjatuh seorang wanita menangkap tubuhnya kedalam pelukannya.


Setelah menangkap tubuh suaminya itu, dia pun jatuh tidak sadarkan diri karena terlalu banyak kehabisan darah.


**


Setelah pertempuran besar itu, Klan Chu sangat sibuk memulihkan kekuatannya akibat kejadian tersebut.


Beberapa hari kemudian, sepasang suami istri itu akhirnya sadarkan diri hal yang pertama mereka cari adalah anak mereka.


Tetapi mereka tidak bisa menemukan nya.


Mereka menanyai satu persatu anggota Klan Chu tetapi tidak ada yang mengetahui keberadaan anak mereka.


mereka sangat panik terutama sang istri, karena dia yang meninggalkan anaknya sendirian.


Setelah beberapa minggu mencari, dan tidak membuahkan hasil sang Patriach mengeluarkan hukuman kepada sang ayah dari bayi yang menghilang tersebut, yaitu mengurung nya di sebuah Dimensi dimana Dimensi tersebut hanya berwarna hitam dan putih.


Dia hanya bisa pasrah menerima hukumannya itu, Dia bisa saja melawan tapi dia teringat pesan sang ayah "Seberapa jahat pun Klan mu, kau tidak boleh membunuh mereka" tetapi sebelum dia masuk ke Dimensi itu dia menanyakan pedang Darah Iblis kepada Patriach nya.


Sang Patriach tentu saja tidak tau karena dimana pertempuran akan mencapai puncaknya, semua orang telah pergi meninggalkan tempat itu.


Tetapi dia tidak terlalu memikirkan nya, karena dia yakin pedang tersebut berada ditangan orang tepat.


Dia masuk kedalam Dimensi itu tidak sendiri, melainkan bersama sahabatnya dia hanya bisa pasrah dengan keinginan sahabat nya tersebut.


Sedangkan ibu dari bayi yang hilang itu berencana kembali ke Klan nya untuk melakukan latihan tertutup.


Arc 1- Awal Sebuah Perjuangan- end


**

__ADS_1


penasaran dengan kelanjutannya? terus ikuti alur ceritanya. Dan Jangan Lupa Dukung Author Dengan Cara Like, Vote and Comment. Komentar Apapun akan dihargai oleh Author.


__ADS_2