
"Hei, aku memanggil mu dari tadi kenapa kau tidak berhenti?!" Ucap gadis mungil itu dengan nada cemberut lalu menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya dan mengembungkan kedua pipinya.
"En, anu, aku tidak tahu bahwa kau memanggil ku tadi." Ucap Chu Feng sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu Chu Feng meminta maaf dengan wajah memelas.
"Hmph!" Gadis itu hanya mendengus kesal lalu membalikkan badan, sehingga sekarang posisinya membelakangi Chu Feng.
Chu Feng bingung harus bagaimana lagi, lalu dia mencoba meminta maaf lagi tapi gadis itu tidak menanggapinya. Karena sudah berusaha beberapa kali dan tidak berhasil, sebuah ide terpikirkan di kepalanya tapi dia tidak yakin apakah cara ini akan berhasil ataukah malah membuat nya lebih marah.
Setelah beberapa saat berfikir Chu Feng pun membuat keputusan melakukan ide tersebut.
Chu Feng pun berjalan kesebelah nya lalu berhenti sejenak, terlihat bola mata gadis itu ingin melirik Chu Feng sekilas tapi langsung menutup nya.
Melihat keadaan ini, Chu Feng pun tersenyum hangat sepertinya rencananya akan berhasil.
Lalu Chu Feng pun meneruskan langkahnya yang sempat terhenti.
TapTapTapTap.
Si gadis mungil itu pun kebingungan karena mendengar suara langkah kaki yang menjauh tapi dia tudak memikirkan nya lebihjauh, dia berfikir Chu Feng hanya membodohi nya supaya dia membuka matanya.
Setelah beberapa saat berlalu, dia membuka matanya karena tidak ada suara Chu Feng meminta maaf lagi seperti apa yang di bayangkan nya.
Dia menengok kesebelah kiri dia tidak melihat Chu Feng, lalu dia menengok ke sebelah kanan pun dia tidak melihat sosok yang di harapkan nya. Tapi ada senyum penuh makna tersungging di bibirnya yang manis.
Dia berfikir bahwa Chu Feng berada dibelakang nya, lalu dia pun merencanakan sesuatu. Dia akan berjalan kedepan beberapa langkah, dan setelah beberapa saat dia akan berbalik untuk mengagetkan Chu Feng karena dia yakin Chu Feng pasti mengikutinya.
TapTapTap.
__ADS_1
Gadis itu mulai berjalan dengan perlahan, setelah beberapa langkah, dia berjalan semakin pelan dan mulai siap untuk berbalik dan, "Ketemu!" Setelah berbalik, dia tidak menemukan siapapun di depannya. Gadis itu pun kebingungan dengan mulut terbuka.
Setelah pulih dari kebingungannya, dia berbalik lalu menyipitkan kedua matanya, setelah beberapa saat melirik kekiri dan kekanan terlihat seorang pemuda berusia enam belas tahun sedang berjalan santai dengan kedua tangannya di belakang kepalanya sambil bersiul.
Tiba-tiba aura sekitar gadis itu menjadi dingin, nafsu membunuh perlahan merembes keluar dari tubuh nya, "S*alan! Asemm! Aku di tinggalkan sendirian disini!..." Umpatan keras keluar dari mulut nya karena merasa dia di permainkan.
Lalu dia dengan cepat berlari menyusul Chu Feng sambil mengumpat keras di dalam hatinya.
Setelah beberapa saat, dia kembali menyusul Chu Feng dan menghadang nya kembali, tapi kali ini dia tidak langsung berbasa-basi, dia langsung menyerang Chu Feng dari depan, Chu Feng hanya bertahan dan tidak membalas serangan gadis itu.
Berfikir bahwa dirinya di permainkan kembali membuat amarah nya semakin menjadi, gadis itu pun menyiap kan kuda-kuda dengan kedua tangan berada di atas paha nya dengan wajah menatap wajah Chu Feng dengan kebencian, terlihat di kedua tangannya aura tipis berwarna hitam, jika Anda melihat nya lebih teliti, terlihat samar percikan api keluar dari aura tersebut.
"Rasakan ini!" Ucap gadis itu, lalu gadis itu mulai berjalan menghampiri Chu Feng dengan kedua tangannya masih seperti tadi.
Melihat hal ini, Chu Feng perlahan berjalan mundur. Dia berkata, "tunggu nona, aku tidak bermaksud mempermainkan mu aku hanya ...." Chu Feng mencoba memberikan penjelasan kepada gadis itu, sebelum penjelasannya selesai, gadis itu sudah mempercepat langkah nya.
Langkah yabg semula pelan, perlahan mulai cepat, gadis itu sudah siap melakukan serangan pada Chu Feng, gadis itu mulai berlari dalam beberapa tarikan nafas, gadis itu tinggal beberapa langkah lagi tepat di hadapan Chu Feng.
Aahh... Bruuk.
Chu Feng yang sedang panik karena tidak tahu harus bagaimana menghadapinya, tapi tiba-tiba gadis itu terjatuh dan menimpanya.
Mereka saling bertatapan dalam diam. Selama beberapa waktu mereka terus bertatapan seperti itu selama beberapa waktu sebelum Chu Feng menyela.
"Uhukk! Bisakah kau bangun dari tubuhku dan berhenti mencari kesempatan dalam kesempitan?" Ucap Chu Feng dengan senyuman tipis menghiasi wajahnya. Lalu melanjutkan perkataannya, "Tapi jika kau memaksa aku tidak akan keberatan," Ucap Chu Feng dengan senyum menggoda, lalu mengangkat kedua tangannya ke atas kepalanya, ketika kedua tangannya akan bertemu, si gadis pun tersentak kaget.
"Kyaaa! Apa yang akan kau lakukan? Dasar pria cabul, akan kuhajar kau." Gadis itu kaget ketika dia sadar apa yang akan dilakukan Chu Feng. Gadis itu terus memukuli Chu Feng dengan ganas, keanggunan yang sebelumnya terpancar dari wajahnya yang manis kini telah hilang tergantikan oleh keganasan yang tak tertuliskan.
__ADS_1
Chu Feng hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya, "Hei, bisakah kau berhenti memukuliku? Ini tidak seperti yang kau bayangkan, Aku melakukannya demi kebaikan mu." Ucap Chu Feng dengan samar karena wajahnya masih ditutupi oleh kedua tangannya, sehingga suara yang keluar dari mulutnya kurang jelas.
"Apa kau bilang? Demi kebaikan ku? Dasar pria tak tahu malu." Ucap gadis itu dengan marah, karena dirinya sebagai wanita merasa dilecehkan.
"Aku bisa menjelaskan semuanya, tapi sebelum itu ...."
"Sebelum apa? Dasar pria tak tahu malu." Sebelum Chu Feng selesai berbicara, gadis itu memotong perkataan Chu Feng.
"Sebelum itu bisakah kau menyingkir dulu dari tubuhku?" Ucap Chu Feng dengan suara yang cukup keras.
Mendengar perkataan itu, gadis itu menjadi salah tingkah, lalu dengan cepat berdiri. Dia berkata, "Jangan salah paham, dasar pria yang tak tahu malu." Ucap nya dengan kedua tangannya berada di depan dadanya.
Setelah gadis itu berdiri, Chu Feng pun ikut berdiri. Dia berkata, "Pertama aku tidak tahu siapa dirimu, kedua aku tadi berbuat baik ...." Ucap Chu Feng sambil berjalan kedepan gadis itu, lalu dia mengangkat tangan kanannya.
"Lihat di kepalamu, ada daun yang terselip di rambutmu yang indah itu." Ucap Chu Feng lalu dia mengambil daun itu dan membuangnya. Setelah itu, dia menengok ke kiri dan ke kanan lalu berjalan ke arah kanan.
Gadis itu tersipu malu karena dia telah salah paham, tapi kini dia terlihat kebingungan melihat tingkah Chu Feng.
Setelah beberapa saat berjalan, Chu Feng menemukan bunga berwarna putih, lalu dia memetik bunga itu, setelah memetik bunga itu, dia berbalik dan berjalan menuju gadis yang terlihat sedang kebingungan.
"Apa yang akan kau lakukan dengan bunga itu?" Tanya gadis itu tetapi Chu Feng tidak menjawabnya.
Chu Feng hanya tersenyum lalu mengangkat tangan kirinya ke arah sebelah kanan kepala gadis itu, di sibakkan rambut sang gadis yang menghalangi telinga kanan nya itu, lalu Chu Feng mengangkat tangan kanannya dengan bunga putih di genggamannya, lalu meletakkan bunga putih itu diatas telinga sang gadis. Chu Feng bisa merasakan nafas gadis itu sedikit memburu, entah karena marah atau karena malu.
"Nah, kalau seperti ini kan kecantikan mu menjadi bertambah bukan berkurang seperti sebelumnya." Ucap Chu Feng dengan tersenyum.
Melihat tindakan Chu Feng, pipi gadis itu memerah seperti tomat.
__ADS_1
"Hmph! Jangan menutupi kesalahan dengan tindakan seperti ini." Ucap gadis itu lalu membalikkan badan sehingga posisinya sekarang membelakangi Chu Feng, walaupun mengatakan seperti itu, hatinya tidak bisa menahan perasaan senang.
"Gadis yang menarik." Ucap Chu Feng dalam hati.