
Chu San mengulurkan tangan dan meletakkan nya dibahu Chu Feng sambil mengedarkan tenaga yang cukup kuat. Dia menyeringai. "Saudaraku, jangan berkecil hati, belajar lah dengan giat. Mungkin dalam beberapa tahun, Anda akan memiki kemajuan dalam seni bela diri. Hei, saudara Feng, Anda. Bagaimana Anda bisa berlutut, jangan lakukan ini, kakak mu tidak mampu meneria perlakuan ini. "
Chu Feng berjongkok di tanah dengan satu lutut berlutut, dahinya penuh keringat. Setelah mengerahkan kekuatannya, tangan Chu San yang di letakkan dibahunya itu seperti batu besar meninduhnya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Ada juga ledakan tawa di antara kerumunan, "Chu Feng, Anda telah berusaha keras, tetapi Anda tidak perlu mengungkapkannya dengan cara ini!"
"Chu Feng adalah Chu Feng, dan bahkan ketika dia berlutut sangat anggun!"
Chu Fengmenutup matanya, dia mengepalkan kedua tanganny serta kukunya dimasukkan ke dalam daging. Darah perlahan-lahan menembus, dan tubuhnya terus gemetar.
Tidak mau!
Tidak bisa terus seperti ini!
Tidak didamaikan!
Chu Feng yang memiliki keluhan sengit dari lubuk jiwa, aku tidak rela! Aku tidak bisa seperti ini terus! Apakah aku akan terus diperlakukan seperti ini? Tidak! Aku tidak boleh seperti ini terus! Chu Feng bergumam di dalam hatinya, keluhan dari lubuk jiwa ini adalah jiwa dari tubuh itu sendiri, bahkan jika hari ini telah berlalu, berbagai macam keluhan hari ini yang telah menumpuk di dalam hatinya selama delapan tahun telah meletus. Tidak didamaikan!
Tidak ada yang mau hidup sia-sia! Tidak ada yang bisa menanggung ejekan dan hinaan orang lain tanpa alasan! Tidak ada yang mau dipandang rendah oleh orang lain selamanya!
delapan tahun penghinaan, biarkan mereka yang menertawakanmu menghina kamu hanya untuk kesenangan semata, tahu apa itu kata menyesal!
Chu Feng dengan ganas membuka matanya, sapuan cahaya yang halus, mati rasa dan kedinginan sebelumnya menyapu, digantikan dengan tatapan tegas, Aku tidak akan pernah menjadi sia-sia seumur hidup!
Dia menekan tubuhnya ke bawah dan dengan cepat berguling, berdiri di belakang batu, Chu San memperhatikan dengan dingin.
__ADS_1
Chu San dengan sombong memperhatikan anak-anak Klan Chu yang menyeringai pada Chu Feng, dan pikirannya lemah, dan dia tidak bisa menyusulnya. Dia membiarkan Chu Feng melarikan diri dari tangannya sendiri dan tidak bisa menahan amarah dan tidak bisa bertindak.
Chu San melihat tubuh Chu Feng diselimuti aura hitam bercampur putih keluar dari tubuh Chu Feng tapi itu hanya sesaat walau hanya sesaat, itu tidak bisa tidak membuat tubuh nya gemetar.
Sedangkan yang lain pun terheran-heran karena tiba-tiba tubuh Chu Feng mengeluarkan aura yang kuat walau hanya sesaat.
Sebelum Chu Feng pergi meninggalkan aula seni bela diri penatua Chu Qiang berteriak. "Chu Feng dalam waktu seminggu lagi sekte Heavenly Sword Pavillion akan merekrut murid secara besar-besaran kau sebagai anak angkat dari Patriach kau harus mengikuti seleksi."
**
Di sebuah puncak gunung yang cukup jauh dari Klan Chu, Chu Feng duduk bersila di puncak gunung itu dan sedang menyerap aura antara langit dan bumi sesuai dengan metode kultivasi yang berada di dalam kalung yang dikenakannya.
Dia selalu melakukan ini selama delapan tahun terakhir dia memang menyadari ada perubahan dalam dirinya tapi dia tidak tau perubahan seperti apa
Tapi dia masih belum bisa menerobos ke tingkat selanjutnya lalu dia mengeluarkan lima fairy grass yang berada di dalam tas yang dibawanya. Fairy grass itu adalah sumber daya yang dikumpulkan nya selama lima tahun terakhir.
Setiap anggota klan biasa di beri satu fairy grass oleh klan setiap tahunnya untuk budidaya beladiri.
Dan dia pun langsung menelan kelima fairy grass tersebut. Setelah menelan kelima fairy grass tersebut, seluruh tubuhnya dipenuhi energi, masuk keseluruh meridian tubuh Chu Feng dan menyusup ke dalam 172 titik akupuntur besar dan kecil dari tubuh Chu Feng, mereka berenang seperti ular kecil mengikuti meridian, semua berenang ke arah Dantian, dan aura di segala arah mengikuti. Meridian semua disatukan kearah Dantian.
Dantian berada dalam kekacauan, dan seluruh energi berenang di atas Dantian perlahan-lahan masuk kedalam Dantian, Dantian nya akhirnya penuh dengan energi tanda-tanda bahwa Chu Feng akan membuat terobosan tapi setelah beberapa waktu Chu Feng tidak menerobos.
Tapi setelah Chu Feng akan menyerah terdengar suara gemuruh petir dari langit malam yang kelabu, lalu petir itu tiba-tiba menyambar Chu Feng, Chu Feng yang tidak siap langsung terkena petir tersebut.
Petir itu sangat dahsyat apabila manusia biasa tersambar petir itu manusia itu akan langsung mati menjadi abu tapi petir tersebut hanya menyerang Chu Feng tempat Chu Feng berdiam tidak terkena dampak dari ledakan petir tersebut.
__ADS_1
Chu Feng terus menghindar, tapi petir itu terlalu cepat apalah daya Chu Feng hanya bisa pasrah disambar petir itu, tapi Chu Feng tidak menyerah apabila tidak bisa menghindar mungkin bisa melemahkan petir tersebut sebelum menghantam tubuhnya.
Lalu Chu Feng pun mencoba pemikiran nya tersebut dan ternyata cara tersebut berhasil petir tersebut melemah akibat terkena serangan Chu Feng.
Chu Feng terus mencobanya dan tidak terasa petir tersebut sudah menyerangnya 68 kali, saat Chu Feng berfikir bahwa kemalangannya telah berakhir, terdengar suara gemuruh petir lebih keras ber kali-kali lipat dari suara gemuruh sebelum nya sampai-sampai terdengar ke seluruh provinsi Moci.
Tapi Chu Feng sudah tidak kuat lagi untuk menahan petir yang terakhir ini hanya bisa berbaring pasrah menyerahkan nasibnya kepada petir tersebut.
Lalu Chu Feng memejamkan matanya menandakan dia sudah putus asa, tetapi dia teringat kembali penghinaan selama delapan tahun terakhir lalu sebuah tekad muncul dalam dirinya lalu tanpa Chu Feng sadari aura hitam bercampur putih lerlahan merembes keluar dari tubuhnya.
Sebelum Chu Feng membuka matanya petir ke enam puluh sembilan menyambar tubuhnya, tapi kekuatan petir tersebut tidak seganas sebelumnya karena aura yang keluar dari tubuh nya melindunginya dari kekuatan penuh petir tersebut.
Setelah terkena serangan petir yang ke enam puluh sembilan Chu Feng pun pingsan tak sadarkan diri.
Setelah waktu yang cukup lama, Chu Feng pun tersadar dari pingsannya ketika dia terbangun, Chu Feng terheran-heran dengan kondidinya karena dia tidak menemukan luka sedikitpun menurut perkiraannya seharusnya dia berakhir sekarat, jangankan sekarat Chu Feng merasa lebih kuat dari sebelumnya.
Chu Feng pun memeriksa tingkat Kultivasinya alangkah terkejutnya dia ketika melihat tingkat kultivasinya meningkat pesat dari ranah roh tingkat lima langsung ke ranah selanjutnya yaitu ranah pemurnian jiwa.
Tidak hanya tingkat Kultivasinya saja yang meningkat tetapi Teknik Kultivasi nya juga meningkat dari tingkat satu ketingkat dua.
Setelah terbangun dari keterkejutan nya, Chu Feng pun bergegas pergi karena takut akan ada orang yang datang karena menyadari akibat keributan yang di sebabkan petir aneh tadi.
Selama dalam perjalanan pulang, Chu Feng terus memikirkan saat-saat petir ke enam puluh sembilan menyerangnya karena seharusnya dia tidak akan bertahan akibat serangan petir ke enam puluh sembilan itu, tapi Chu Feng tidak memikirkannya lebih jauh.
Chu Feng yakin bahwa itu adalah keberuntungannya, tapi setelah beberapa lama dia berfikir, apakah aku akan tersambar petir sebanyak enam puluh sembilan kali lagi? Entahlah biar waktu yang menjawabnya? Lalu dia pun melesat dengan kecepatan lebih cepat.
__ADS_1
**
penasaran dengan kelanjutannya? terus ikuti alur ceritanya. Dan Jangan Lupa Dukung Author Dengan Cara Like, Vote and Comment. Komentar Apapun akan dihargai oleh Author.