
Ketika Chu Feng pingsan, teknik kultivasi misterius tidak berhenti beredar, yang berarti Energi Spiritual disekitarnya masih terus mengalir ketubuhnya.
Tidak seperti sebelumnya, yang tidak bisa memasuki Dantian.
Semua Energi Spiritual masuk ke dalam Dantiannya.
Dantian yang awalnya berupa massa tak terbentuk, tampak tidak seperti itu lagi, dan didalamnya terlihat Azzure Dragon yang masih kecil.
Mata Azzure Dragon itu masih tertutup, tetapi cakarnya sedikit terbuka. Azzure Dragon itu dengan rakus menghisap Energi Spiritual yang mengalir ke Dantian, kedua kumisnya terlihat bergoyang dengan lembut.
Tampaknya dia sangat senang, dan seluruh tubuhnya dengan cepat berenang berputar-putar di dalam Dantian, dan terus menerus menyerap Energi Spiritual yang masuk ke Dantian.
Kulit luar Azzure Dragon itu tampak berubah, terlihat kulit yang semula lembut perlahan mulai mengeras, hanya bentuknya saja yang tidak berubah tetap seperti bayi Azzure Dragon yang baru lahir.
Energi Spiritual di tempat itu perlahan menipis.
Bahkan tempat yang biasanya tidak pernah kekurangan Energi Spiritual perlahan mulai menipis menandakan Energi Spiritual di tempat ini tidak cukup untuk memberi makan Azzure Dragon kecil ini.
Energi Spiritual di tempat ini benar-benar di tersedot kering, dan untuk tempat ini menghasilkan menghasilkan kembali Energi Spiritual Surga dan Bumi memerlukan waktu yang sangat lama untuk seperti sebelumnya.
Azzure Dragon itu tampaknya tidak puas dan terus menerus menyedot Energi Spiritual. Namun, apalah daya, tidak ada lagi Energi Spiritual di tempat itu.
Ketika melihat tubuh Chu Feng yang penuh dengan energi, tubuhnya mulai mengerut, Azzure Dragon itu benar-benar ingin meyerap Energi Spiritual di dalam daging dan tubuh Chu Feng.
Azzure Dragon itu terus menyerap Energi Spiritual selama kurang lebih satu jam lamanya sebelum berhenti, kulit Azzure Dragon kecil itu berubah menjadi lebih padat dan kuat.
Azzure Dragon kecil itu perlahan-lahan membuka matanya, dan menggerakan cakarnya, dia berputar-putar di dalam Dantian, dan dia mengangkat kepalanya lalu mengeluarkan raungan keras yang sangat ganas, seolah-olah Azzure Dragon kecil itu baru saja bangun setelah sekian lama tertidur.
Raungan ganas dan kuat ini keluar dari tubuh Chu Feng dan menyebar ke segala arah.
Spirit Beast dan Demonic Beast yang berada di hutan belantara ini bergetar ketakutan dan bersujud.
Raungan ganas ini sepertinya mengandung tekanan yang sangat kuat, seolah-olah itu adalah raja dari semua Beast yang ada di dunia ini.
Pada saat ini, Chu Feng akhirnya bangun. Hal pertama yang dia perhatikan adalah perubahan pada tubuhnya, yang telah mengering.
Tapi, dia tidak bisa memikirkan tentang hal itu. Dia masih ingat bahwa ada sepasang mata misterius yang di dalam Dantiannya, yang membuatnya merasa takut.
Chu Feng dengan cepat duduk dalam posisi bersila, dan mulai mengirimkan kesadarannya ke dalam Dantiannya.
__ADS_1
Tapi dia bungung, dia tidak melihat lagi sepasang mata, yang dia lihat hanyalah Azzure Dragon kecil, ada beberapa genangan air di sekitarnya, dan matanya masih tertutup.
Apa yang sebenarnya terjadi? Dia jelas-jelas melihat sepasang yang berisi kekuatan yang sangat menakutkan, sehingga dia tidak akan pernah melupakannua.
Apakah mungkin ini adalah perbuatan Azzure Dragon kecil itu?
Chu Feng mengendalikan kesadarannya untuk mendekati Azzure Dragon kecil itu, kesadarannya hampir menempel pada wajah Azzure Dragon.
Membuatnya tampak sangat jelas. Tiba-tiba Azzure Dragon kecil itu membuka matanya, mengagetkan Chu Feng. Azzure Dragon kecil itu tempaknya tidak peduli dengan Chu Feng dan kembali menutup kedua matanya.
Chu Feng dengan cepat menarik kembali kesadarannya. Tatapan Azzure Dragon itu tampaknya mampu menarik jiwa orang-orang untuk tunduk, dan membuat mereka melayaninya.
Namu, apa Azzure Dragon kecil ini? Dia tidak mengingat Azzure Dragon memasuki tubuhnya. Mungkinkah itu adalah Roh Martial? Apakah akhirnya dia membangkitkan Roh Matrialnya?
Dia sekali lagi mengendalikan kesadarannya ke dalam Dantiannya, dia memeriksa teknik kultivasi misterius. Sebelumnya, Teknik Kultivasi Misterius beredar dengan cepat.
Dia tidak ingin memasuki dimana dia berada pada situasi yang akan membuatnya berada pada gerbang kematian lagi.
Tetapi dugaanya salah, ternyata Teknik Kultivasi Misterius itu beredar dengan stabil. Dan dia semakin terkejut bahwa kultivasinya telah meningkat dengan pesat.
Kultivasinya sekarang berada pada ranah selanjutnya, yaitu Murid Martial tingkat tiga, yang hanya bisa dilakukan dengan jenius.
Dia mengedarkan teknik kultivasi misterius.
Setelah mengolah teknik kultivasi misterius selama beberapa waktu, itu bisa menyebabkan kekuatannya meningkat secara drastis.
Chu Feng duduk bersila dan mengedarkan teknik kultivasi misterius. Saat dia melakukannya mata Azzure Dragon kecil itu tiba-tiba membuka matanya Tiga genangan air yang terpisah di dekatnya perlahan mulai mengering.
Qi yang murni dan kental mengalir perlahan ke seluruh tubuhnya dan meridiannya. Dia dengan hati-hati mengarahkan energi itu ke seluruh tubuhnya.
Dia dengan hati-hati mengarahkan energi itu ke tangan kanannya dan mengumpulkannya di ujung jarinya.
zzz! zzz!
Tiba-tiba ada cahaya listrik mendesis di jarinya, itu terus terkumpul di ujung jarinya, dan ada percikan api berwarna biru di listrik tersebut.
Api biru dan listrik itu sama seperti dulu untuk membuat sebuah pil. Api dan listrik itu bernama Holy Thunder True Flame.
Chu Feng ingin mencoba kekuatan dari Holy Thunder True Flame itu, lalu dia melirik kekiri dan kekanan, celingak celinguk seperti orang kebingungan.
__ADS_1
Ya memang dia sedang kebingungan, karena dia sedang di dalam gua, jadi dia bingun untuk mencoba idenya itu.
Lalu dia melirik ke arah pintu masuk gua, dan dia tanpa basa-basi melemparkan nyala api tersebut ke pintu masuk gua.
Ledakan!
Ada ledakan besar yang terjadi ketika nyala api itu menyentuh pintu masuk gua.
Terlihat pintu masuk gua itu hancur dan pintu masuknya menjadi sangat besar, nyala api nya pun belum padam.
Terlihat pintu masuk gua itu semakin membesar, karena habis dilahap nyala api itu, sebelum perlahan-lahan nyala api itupun padam.
Chu Feng tercengang, lalu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena kecerobohanya itu.
Setelah beberapa saat, Chu Feng tertawa liar, lalu larut dalam sukacita.
Setelah latihan untuk waktu yang lama, nyala api itu pasti akan memiliki kekuatan yang sangat kuat.
Di luar gua, matahari telah terbenam, dan kabut turun menyelimuti seluruh Hutan Belantara.
Sebelum Ujian Hutan Belantara ini berakhir, masih ada beberapa hari lagi. Dia berencana tidak akan berburu seperti sebelumnya dia akan pokus berkultivasi. karena dia yakin dia pasti akan lolos.
Dan yang paling penting, dia akan merenungkan pertempuran yang dia lakukan beberapa hari sebelumnya, tentu saja dia hanya akan berburu untuk mencari makan saja.
Sebelum pergi berkultivasi, dia menutup gua itu dengan beberapa batu besar yang berada disana.
"Tapi sebelum ini, aku harus pergi ke sungai untuk mengambil ari dan menyiapkan makanan terlebih dahulu..." Chu Feng hendak keluar dari gua.
Di bawah sinar rembulan, dia baru saja keluar dari gua ketika tiba-tiba suara langkah kaki melintas.
Orang-orang?
Chu Feng ragu-ragu untuk menyapa mereka.
Hati Chu Feng berdebar.
Pada saat ini, dia dengan jelas mendengar suara.
"Kepar*t! Sampah kecil itu. kemana dia lari, kita hampir mencarinya tiga hari dan kita masih belum bisa menemukannya..." Terdengar suara keras dan disertai dengan amarah.
__ADS_1