
Setelah beberapa saat Chu Feng pun tiba dilapangan dihalaman rumah tersebut. Sesampainya dilapangan, terlihat seorang pria paruh baya sedang berdiri ditengah lapangan sambil membawa sebilah pedang yang dibawanya di rumah Penatua Mo.
"Cepatlah kesini, aku tidak punya banyak waktu untuk mengajarimu hanya untuk Teknik Dasar saja, aku akan mengajarimu sekali setelah itu kau belajar sendiri. Sebelum itu aku akan menjelaskan sesuatu dulu." Ucap Penatua Gong dengan sedikit berteriak. Setelah Chu Feng berada di depannya, Penatua Gong mulai menjelaskan.
"Seperti kata pepatah, setiap jenis jalur bela diri dimulai dari pelatihan yang paling dasar, bahwa memang ada teknik bela diri legendaris di dunia ini. Tetapi jika dasar dari teknik bela diri tidak stabil, bahkan jika teknik legendaris itu ada padamu, kau tidak punya cara untuk mengolahnya."
Chu Feng menjadi sangat bersemangat, dan tidak berkecil hati.
Dalam penguasaan Teknik bela diri, terbagi menjadi tiga, yaitu: Kesempurnaan kecil, kesempurnaan menengah, dan kesempurnaan hebat. termasuk Teknik Dasar dalam pedang.
Kesempurnaan kecil apabila telah menguasai teknik bela diri sampai tiga puluh persen. Kesempurnaan menengah apabila telah menguasai teknik bela diri sampai tujuh puluh peres. Kesempurnaan hebat apabila telah menguasai teknik bela diri sampai seratus persen.
Khusus untuk atribut dan teknik pedang, masih ada tingkatan diatasnya kau akan mengetahuinya di masa depan.
Chu Feng terus mendengarkan. Penatua Gong Mulai memperagakan Teknik Dasar Pedang. Hanya ada beberapa gerakan dalam Teknik Dasar Pedang, yaitu: Sapu, dorong, retas, ayunan, potong dan tembus. Teknik barusan juga dikenal sebagai enam gerakan dasar dalam pedang.
Penatua Gong juga menyuruh Chu Feng menggunakan beban di tangannya.
Karena itu adalah Teknik Dasar Pedang, secara alami itu mudah dimengerti. Chu Feng hanya perlu melihat sebelum mengerti. Kemudian dia mulai berlatih sendiri. Karena Chu Feng mengenakan berat lima puluh kilogram, secara alami setiap gerakan sangat sulit.
Penatua Gong terus menggelengkan kepalanya tanpa henti, "Lengan kamu kurang tinggi. Kakimu seharusnya tetap dalam posisi kuda-kuda. Dan kamu seharusnya tidak berhenti ketika kamu mengayunkan pedang kamu."
Ketika Chu Feng berlatih sendiri, dia menemukan bahwa ada banyak kesalahan dalam Teknik Dasar Pedang. Itu hanya enam gerakan sederhana, namun dia terus membuat kesalahan.
Hari semakin larut. Sementara itu, Penatua Gong terus memberinya petunjuk dengan sabar. Mengakibatkan Chu Feng sangat berterima kasih kepada Penatua Gong.
"Kita akhiri disini latihan ini sampai disini." Ucap Penatua Gong lalu melemparkan sebuah cincin. kemudian melanjutkan perkatannya, "Itu adalah cincin spatial untukmu, pergunakan dengan baik." Ucap Penatua Gong lalu melangkah pergi meninggalkan lapangan itu.
Chu Feng menyeka keringat di dahinya dan mengangguk pelan untuk menunjukkan bahwa dia mengerti. Enam gerakan ini adalah dasar dari semua teknik pedang, ada banyak perubahan yang terjadi tetapi tetap bertumpu pada enam gerakan ini.
**
Satu hari menuju ujian hutan belantara.
__ADS_1
Chu Feng berlatih seperti hari-hari sebelumnya.
Tapi dia masih belum dapat Senjata Roh yang di janjikan kepadanya. Setelah berfikir sebentar, Chu Feng pun memutuskan untuk menanyakannya langsung kepada Penatua Mo.
Setelah beberapa saat, Chu Feng sampai di halaman rumah Penatua Mo, ketika Chu Feng hendak mengetuk pintu rumah itu, pintu itu terbuka dan terdengar suara dari dalam, "Masuklah." Ucap Penatua Mo dari dalam rumah.
Chu Feng pun masuk tanpa ragu, lalu setelah masuk ke dalam, Chu Feng langsung memberi hormat kepada Penatua Mo dengan membungkukkan badan.
"Sebenarnya baru saja aku akan menyuruh seseorang untuk mengantarkannya padamu, tetapi kau sudah datang sendiri. Aku salah memperhitungkan waktunya." Setelah mengatakan itu, Penatua Mo memberikan Pedang yang berada di tangannya kepada Chu Feng.
Chu Feng mengambilnya, penampilannya benar-benar memenuhi harapan Chu Feng. Sarung pedang itu berwarna biru langit, dengan tubuh yang ramping tapi memiliki beban yang tidak ringan, dan juga dengan bilah yang tajam. Terasa pas dengan apa yang di inginkannya. 'Aah sempurna' Ucapnya dalam batin.
"Pedang Bayangan Langit, ya aku akan menamai pedang ini Pedang Bayangan Langit."
Chu Feng memulihkan akalnya, dan bergegas berterima kasih kepada Penatua Mo.
"Oh ya, setelah pedang itu di buat, pedang itu akan memiliki roh pedang, tapi aku tidak tahu kapan roh pedang itu akan terbangun. Ketika roh pedang itu terbangun, kau harus menaklukannya."
"Bauklah, saat waktunya tiba aku akan menaklukannya."
Setelah memberikan hormat, Chu Feng pun pergi meninggalkan rumah itu.
**
Hari ujian hutan belantara tiba.
Rincian nama-nama murid pelataran luar dibagi menjadi beberapa kelompok dan sudah ditulis dipapan informasi di tempat latihan.
Pada saat Chu Feng tiba, tempat latihan sudah penuh dengan murid, semua sibuk memeriksa kelompok mereka.
Setelah dia menemukan kelompoknya, dia sedikit bingung. Dia berada di kelompok yang sama dengan Yan Xihe, Leng Tianyu, dan yang lainnya yang kekuatannya diatas Chu Feng.
"Aku sebenarnya di tempatkan dengan di kelompok para jenius?"
__ADS_1
Ini agak aneh. Menurut aturan Sekte, tidak di lakukan dengan potensi murid, tapi lebih kepada kekuatan. Tingkat kekuatan yang berbeda akan ditugaskan ke berbagai daerah di hutan belantara.
"Apakah para tetua berpikir bahwa aku memiliki kekuatan yang sebanding dengan Yan Xihe dan yang lainnya sekarang?"
Atau apakah seseorang mengatur ini?
Dia tidak tinggal diam di sekitar lapangan, sebaliknya dia langsung pergi ke titik pertemuan kelompok yang di tentukan di papan informasi.
Setiap kelompok memiliki dua puluh lima orang di dalamnya, dan setiap kelompok diawasi oleh seorang tetua.
Setelah mencari beberapa saat, Chu Feng menemukan tempat berkumpul kelompoknya. Kelompok ini dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing dipimpin oleh Yan Xihe dan Leng Tianyu.
Kedatangan Chu Feng menarik banyak anggota dalam kelompok. Terutama pedang yang dia bawa. Ini menarik spekulasi banyak orang, semua orang ingin tahu senjata tingkat apa yang dibawanya.
Chu San juga berada di dalam kelompok itu. Dia berada di kelompok yang sama sama dengan Yan Xihe, menatap Chu Feng dengan mantap.
Pada saat ini.
"Ah... etoo, orang-orang akhirnya sudah datang? Aku sudah bosan, ayo kita langsung berangkat."
Seorang pria muda dengan rambut hitam yang sedikit pirang berkalan. Pria muda tampak berusia sekitar dua puluh dua tahun dengan sosok tinggi. Dengan liontin batu giok tergantung di pinggangnya. Dia juga memiliki pedang dengan gagang berwarna emas, terlihat kontras. Dan dia dipenuhi dengan aura yang mulia, tampan dan penuh dengan keanggunan.
"Biarkan saya memperkenalkan diri. Saya pengawas ujian sekte kali ini. Saya dipanggil Tian Lei, para gadis biasanya memanggil saya Saudara Tian." Pria itu tersenyum memamerkan gigi putihnya.
"Ayo pergi!" Tian Lei memgangkat tangannya, dia membawa tongkat menuju array teleportasi.
Para murid harus keluar kota terlebih dahulu sebelum pergi menuju tempat ujian.
Dengung bisa terdengar setelah Tian Lei mengaktifkan array teleportasi.
Chu Feng dan anggota lainnya merasa penglihatan mereka kabur. Setelah beberapa saat, semua orang dipindahkan ke tempat yang jauhnya ratusan kilometer di luar kota.
"Pergi!"
__ADS_1
Dia mengangkat tangannya, dan cahaya keemasan aneh bersinar dari tangannya ke tongkat yang berada di depannya.
Transformasi mulai terjadi. Tongkat perlahan melebar dengan rune yang rumit dan aktif. Pada akhirnya, lebarnya menjadi puluhan meter. Seolah-olah itu adalah kapal, kapal itu membawa dua puluh lima anggota ke daerah pedalaman hutan belantara, dengan cepat menjadi cahaya kabur membelah awan.