
Chu Feng menundukan kepalanya untuk mengintip lewat celah yang telah dibuatnya, Dia melihat dua mutiara, sekuran genggaman tangan, berguling-guling di dalam kulit kerang.
Itu berkilauan dengan cahaya yang sangat aneh, dan ada fluktuasi energi tidak jelas dari ke dua mutiara tersebut.
Chu Feng mengulurkan tangan, dan mengekuarkan ke dua mutiara aneh itu.
"Eh? Dia terkejut lagi.
Ini di karenakan, sensasi yang di keluarkan dari masing-masing mutiara iji menghasilkan sensasi berbeda.
Satu sangat dingin, dan satunya lagi agak panas saat disentuh oleh tangannya.
Setelah mengamati secara rinci, mutiara dingin diwarnai dengan warna hitam, dan mutiara yang mengeluarkan sensasi panas diwarnai dengan warna putih.
Chu Feng tidak bisa menentukan kegunaan atau nilai dari kedua mutiara aneh ini, tapi dia merasakan bahwa ke dua mutiara itu bukanlah mutiara biasa.
Setelah melihat-lihat mutiara sebentar, dia menyimpannya, dia memutuskan untuk bertanya kepada seseorang ketika dia sudah sampai di Sekte Pavilium Pedang Surgawi.
Setelah berpikir sebentar, dia memutuskan untuk kembali mencari lagi Demonic Core di dalam kerang.
Setelah memikirkan sebentar, dia berpikir didalam kerang berwarna pelangi ini memiliki Demonic Core yang berharga.
Lalu, dia memiliki Demonic Core yang lain, dan dia bisa menukarnya dengan poin kontribusi yang tidak sedikit, "Hmm, Hehe," Setelah hal itu, Chu Feng tidak bisa menahan perasaan senang didalam hatinya.
Tetapi setelah mencari beberapa saat, di dalam cangkang kerang, tidak ada Demonic Core ataupun harta berharga lainnya.
Dia kemudian dengan hati-hati memeriksa cangkang kerang, berharap menemukan sesuatu yang berharga lainnya, dan memastikan bahwa tidak ada yang apapun lagi selain cangkang kerang yang indah.
"Sepertinya aku terlalu berharap tinggi pada sesuatu, terlalu banyak berharap ternyata bisa membuat kita sakit hati, apalagi tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, tapi selalu ada harapan dalam hal apapun, hanya sejauh mana kita bisa mewujudkan harapan itu." Chu Feng bergumam pada dirinya sendiri.
Kerang Pelangi ini sejak awal sangat aneh dan tidak normal. Sulit menentukan bahwa Kerang ini adalah Demonic Beast atau Kerang biasa.
'Sepertinya aku terlalu serakah ....' Ucap Chu Feng di dalam batinnya
Ketika Chu Feng hendak menyerah dan berhenti berharap, tangannya di dalam cangkang kerang tiba-tiba menyentuh sesuatu, benda itu sangat keras.
"Eh? Apa ini? Apakah akhirnya aku menemukannya? Hahaha." Ucap Chu Feng dengan penuh semangat.
Chu Feng sangat gembira, dan dia segera meraih benda keras itu dan mengeluarkannya dari dalam.
__ADS_1
Tapi setelah Chu Feng mrlihat benda keras itu, dia tercengang.
Itu bukan Demonic Core.
Ini berbeda dengan apa yang Chu Feng harapkan.
Dibawah sinar matahari yang terik, itu memancarkan aura raja. Ini bukan Demonic Core, tapi itu adalah buku kuno.
"Ini adalah buku kuno?" Chu Feng memeriksanya seluruh bagian luar buku kuno itu, dan menemukan bahwa apa yang dilihatnya benar-benar buku kuno.
Tapi buku kuno itu sangat kecil, hanya seukuran telapak tangan tetapi itu sangat berat, entah kenapa buku kecil itu sangat berat. Benda itu benar-benar buku kuno yang misterius.
Tentu saja, yang paling aneh adalah kenapa buku kuno itu berada didalam Cangkang Kerang. Bagaimana benda seperti ini berada di dalam Cangkang Kerang?
Ini sangat aneh.
Chu Feng merasa bahwa ini benar-benar terlalu kebetulan.
Dan tentang dimana Kerang ini mendapatkan buku kuno, ini bahkan lebih sulit ditebak.
Dia berfikir sejenak, lalu membuang cangkang kerang itu kedalam sungai yang berada dihadapannya itu.
Lalu dia dengan hati-hati menghapus semua jejak pertarungannya, setelah itu dia denga terburu-buru pergi.
Setelah beberapa napas waktu.
Dia menutup pintu masuk gua mengguankan batu yang sangat besar, untuk mencegah ada Demonic Beast yang masuk kedalam gua.
Dia kemudian mengeluarkan kitab kuno yang aneh. Dan kemudian dia mulai memeriksanya secara rinci.
Buku kuno itu sebesar tangan orang yang sudah biasa, dan buku kuno itu memiliki sampul gambar, sampul itu bergambar seekor naga sedang melilit satu buah pedang, seperti dia sedang menjaganya.
Dan Chu Feng tidak mengenali bahasa tulisan apa itu, dia tidak pernah melihat tulisan itu di Kota Azzure, atau di seluruh Benua Sembilan Provinsi.
Ketika Chu Feng hendak membuka buku kuno itu, buku kuno itu seperti tidak memiliki lembaran. Itu tidak bisa dibuka sama sekali.
Setelah mencoba beberapa saat lagi, dia menyerah. Sebanyak apapun kekuatan yang dikeluarkan Chu Feng, dia tidak bisa membuka buku kuno itu.
"Bisakah ini menjadi buku kuno ilahi? Seperti legenda yang pernah kudengar?" Ketika Chu Feng masih kecil, ayah angkatnya pernah menceritakan tentang buku-buku ilahi.
__ADS_1
Ada rumor dan di buku sejarah mengatakan bahwa buku ilahi berisi tehnik bela diri yang paling tinggi yang pernah ada. Tapi itu hanya rumor saja, dan di zaman sekarang belum ada yang bisa membuktikannya.
Chu Feng kemudian menyimpan buku kuno itu.
Chu Feng memutuskan dia akan berkultivasi, karena dia merasakan dia akan menerobos kultivasi.
Dia kemudian mengambil posisi bersila dan mulai mengedarkan teknik kultivasi misterius.
Chu Feng menenangkan emosinya terlebih dahulu, dia tidak ingin ceroboh seperti dulu. Perlahan-lahan teknik kultivasi misterius beredar.
Energi spiritual disekitarnya terus memancar. Energi Spiritual mengalir dengan cepat, kecepatan yang mengkhawatirkan Chu Feng melakukan kesalahan yang sama, Chu Feng mersa sedikit khawatir lalu dia menenangkan dan memperlambat laju sirkulasi Energi Spiritual ketingkat yang lebih rendah.
Energi Spiritual ini jauh lebih kuat dari Energi Spiritual yang dia gunakan sebelumnya, ketika mendekati Dantian, Energi Spiritual itu kembali berhenti, karena tidak bisa menerobos penghalang yang tidak terlihat.
Dan kemudian dengan keras, Energi Spiritual itu menabrak penghalang di sekitar Dantian.
Chu Feng memuntahkan seteguk darah, tetapi Energi Spiritual itu belum memasuki Dantian.
Dia tidak percaya, bahwa dia tidak bisa menembus penghalang, tetapi dia tidak menyerah, dan secara terus menerus mencoba, dan tetap gagal.
Secara tidak sadar, Chu Feng mulai kehilangan ketenangannya. Chu Feng terus menerus mengendalikan Energi Spiritual untuk menerobos penghalang.
Setelah mencoba yang ke tujuh kalinya, Chu Feng bisa merasakan penghalang itu mulai melunak, tetapi Chu Feng juga memuntahkan darah sebanyak tujuh kali.
Dia mulai bersuka cita di dalam hatinya, tapi alih-alih mengumpulkan Energi Spiritual untuk mencoba lagi, dia mengambil napas dalam-dalam dan membiarkan Energi Spiritual menumpuk ditubuhnya.
Dalam waktu yang singkat, Energi Spiritual yang terkumpul lebih kuat dari Energi Spiritual sebelumnya.
Ledakan!
Ada ledakan yang datang dari tubuh Chu Feng. Penghalang yang pernah membuatnya berada di gerbang kematian sekarang telah benar-benar rusak.
Dia mengabaikan rasa sakitnya, dan mulai menurunkan kesadarannya, untuk melihat apa yang menyebabkan masalah di dalam Dantiannya karena sampai-sampai pernah membuatnya berada di gerbang kematian.
Sepasang mata tiba-tiba muncul dan mengawasinya.
Chu Feng merasakan seperti gunung besar menimpa pundaknya menekannya.
Di tempat ini dia seperti semut, dan ada keinginan untuk menyembah entitas ini.
__ADS_1
Namun, sebelum dia bisa melakukan itu, dia merasakan rasa sakit yang hebat menyebabkan dia pingsan.