Legend Of Martial Emperor

Legend Of Martial Emperor
Ch. 2 Pengujian bakat


__ADS_3

Tepat setelah melihat bayi tersebut, satu pasangan suami istri yang tidak menyukai atas kelahiran bayi itu sedang merencanakan sesuatu.


"Apa kau sudah mendapatkan ide?" Ucap wanita paruh baya.


"Tentu saja sini mendekat lah biar ku bisikkan,,," setelah mendengar rencana suaminya itu wanita paruh baya tersebut tersenyum jahat.


"Kau memang licik suamiku" Ucap wanita paruh baya dengan nada menggoda.


"Tentu saja kalau aku tidak licik mana bisa aku mendapat kan posisi tetua tertinggi di klan" Ucap pria sepuh itu sambil terkekeh.


Memang pria sepuh tersebut mendapat kan posisi tetua tertinggi dengan menggunakan siasat licik tidak hanya itu, Dia rela melakukan apapun agar mendapatkan posisi tersebut walau harus membunuh saudaranya sendiri.


**


Di sebuah ruangan, ayah dari bayi mungil tersebut bersama dengan sahabat nya sedang berdiskusi.


"Apakah kau sudah memikirkan nya lagi wahai sahabat ku,,,"


"Aku sudah memikirkan nya sejak dulu, ini mungkin bukan keputusan terbaik, tapi tidak ada jalan lain untuk membuat nya lebih baik, aku sudah membicarakannya dengan istriku, dan aku membutuh kan bantuan mu" Ucap nya sambil menatap sahabat nya itu dengan penuh harap.


"haah" Hanya helaan nafas panjang yang terdengar.


"Aku juga akan menurunkan teknik Kultivasi tingkat tinggi kepada anak ku, nanti pada saat nya tiba dia akan meneruskan perjuangan ku"


Setelah mendengar perkataan sahabat nya itu dia pun langsung pergi dengan wajah tidak karuan.


Dan kini di ruangan itu hanya tersisa sang ayah dari bayi mungil itu.


Dia tertunduk lesu memikirkan cobaan yang akan dihadapi oleh anak nya.


**


Satu bulan telah berlalu waktu nya tes bakat itu dimulai, Acara tersebuat sangatlah meriah, Acara tersebut dihadiri beberapa puluh ribu orang dari berbagai Klan, Sekte dan berbagai Bangsawan dari berbagai Negeri.


Para tamu yang datang sangat kagum atas pelayanan yang diberikan Klan Chu, Para tamu

__ADS_1


istimewa diberi tempat duduk yang empuk dengan Jamuan terbaik dengan makanan terkenal dari berbagai negeri.


"Waah tidak heran Klan Chu sebagai Klan terkuat di Alam atas ini..."


"Benar melihat dari jamuan nya saja sudah sangat susah untuk di keluarkan Untuk Sekte Menengah sekalipun"


"Seberapa besar tepat nya Akumulasi Kekayaan yang dimiliki Klan Chu..."


Para tamu sangat kagum atas pelayanan dari Klan Chu, Tentu saja tidak semua para tamu senang dengan pencapaian Klan Chu.


Masih ada beberapa Klan dan beberapa Sekte yang menginginkan kehancuran Klan Chu.


Sedangkan para bangsawan kecil atau para kultivator biasa hanya bisa menonton dari kejauhan sambil berdesak desakkan, tetapi mereka tidak mengeluh justru mereka senang tetap bisa melihat Acara penting ini walau pun harus berdesak desak kan dan menonton dari kejauhan.


Tidak lama setelah tamu tamu penting datang dan duduk di tempat yang sangat mewah, Patriach Klan Chu pun datang dan langsung naik ke panggung yg berada di depan para tamu istimewa.


"Terima kasih kalian semua telah datang ke Acara ini maafkan kami apabila pelayanan kami kurang memuaskan para Patriach sekalian..." Ucapan nya terdengar berwibawa sambil sedikit membungkukkan badan kearah para tamu istimewa.


"Patriach Chu terlalu merendah... dengan pelayanan seperti ini kurang memuaskan seperti apa lagi" Ucap Patriach dari Klan Zhao sambil menuangkan arak kedalam cangkir yang terbuat dari giok yang berada didepan nya.


"Baiklah sebelum acara puncak mari kita saksikan pertunjukan sederhana dari Klan kami"


Setelah melakukan sambutan sang Patriach kembali ke tempat duduknya dan setelah Patriach tersebut duduk pertunjukan pun dimulai.


Dari seni musik, seni Bela Diri seni Pedang dan masih banyak lagi.


Dari sekian banyak nya pertunjukan ada beberapa yang sangat memukau penonton.


Seperti penampilan Seni Pedang yang ditunjukkan para gadis dari Klan Chu.


Mereka seolah sedang menari di atas panggung, ayunan Pedang mereka di tambah dengan kecantikan mereka seolah membius para penonton.


Setelah Pertunjukan selesai, Penatua Tertinggi Klan Chu berjalan ke arah panggung, sesampai nya di panggung, Penatua tertinggi Klan Chu pun tanpa basa basi langsung berbicara ke intinya.


"Baiklah, sekarang kita langsung saja ke Acara intinya"

__ADS_1


Setelah Penatua Tertinggi selesai berbicara, terlihat satu Pasangan Suami Istri berjalan kearah panggung, dengan bayi mungil yang sedang di gendong oleh wanita muda yang sangat cantik, yang tidak lain adalah ibu dari bayi mungil tersebut.


Sesampai nya mereka di atas panggung, terdengar suara sorakkan dan tepuk tangan dari para penonton, dengan tatapan Adorasi.


Mereka sangat kagum, walau pun memilki kekuatan yang sangat tinggi sepasang Suami Istri itu tidak sombong atau pun semena-mena terhadap yang lebih lemah.


Setelah Sorakkan dan Tepuk Tangan mereda, Penatua Tertinggi menjelaskan bagaimana cara kerja tes bakat ini.


"Baiklah saya akan menjelaskan bagaimana cara kerja tes Bakat ini..."


Pengujian tes Bakat ini sudah ada sejak Zaman kuno Dimana Pengujian Tes Bakat ini menggunakan Batu tiga warna yang disebut batu uji.


Adapun metode pengujian, itu adalah untuk meneteskan setetes darah ke atas batu tiga warna. Selama memiliki bakat yang cukup tinggi, batu tersebut akan aktif dan mekar dengan dengan cahaya yang mempesona.


Merah berarti bakat rendah, Kuning berarti bakat sedang, Hijau berarti bakat unggul.


Sebagian besar yang sudah menggunakan batu uji adalah talenta yang lebih rendah, dan beberapa orang dapat mengaktifkan bagian kuning dan mendapatkan talenta sedang, sedangkan untuk talenta bagian merah, hanya lima orang yang telah diaktifkan sejauh ini di Alam Atas ini.


Salah satunya adalah ayah dari Chu Feng, sedangkan yang lainnya dari Klan dan Sekte Besar lainnya.


Ibu dari bayi mungil tersebut juga telah mengaktif kan Batu warna merah, tetapi ibunya Chu Feng dari Alam atas lain.


"Baiklah lebih cepat dilakukan lebih baik"


Sebagai keturunan yang dimana kedua orang tuanya telah mengaktifkan batu warna merah, Para penonton menebak nebak bahwa Chu Feng pasti akan mengaktif kan batu warna merah.


Dan melihat ayah dari Chu Feng meneteskan darah Chu Feng ke atas batu uji, para penonton sangat gugup bahkan Patriach dari Klan Chu pun tidak terkecuali, setelah semua,


tes ini akan mewakili pencapaian masa depan Klan nya.


setelah menunggu beberapa menit, Ketika darah Chu Feng masuk ke dalam batu uji, semua orang dapat merasakan bahwa batu ujian tersebut berfluktuasi, dan setelah fluktuasi tersebut berhenti, ternyata hasilnya sangat mengejutkan.


Dan seketika tempat itu menjadi hening.


**

__ADS_1


penasaran dengan kelanjutannya? terus ikuti alur ceritanya. Dan Jangan Lupa Dukung Author Dengan Cara Like, Vote and Comment. Komentar Apapun akan dihargai oleh Author.


__ADS_2