Legend Of Martial Emperor

Legend Of Martial Emperor
Ch. 28 Pertarungan Di Malam Hari


__ADS_3

Itu suara Chu San.


Chu Feng ragu-ragu, dia langsung membuang semua pikirannya untuk datang dan menyapa mereka.


Dia mundur lebih jauh dan bersembunyi di dalam bayang-bayang, dia benar-benar menyembunyikan jejak kehadirannya.


Leng Tianyu sudah mengingatkannya bahwa Chu San akan mencoba menyakitinya selama Ujian Hutan Belantara. Sepertinya peringatan itu memang benar.


Chu Feng dengan hati-hati memeriksa siapa saja yang datang bersama Chu San.


Di bawah sinar rembulan, dia bisa melihat dua sosok perlahan mendekat.


Orang yang memimpin memiliki sosok tinggi dan kurus, itu adalah dengan wajah yang memerah karena amarah.


Satu orang di sampingnya sedikit lebih tua, dan menurut pakaiannya dia adalah murid inti dari Sekte Pavilium Pedang Surgawi.


Mengapa dia datang kesini? Mungkinkah?


"Tuan muda Chu, jangan khawatir masih ada empat hari lagi sampai Ujian Hutan Belantara ini berakhir. Selama waktu itu aku akan menemani anda untuk menemukan ******** kecil itu," Ucap pria yang mengikuti Chu San.


'Tunggu, tuan muda? Bukankah dia adalah Klan Chu juga? Jadi Chu San dia menggunakan identitasnya sebagai tuan muda oertama di klan untuk menghabisiku?' Ucap Chu Feng dalam batinnya.


"Keparat, aku akan menyiksanya, aku akan menyiksanya sampai dia mati!" Ucap Chu San sambil menggertakan giginya.


"Ya, tunggu kita menemukannya. Saya pribadi pasti akan mematahkan ke tiga kakinya, dan kedua tangannya itu. Anda bisa mempermainkan dan mempermalukannya sesuka hati Anda tuan muda Chu, untuk melampiaskan amarah Anda!" Murid inti itu tersenyum kejam.


"Kepar*t! Dimana dia sebenarnya?!" Dibawah sinar rembulan, wajah mudanya memiliki sifat jahat.


"Haha, jika tuan muda Chu ingin bermain dengannya sampai dia mati, bukankah itu akan sangat menyenangkan?" Murid yang berada di samping Chu San itu mulai tertawa terbahak-bahak. Dan melanjutkan perkataannya.


"Itu benar, aku mendengar bahwa Tetua Tian Lei tidak mengawasi kelompok tuan muda Chu. Dia pergi entah kemana, jadi ini adalah kesempatan yang sempurna." Kata murid inti tersebut.


Chu San mengangguk, "Ini adalah kesempatan yang di kirim oleh surga. Aku harus membunuh Chu Feng sekarang, atau kalau tidak, aku kesempetan emas seperti ini tidak akan datang lagi." Ucap Chu San dengan niat membunuh datang dari kata-katanya.


"Selama kita melakukannya dengan bersih dan tidak meninggalkan jejak, sekte tidak akan menghubungkan ini dengan kita."


"Persetan dengan itu, jika dia kembali dan berkembang, aku akan sulit untuk membunhunya, dan yang paling penting adalah dia akan merebut posisi patriach klan dariku." Ucap Chu San dengan tegas dan penuh dengan kebencian.


Dari jauh.


Setelah mendengar perkataan ini, dia sedikit ragu-ragu, jika dia tidak memberi pelajaran pada Chu San sekarang maka orang itu akan terus mencari cara untuk membunuhnya.


'Jika anda bersikap lunak, maka itu akan menghambat kemajuan kultivasi mu' Perkataan Penatua Gong tiba-tiba muncul di benaknya.


Chu Feng perlahan-lahan memegang gagang Pedang Bayangan Langit.


"Haha, Anda tidak perlu kawatir tuan muda Chu. Aku Chu Ma telah menerobos, dan satu tahap lagi menuju ranah Murid Martial tingkat lima. Meskipun Esensi Qi di Dantian ku tidak terlalu murni dan padat, tapi aku masih memenuhi syarat untuk menangani sampah kecil itu."

__ADS_1


"Itu benar, ketika kita menemukannya, aku pasti akan menyiksanya sampai mati


Kedua orang itu berdiskusi dengan tenang dan santai, seolah-olah Chu Feng sudah ada di genggaman mereka.


Pada saat ini.


Di bawah sinar rembulan, dari jauh, seorang pemuda mendekati tanpa rasa takut.


"Benarkah begitu? Tidak perlu mencari ku lagi. Saya telah datang." Chu Feng muncul, matanya dingin. Pedangnya sudah terlepas dari sarungnya. Dia seperti Dewa pembunuh di bawah sinar rembulan yang turun dari langit, datang langsung untuk mereka.


Kedua orang itu terkejut dengan kedatangan Chu Feng yang tiba-tiba.


Ketika mereka pulih dari keterkejutan mereka dan mengenali siapa orang di depan mereka.


Chu San tercengang sesaat, kemudian tertawa terbahak-bahak, "Hei, kau Chu Feng, kamu telah mendengar apa yang kami katakan? Haha... Kau memang tidak tahu apa itu kematian, jika aku jadi kau, aku tidak akan pernah keluar dari tempat persembunyian. Bagus, karena kamu sudah menyerahkan hidup mu, aku akan membuatmu memohon hidup dan mati!"


Tatapan Chu Ma melewatinya, wajahnya seram, "Mengapa berbicara begitu banyak dengan sampah? Aku akan menangkapnya."


Chu Ma langsung menyerang.


Gerakan kakinya sangat indah dan sosoknya sangat lincah. Tangannya meraih sesuatu di belakang punggungnya, dan terlihat sebuah pedang terlepas dari sarungnya.


Gerakan pedangnya sangat cepat, seperti kilat, dan langsung menusuk ke tenggorokan Chu Feng.


Tepat!


Kejam!


Tiga kata ini ditunjukan sepenuhnya pada serangan pedang ini.


Jika sebelumnya, untuk menghadapi serangan seperti ini, pasti Chu Feng akan kesulitan.


Tapi sekarang.


Ledakan!


kebisingan dihasilkan.


Pergelangan tangan Chu Feng bergerak, mengayunkan pedang ke depan dan menyerang balik, bertemu pedang lainnya di udara.


Tiba-tiba percikan api dan listrik muncul di bawah sinar cahaya rembulan ketika kedua pedang itu bertemu.


Chu Ma hanya bisa merasakan panas di telapak tangannya. Kemudian, senjata roh ditangannya itu mengalami retakan. Dengan ledakan suara, pedang itu hancur, potongan-potongan itu menusuk tubuhnya!


"Aah..." Dia memuntahkan seteguk darah, kulitnya terlihat memiliki banyak goresan disertai luka bakar. Dia dengan cepat mundur.


Namun di saat berikutnya, Chu Feng mendesak maju. Sarung pedang di tangan kirinya menyapu ke depan, menyebabkan kekacauan tekanan dan kecepatan aliran yang hebat di udara.

__ADS_1


Chu Ma tidak punya banyak waktu untuk menghindar dan mendarat di perut.


Krek!


Seketika, suara retak dan patah tulang rusuk busa terdengar.


Chu Ma seperti layang-layang yang sudah putus talinya, menjukang tinggui terbang di udara dan mendarat di atas batu besar di kejauhan.


"Kamu..." Chu Ma menatap Chu Feng dengan bodoh, wajahnya dipenuhi dengan rasa tidak percaya.


Dia bahkan tidak bisa mencerna situasi karena ini terlalu cepat. Tulang-tulang di tubuhnya hampir semua patah.


Hampir semua organ internal nya mengalami pendarahan internal, dan napasnya tidak teratur.


Sepertinya dia tidak akan hidup lebih lama lagi.


Serangkaian pertarungan itu terlalu cepat.


Tidak ada waktu bagi Chu San untuk bereaksi.


"Ini."


"Bagaimana ini mungkin?!"


Chu San benar-benar tercengang.


Mereka tidak pernah berpikir bahwa ini akan berakhir pada mereka berdua.


Awalnya mereka sangat bahagia karena ini akan menjadi tugas sederhana untuk memburu seorang sampah.


Tetapi siapa yang mengira bahwa mangsa yang mereka anggap lemah akan tiba-tiba berubah menjadi kuat seperti ini?


Melihat serangannya berhasil, Chu Feng tidak ragu-ragu melemparkan sarung pedangnya di tangan kirinya.


Cahaya dingin menyala.


Sarung pedang itu seperti kilat hitan di bawah sinar rembulan.


Secara naluri, Chu San mengayunkan senjatanya!


Ledakan!


Ketika pedang Chu San menghantam sarung pedang, itu tidak seperti yang Chu San bayangkan. Itu hanya sedikit mengubah arah sarung pedang itu.


Sarung pedang itu menusuk ke dada kirinya.


Dengan percikan api, retakan muncul di padang.

__ADS_1


Darah mengalir kemana-mana!


__ADS_2