
Semua orang di Kota Azzure sangat kaget karena tiada hujan tiada angin tiba-tiba banyak petir nenyambar satu puncak, mereka berfikir bahwa Dewa telah turun. Lalu mereka pun beramai-ramai mendatangi puncak tersebut, akan tetapi mereka tidak menemukan apapun selain puncak gunung yang kosong tanpa ada sedikitpun tanda-tanda kehidupan.
Di sebuah menara tinggi di Provinsi Qianduan di kekaisaran Klan Liu tepatnya penguasa benua sembilan provinsi seorang pria sepuh mengenakan jubah kaisar berwarna putih berornamen warna emas memandang kearah provinsi Moci. "Kerahkan pasukan mata-mata elite kita, temukan siapa yang menyebabkan petir itu." Ucapnya kepada kasim yang berada dibelakang nya itu, tubuhnya sedikit bergetar karena dia tau apa arti dari petir yang menyambar tersebut.
**
Di dalam sebuah kamar Klan Chu, Chu Feng duduk di tempat tidurnya dia sedang memikirkan kejadian sebelumnya, tetapi dia masih belum memiliki jawaban atas kejadian tersebut. Dia pun tidak memikirkannya lagi, karena sekarang dia memiliki kemampuan baru yaitu menjadi seorang Alchemist.
Ternyata kalung yang selalu dikenakannya itu tidak hanya berisi tentang teknik kultivasi yang misterius tetapi berisi ilmu tentang Alcemist, teknik berpedang dan tangan kosong tetapi dengan kekuatannya yang sekarang dia hanya bisa mempelajari Alchemist itupun pil tingkat satu yaitu pil terendah yang bisa dibuat oleh seorang Alchemist.
Untuk menjadi seorang Alchemist syaratnya harus memiliki elemen dasar api dan pada waktu itu Chu Feng belum mempunyai elemen api, tetapi setelah teknik kultivasinya meningkat ke tingkat selanjutnya, Chu Feng bisa mengeluarkan api seukuran biji berwarna biru muda dari telapak tangannya.
Api tersebut bernama Thunder True Flame, walaupun terlihat seukuran biji tetapi itu bisa melelehkan baja dalam sekejap, tetapi ukuran Origin Flame nya hanya seukuran butir beras.
Origin Flame adalah inti dari kekuatan api tersebut apabila tidak ada Origin Flame maka tidak akan bisa menghasilkan api lagi.
Origin Flame sangat berharga, apabila ingin Origin Flame bisa meningkat maka bisa dengan memakan Origin Flame yang lain, tentu saja dengan energi api yang sama, misalnya api berenergi Yin dengan Yin dan api berenergi Yang dengan Yang. Atau bisa dengan tumbuhan ajaib yang menghasilkan api, tapi tumbuhan ajaib tersebut sangat langka.
Tetapi ada cara yang lebih praktis, yaitu dengan teknik kultivasi yang bisa menghasilkan api, dengan seiring teknik kultivasi tersebut meningkat, maka Origin Flame pun akan terus meningkat sesuai tingkatan teknik kultivasi tersebut.
__ADS_1
Dan sekarang Chu Feng sedang memikirkan langkah selanjutnya yang akan dia ambil, dengan kekuatannya sekarang tes untuk masuk sekte yang akan diadakan seminggu kemudian tidak akan menjadi masalah besar, dia yakin akan bisa lulus tes tersebut.
"Apa yang akan kulakukan selanjutnya? Aku tidak ingin kekuatanku diketahui oleh banyak orang untuk saat ini." Setelah berfikir beberapa saat Chu Feng pun membuat sebuah keputusan, dia tidak akan memberitahu siapapun tentang kekuatannya untuk saat ini, dan dia berencana akan ke kota besok pagi untuk membeli bahan-bahan untuk membuat pil. Setelah mempertimbangkan keputusan nya tersebut, dan dia rasa keputusan nya tepat untuk saat ini, dia pun langsung tidur.
Chu Feng tidak perlu membeli kuali karena didalam kalung yang selalu dikenakannya terdapat kuali kuno berpola bergambar empat binatang kuno yang legendaris, yaitu gambar Azzure Dragon, Black Tortoise, Phoenix dan yang terakhir adalah Macan Putih.
**
Pagi-pagi buta terlihat sesosok manusia mengendap-endap keluar dari Klan Chu mengenakan jubah berwarna hitam yang menutupi jati dirinya. Dia tidak lain adalah Chu Feng, tidak ada yang menyadari kepergiannya karena dia sudah tahu jalan untuk pergi menyelinap diam-diam tanpa diketahui oleh para penjaga atau pun anggota Klan lainnya.
Setelah sekitar satu jam perjalanan diapun berhenti disebuah toko bernama Pavilium Azzure, Pavilium Azzure adalah toko terbesar yang ada di Kota Azzure. Pavilium tersebut menyediakan berbagai benda untuk kultivator.
"Maaf tuan ada yang bisa kubantu?" Pelayan itu sangat sopan karena takut menyinggung sosok didepannya, karena tidak mengetahui sosok yang sekarang berada didepannya itu.
"Aku ingin membeli bahan-bahan ini untuk membuat sebuah pil." Lalu Chu Feng menyerahkan secarik kertas ke pelayan yang berada didepan nya itu. Pel
ayan tersebut terlihat lebih sopan setelah mengetahui bahwa sosok misterius yang berada didepannya itu seorang Alchemist, karena dia tahu seorang Alchemist sangat dihormati dimanapun dia berada.
"Mari tuan biar kuantar kesebuah ruangan dulu." Ucap pelayan tersebut dengan badan sedikit membungkuk.
__ADS_1
"Aku sedang terburu-buru dan aku tidak punya banyak waktu." Ucap nya dengan dingin.
Karena tidak ingin menyinggung sosok yang berada dibelakang pembeli misterius itu, pelayan tersebut langsung mencari bahan-bahan yang berad tertulis dikertas yang diberikan sosok misterius itu.
Setelah menunggu beberapa waktu pelayan itu kembali dengan membawa tas berisi bahan-bahan yang ingin dibelinya, setelah mengecek dan tidak ada bahan yang terlewat Chu Feng pun menanyakan berapa harga semuanya.
"Semuanya sepuluh ribu keping perak tuan" Ucap nya sambil menundukkan kepala.
Setelah mendengar harganya, Chu Feng pun menghela nafas pelan, uang itu adalah tabungannya selama beberapa tahun terakhir, dan dia menghabiskannya dalam satu waktu. Dia pun bertekad untuk berhemat kedepannya.
Setelah menyelesaikan transaksi itu, Chu Feng pun langsung pergi meninggalkan toko tersebut karena dia sudah tidak nyaman karena dari tadi banyak orang yang memperhatikannya.
Setelah Chu Feng pergi meninggalkan toko tersebut sang pelayan pun berlari keruangan menejer nya. Dia pun masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuat sang menejer marah, tetapi setelah mendengar penjelasan sang pelayan, menejer itu langsung gembira sang pelayan pun menyarankan untuk mengikuti sosok misterius itu, tetapi sang menejer yang sudah berpengalaman menolak ide tersebut karena tidak ingin menyinggung sosok di belakang sosok misterius itu.
"Dia pasti akan kembali lagi kesini untuk membeli bahan-bahan untuk membuat pil, ketika dia datang lagi beritahu ku aku akan melayaninya sendiri." Ucap sang menejer kepada pelayannya itu, lalu sang menejer memberikan tip kepada pelayannya sebagai bayaran atas informasi tersebut.
"Alchemist baru misterius dan petir misterius? Semuanya terlalu kebetulan, apa ini ada hubungannya?" Sang menejer pun larut dalam pikirannya karena kejadian ini terlalu kebetulan.
**
__ADS_1
Jangan Lupa Dukung Author Dengan Cara Like, Vote and Comment. Komentar Apapun akan dihargai oleh Author.