Legend Of Martial Emperor

Legend Of Martial Emperor
Ch. 10 Tes Masuk Sekte III


__ADS_3

Satu hari berlalu.


Hari kedua ...


Hari ketiga ...


Hari keempat ...


Hari kelima ...


Hingga hari ketujuh ...


Hingga hari ketujuh, jumlah orang yang berpartisipasi dalam penilaian tes akhirnya secara bertahap menjadi berkurang.


Tempat-tempat pengujian yang semula ramai perlahan-lahan menjari sedikit.


Sebagian besar anak laki-laki dan perempuan sudah menyelesaikan ujian masuk mereka, dan hasilnya berbeda-beda. Kadang-kadang beberapa kandidat yang datang ke Kota Azzure dari jauh, setelah menerima nomor urut mereka sendiri, dengan cepat menyelesaikan tes.


Chu Feng masih menunggu di sisi tes pengujian pertama.


Pria paruh baya itu hanya duduk dikursi dengan wajah yang malas.


Dia sesekali menatap Chu Feng dengan tatapan jijik dan merendahkan.


Satu hari lagi berlalu, pada hari kedelapan jumlah orang yang berpartisipasi hanya beberapa orang saja, hari ini juga merupakan hari terakhir tes masuk Sekte Pavilium Pedang Surgawi.


Terlihat matahari mulai terbenam dari ufuk barat, orang-orang yang semula ramai pun satu persatu mulai meninggalkan tempat tersebut, mereka berfikir bahwa Chu Feng tidak akan mendapatkan giliran untuk mengikuti tes penilaian masuk Sekte Pavilium Pedang Surgawi.


Terlalu malas untuk mengatakan apa pun, Chu Feng langsung berjalan kearah tempat kepala pengawas tempat ujian dan bertanya "Hei apakah sekarang aku bisa mengikuti tes penilaian?"

__ADS_1


Pria paruh baya tersebut menyipitkan matanya lalu berkata "Apakah kau melihat mengapa orang-orang datang kesini? Dan mengapa mereka masih berada disini?"


"Mana kutahu" Chu Feng menjawab dengan acuh tak acuh lalu mengangkat kedua bahunya.


"Kau...!" Kepala pengawas ujian itu terlihat geram mendengar jawaban Chu Feng dia merasa direndahkan oleh sampah.


"Kenapa kau tidak menanyakannya sendiri? Bukan kah kau punya mulut? Apakah mulut mu itu mendadak bisu?" Ucap nya sambil tertawa mengejek.


Medengar dia diejek lagi oleh sampah, pria paruh baya tersebut sebenarnya ingin mencabik-cabik Chu Feng untuk melampiaskan amarah nya, tetapi dia masih bisa menahannya, dia tidak cukup bodoh untuk membunuh anak anggota Klan Chu, apalagi Chu Feng merupakan anak angkat dari Patriach Klan Chu.


Tetapi dia punya rencana lain "Chu Feng tidak akan mengikuti tes ini, karena hasilnya sudah pasti dia tidak akan lulus tes" Ucap kepala pengawas ujian itu kepada orang-orang yang masih berada disana.


"Kenapa baru di umum kan sekarang?..."


"Apa ini? Aku sudah lama menunggu dan dia tidak akan mengikuti tes?..."


"Apakah kita tidak akan menyaksikan lelucon lagi..."


Tentu saja mereka tidak menyuarakan nya secara langsung, mereka hanya berbisik dan mengumpat dalam hati.


Sedangkan penguji tes yang lain hanya menggelengkan kepala mereka atas sikap kepala pengawas ini, mereka sudah tahu atas sikap tak masuk akal kepala pengawas tes ujian ini.


Perlahan-lahan tempat itu menjadi kosong, Ketika semua orang sudah pergi meninggalkan tempat tersebut "Kenapa kau masih disini? Waktunya tes masuk sekte sudah habis sampah sepertimu tidak pantas masuk sekte ini... Sepertinya kau belum puas... lalu tunggu."


"Tapi aku tidak mau menunggu lagi" Ucap Chu Feng dengan tatapan tajam.


Kepala pengawas ujian itu hanya mencibir dan memandang Chu Feng dengan tatapan malas. Sepertinya dia sudah mendengar lelucon, bahkan dia terlalu malas untuk mengatakan apapun.


"Atas sikap mu yang tidak sopan kepada kepala pengawas ujian kamu tidak layak untuk memasuki Sekte Pavilium Pedang Surgawi" Chu San yang dari tadi diam saja pun ikut bicara dengan senyum kemenangan.

__ADS_1


Mata Chu Feng menyipit "Cepat atau lambat semua akan berbalik."


Mendengar perkataan Chu Feng, Chu San tidak sadar mundur satu langkah instingnya mengatakan bahwa Chu Feng tidak main-main dengan perkataannya. Tapi dia segera menenangkan dirinya sendiri.


Chu Feng terlalu malas untuk meladeninya.


Chu Feng memutar matanya kearah kepala pengawas yang sedang menunjukkan tawa menghina. Lalu Chu Feng berkata "Pavilium Pedang Surgawi sebenarnya memiliki penatua yang tak tahu malu ini memalukan."


"Kau... apa yang kau katakan? sampah sepertimu berani berkata seperti itu!" Kepala pengawas itu tidak berharap Chu Feng berani berkata seperti itu kepadanya, kepala pengawas itu menjadi semakin marah mendengar perkataan Chu Feng.


"Aku menghormati Sekte Pavilium Surgawi, jadi aku menunggu dengan sabar selama delapan hari. Kamu tidak akan naif bukan, dan berpikir bahwa aku takut padamu?" Chu Feng mencibir lalu berkata "Apakah kamu tetap tidak akan membiarkan ku mengikuti penilaian? Kamu akan menyesal karena tidak membiarkan ku mengikuti penilaian dan cepat atau lambat kamu akan memohon dan meminta maaf kepada ku dan kau akan menyesalinya."


Setelah mengatakan itu, Chu Feng berbalik dan berniat untuk meninggalkan tempat ini.


"Aku? Memohon dan meminta maaf kepadamu? Dan aku akan menyesalinya? Baiklah aku akan melihatmu membuat lelucon lagi, aku ingin melihat siapa yang tertawa diakhir nanti, walalu pun sudah jelas yang akan tertawa diakhir adalah aku." Ucap kepala penvawas itu dengan kemenangan seolah-olah ini sudah berada didalam genggaman nya.


"Kenapa kita tidak membuat perjanjian saja? Jika aku berhasil lolos maka kau akan berlutut dihadapan ku dan kau harus menampar dirimu sendiri sebanyak seratus kali." Ucap Chu Feng dengan penuh percaya diri.


"Lalu bagaimana jika kau kalah?" Ucap kepala pengawas dengan nada mengejek.


"Jika aku kalah maka aku akan mempertaruh kan nyawaku sebagai bayaran jika aku kalah."


"Bagus sangat bagus maka aku akan membuat mu mati secara perlahan-lahan dengan menyiksamu terlebih dahulu, sehingga kau berfikir lebih baik mati dari pada hidup." Ucap kepala pengawas itu lalu dia tertawa lantang seolah-olah kemenangan sudah berada didalam genggaman tangan nya.


Chu Feng pun berjalan ketempat pengujian pertama.


**


Dukung Author dengan Vote Like and Comment.

__ADS_1


Komentar apapun akan dihargai oleh author.


__ADS_2