
Tidak ada cahaya, belum lagi bagian hijau dan kuning, bahkan bagian merah tidak ada sedikit pun reaksi, darah Chu Feng tidak mengaktifkan sinar cahaya.
"Hei, hei"
Dalam menghadapi situasi yang aneh ini, alis ayah nya Chu Feng sedikit berkerut, dan kemudian ia mencoba untuk yang kedua kalinya, tetapi hasilnya masih sama yaitu tidak ada jejak cahaya di ketiga bagian.
Ayah nya Chu Feng bukan tidak mengantisipasi kejadian seperti ini, tapi dia tidak mengantisipasi kejadian nya akan separah ini.
Semua orang terdiam, dapatkah dikatakan bahwa bakatnya sangat buruk? Bahkan bagian merah yang terlemah sekalipun tidak dapat diaktifkan?
Dia tidak berbakat dalam bela diri? Dia tidak bisa berkultivasi?
Bagaimana mungkin Chu Feng tidak memiliki bakat? Apakah ini nyata? Ini pasti tidak benar kan?
Semua yang berada disana terheran-heran, pertanyaan demi pertanyaan memenuhi benak mereka.
"ini..." bahkan para Pemimpin dari Alam Atas lain pun terheran-heran melihat situasi ini mereka memang tidak ingin Chu Feng mempunyai bakat yang tinggi, tetapi mereka tidak mengharapkan situasi seperti ini.
Keributan besar pun terjadi, mereka yang percaya bahwa Chu Feng akan memiliki bakat yang tinggi mulai menyuarakan bahwa batu uji tersebut pasti rusak atau ada yang menyabotase.
Sedangkan orang-orang yang sangat membenci Klan Chu sangat senang, mereka tertawa lepas mereka mencaci dan menghina bahwa Chu Feng adalah sampah.
"Dasar keturunan sampah"
"Buang saja dia atau tidak bunuh saja dia"
"Buat apa keturunan sampah itu dibiarkan hidup"
"Membiarkan nya hidup hanya akan membuang sumber daya Klan"
__ADS_1
"Hahahahaha..." mereka semua tertawa lepas melihat bahwa Chu Feng adalah sampah.
Bahkan tidak sedikit yang melempari Chu Feng dengan makanan yang seharusnya menjadi jamuan para tamu.
Melihat situasi seperti ini, Patriach Klan Chu ingin bertindak tetapi sebelum dia bertindak terdengar suara gemuruh petir yang sangat keras, bersamaan dengan awan-awan hitam yang memenuhi langit hingga puluhan ribu kilometer dari tempat tersebut.
Patriach Klan Chu lalu menoleh kearah panggung terlihat seorang pria gagah mengeluarkan aura hitam pekat yang perlahan merembes keluar dari tubuh nya dengan nafsu membunuh yang sangat pekat membuat orang-orang kesulitan bernapas karena aura dan nafsu membunuh tersebut.
Sebelum Patriach Klan Chu memberitau kepada orang-orang yang sudah mencaci dan menghina Chu Feng untuk pergi, tekanan besar menyelimuti seluruh tempat Klan Chu.
**
Setelah mencoba yang kedua kalinya dan hasil nya tetap sama, ayah dari beyi tersebut menoleh ke arah samping lalu berkata dengan pelan "tak kusangka kau akan bertindak sampai sejauh ini tetua tertinggi" setelah mengatakan itu, ayah dari bayi mungil tersebut berbalik dan berjalan kearah sang istri lalu menyerahkan bayi yang ada dalam pangkuan nya kepangkuan sang istri lalu berkata.
"Lindungi dia tempat ini akan menjadi saksi bahwa seseorang tidak boleh menyentuh skala terbalik naga"
Sedangkan penatua tertinggi setelah mendengar ucapan dari orang yang paling ia benci, ia hanya tersenyum dingin menanggapi ucapan tersebut.
Terlihat seorang pria gagah di atas panggung mengeluarkan aura hitam pekat yang perlahan merembes keluar dari tubuhnya, lalu dia pun mengeluarkan tekanan yang sangat besar.
Terlihat dia mengeluarkan sebuah pedang berwarna merah darah dari cincin spatialnya, pedang itu mengeluarkan aura kematian yang sangat mencekam.
Lalu dia mengeluarkan tekanan yang sangat tinggi kepada orang-orang yang menghina anaknya, kebanyakan orang-orang tidak kuat menahan tekanan itu langsung jatuh pingsan, tidak sedikit juga yang langsung mati meledak menjadi kabut darah karena tidak kuat menahan tekanan tersebut.
Lalu pria itu mengeluarkan pedang berwarna merah darah itu dari sarungnya dan berkata "mereka yang menyentuh skala terbalik naga akan merasakan akibatnya"
Setelah mengatakan itu pria tersebut langsung melesat kearah para penonton, sebelum melesat pria tersebut berkata pelan kepada sang penatua tertinggi "suatu saat nanti akan ada orang yang membunuh mu dengan pedang ini" dengan nada yang sangat dingin.
Pria tersebut melesat dengan sangat cepat sambil mengayunkan pedang nya, setiap ayunan pedang nya tujuh sampai sepuluh orang mati dengan kepala terpisah bahkan tidak sedikit yang meledak menjadi kabut darah.
__ADS_1
**
Sementara kekacauan terjadi ada dua orang jauh di atas awan yang memperhatikan kejadian tersebut, yaitu seorang kakek tua bersama dengan seorang gadis muda yang terlihat sekitar tiga puluh tahunan.
Gadis tersebut sangat cantik, bahkan kecantikkannya dapat merobohkan suatu kota gadis tersebut sangat kesal melihat sang bayi tidak memiliki bakat bela diri lalu dia bergumam pelan.
"Andai Kakak Chu menikah denganku mungkin nasib anak itu tidak akan seperti ini" lalu dia menghela nafas panjang dan memikir kan kenapa pria yang dicintainya itu bisa memilih wanita itu.
Sementara pria sepuh yang ada disamping gadis tersebut terlihat Lelaki tua itu dengan cermat mengamati.
Sepertinya ingin menemukan beberapa alasan, tetapi gagal menemukan sesuatu yang salah, hingga dia memalingkan matanya ke atas batu ujian, tiba-tiba matanya menjadi cerah, dan kemudian wajahnya berubah shok.
Bagian atas batu uji berwarna hitam putih membentuk pola yin yang dan pola itu sangat kecil, tetapi jika Anda melihat lebih dekat, Anda akan menemukan pola yin yang dengan ukuran wijen di bagian atas batu uji.
Hal yang paling aneh adalah bahwa pada saat ini, titik kecil berkedip hitam dan putih.
"Benarkah bayi kecil itu mengaktifkan bagian legendaris ini."
Pada saat ini, mata lelaki tua itu tidak bisa berkedip, napasnya berfluktuasi, dan bahkan tubuh yang tampak berantakan kapan saja bergetar hebat.
Batu uji nya menyala ini membentuk pola yin yang, warna bagian atas bukan hijau, tetapi hitam dan putih, tetapi warna itu adalah legenda, dikatakan bahwa tidak ada seorang pun di seluruh Galaksi ini yang dapat mengaktifkannya.
Jika Anda dapat mengaktifkan bagian hijau, itu adalah jenius seni bela diri yang memang layak, maka orang yang dapat mengaktifkan bagian hitam dan putih hanyalah manusia legendaris.
Itu juga karena tidak ada yang bisa mengaktifkan bagian itu, sehingga orang berpikir bahwa bagian itu tidak berguna, tidak ada yang bisa mengaktifkannya sama sekali, atau itu hanya menipu, jadi secara bertahap menguji batu, hanya tiga warna yang tersisa.
"Apakah ini benar? Apakah ini benar?"
Melihat titik-titik hitam dan putih yang berkedip dengan cahaya aneh, lelaki tua itu merasa tidak dapat dipercaya, dan tidak bisa tidak mengusap matanya sendiri, tetapi ketika dia membukanya, dia menemukan bahwa cahaya itu ada di sana, tetapi perlahan-lahan menghilang dan akhirnya kembali ke keadaan semula.
__ADS_1
**
penasaran dengan kelanjutannya? terus ikuti alur ceritanya. Dan Jangan Lupa Dukung Author Dengan Cara Like, Vote and Comment. Komentar Apapun akan dihargai oleh Author.