Legend Of Martial Emperor

Legend Of Martial Emperor
Ch. 29 Pembunuhan Di Malam Hari


__ADS_3

Mata Chu San dipenuhi dengan keputusasaan, melolong seperti Anj*ng.


Dan hampir pada saat yang sama, pedang di tangan kanan Chu Feng seperti meteor, datang ke arah Chu San.


Dalam malam yang gelap, niat membunuh ada di mana-mana.


Sejak dia mulai menyerang, dia memutuskan bahwa dia tidak akan membiarkan ke duanya untuk hidup.


Dia tidak ingin membuang waktu, pertama dia akan menghancurkan Chu Ma, kemudin dia akan merawar Chu San yang bukan lawannya sama sekali!


"Waaaaaaaa ...."


Chu San menjerit seperti orang yang kehilangan akalnya. Pedang di tangannya terus menerus memblokir serangan Chu Feng yang sangat tajam.


Tapi dengan sangat cepat, pedang baja di tangannya itu menjadi puing-puing baja yang tersebar ke segala arah.


Di tangan Chu San, hanya gagang pedang yang tersisa.


Pedang Bayangan Langit adalah pedang roh peringkat surga, di tambah dengan kekuatan yang dimiliki Chu Feng yang sangat besar, kekuatan tempur yang dapat dihasilkannya saat ini hanya satu kata, yaitu mengerikan!


Jenis kekuatan seperti itu jelas bukan yang bisa ditahan oleh Chu San.


Kekuatan seperti itu juga bukan yang bisa ditahan oleh pedang baja Chu San.


Dalam sekejap mata, dia terkena lima belas serangan pedang! Yang bersarang di tubuhnya.


"Ka-kamu... berani membunuhku?" Chu San bertriak dengan panik dan bergetar karena takut, mundur dengan panik.


"Untuk membunuhmu, seperti hal nya membunuh semut." Chu Feng maju dan mendekatinya dengan perlahan, pedang di tangannga sudah bercampur dengan darah dan ada beberapa tetes darah dari pedang di tangannya itu.


"Tetua pengawas akan segera tiba, Hahaha... Kamu berani membunuh anggota sesama sekte, apalagi aku adalah anak langsung dari patriach, tidak sepertimu yang tidak jelas asal-usulnya, jika sekte dan klan tahu kamu sudah dipastikan akan mati..." Chu San menjerit dengan sedih, mencoba menggunakan kata-kata untuk mempengaruhi pikiran Chu Feng.


Dia berusaha menunda kematiannya.


"Benarkah? Aku mendengar dari seseorang bahwa tetua pengawas pergi entah kemana dan tidak bisa memperhatikan anggota kelompok." Ucap Chu Feng dengan tersenyum dingin.


Mendengar perkataan ini, Chu San menjadi sangat panik, bukankah dia sendiri yang mengatakannya tadi? Chu San hanya bisa mengutuki perkataanya itu.


Chu San menggertakan giginya.


Jika bukan karena berita ini, Chu Feng tidak akan pernah bertarung dengan mereka.

__ADS_1


Ini dikarenakan Sekte Pavilium Pedang Surgawi melarang keras pembunuhan antar anggota apabila tidak menanda tangani surat pertempuran hidup dan mati.


Pertempuran hidup dan mati bisa dilakukan jika kedua murid menyetujui untuk bertempur sampai mati, atau juga bisa di ganti dengan perjanjian lain.


"Waaaaaa... Formasi roh pelindung, buka..." Chu San berteriak dengan panik.


Pada saat ini-


Tiba-tiba liontin batu giok yang tergantung di pinggangnya tiba-tiba bersinar dengan cahaya yang sangat terang dan megah.


Itu membentuk penghalang seperti cangkang kura-kura dan dengan suara yang berdenting, itu memblokir pukulan membunuh Chu Feng!


Ekpresi Chu Feng tidak berubah.


Dia sudah memperkirakan bahwa Chu San pasti diberi harta yang akan melindunginya di saat-saat kritis oleh klan.


Tapi itu tidak bisa menghentikan niat membunuh Chu Feng yang sudah tak terbendung itu.


Weng! Weng! Weng!


Pedang Bayangan Langit itu berulang kali terus menghantam penggalang.


"Kamu tidak bisa, kamu hanyalah anak pungut... Kamu punya nyali untuk membunuhku..." Chu San terus mencoba dan mengancam Chu Feng.


Krek!


Formasi runa di sekitar Chu San akhirnya hancur.


Wajah Chu San memucat, dan hendak mengatakan sesuatu ....


Pedang Chu Feng menusuk dada Chu San, darah mengalir ke seluruh tubuhnya. Dengan beberapa pukulan, dia mematahkan amggota tubuh Chu San.


"Waaaa... Aaaaaahhhh..." Chu San menjerit kesakitan.


Chu Feng melangkah maju, ujung pedang menyentuh tenggorokan Chu San.


"Aaaaaaahhhh... Aaaaaa... glek..." Chu San menyemburkan seteguk darah, lalu mulai tertawa terbahak-bahak, "Kamu... Kamu tidak akan berani membunuhku, klan tidak akan mengampunimu, jika kamu membunuhku maka sudah dipastikan kau akan mati!"


"Jika aku tidak membunuhmu, aku tidak bisa beristirahat dengan tenang." Nada suara Chu Feng sangat pelan dan tenang, tapi bagai guntur di telinga Chu San.


Chu Feng berkata, "Sebelumnya kamulah yang selalu menghina dan mempermainkan ku di setiap kesempatan. Siapa yang mengira bahwa kau akan membawa orang dan menemukanku untuk membunuhku?"

__ADS_1


"Hahaha! Karena aku adalah tuan muda dari klan, dan pewaris tunggal dari klan! Karena kamu berani melukai ku, maka kamu harus mati!" Chu San berkata dengan kurang jelas, karena mulutnya penuh dengan darah.


"Benarkah? Jika kau dibiarkan hidup, maka kamu akan menggunakan segala cara untuk membunuhku, maka jika aku membunuhmu, tidak akan ada lagi yang menggangguku.


Chu Feng tertawa keras. "Untuk merawat anj*ng sepertimu, aku tidak perlu memberi belas kasihan kepadamu."


Setelah mengatakan itu, Chu Feng tiba-tiba menyadari sesuatu. Dia dengan dingin mendengus, dan menendang batu besar yang berada di dekatnya.


Ledakan!


Batu itu membawa kekuatan besar, batu besar itu menekan Chu Ma yang mencoba melarikan diri, menjebaknya dengan ditindih oleh batu.


Itu menghancurkannya seperti bubur, dengan hanya tangan kanan di luar batu, berkedut.


Tubuhnya sudah menjadi seperti bubur.


Murid inti ini sudah tertusuk di dada kirinya masih belum mati.


Kekuatan kehidupan yang dimilikinya memang mengerikan,


Karena kecerobohanya, Chu Feng hampir membiarkannya melarikan diri!


"Aku sudah membunuhnya, tidak masalah jika aku membunuh satu lagi." Chu Feng sudah memutuskan dia tidak akan meninggalkan masalah di masa depan.


"Kamu..." Dia akhirnya mulai merasa takut, dan tidak berusaha mengancam Chu Feng lagi, tapi dia mulai memohon. "Kamu tidak boleh membunuhku, aku janji tidak akan pernah lagi mengganggumu." Chu San memohon dengan menyedihkan.


"Haha, kamu berpikir bahwa aku itu bodoh? Kamu benar-benar bodoh disini, aku sudah membunuh satu anj*ngmu itu, akankah aku membiarkanmu pergi?" Tatapan Chu Feng memandang rendah Chu San.


Dia berkata, "Kamu harus tahu, bahwa supaya berita ini tidak bocor, apa yang harus aku lakukan? Bahkan jika kau benar tidak akan menggangguku lagi di masa depan, aku akan tetap membunuhmu!"


Chu San terdiam.


Untuk pertama kalinya, rasa takut terlukiskan di wajahnya.


Itu benar, Chu Feng sudah membunuh Chu Ma yang tidak lain adalah anggota sekte dan klan yang sama dengan mereka.


Untuk memastikan berita ini tidak bocor, dia pasti tidak akan meninggalkan saksi.


"Maaf kau yang memaksaku." Chu Feng tidak ingin mengatakn apa-apa lagi. Pedangnya berayun, pedang itu menusuk dadanya, langsung menembus jantungnya.


Sebelum Chu San mati, dia mengatakan sesuatu. "Ka-kamu... a-kan mati dengan menyakitkan... A-aku memiliki penanda di tubuhku... dengan membunuhku, klan akan mencarimu, dan kau akan mati dengan menyakitkan... Kamu tidak tahu aku memiliki penanda, karena kakek yang memasangkannya padaku ketika akan pergi ke sekte... A-aku akan menunggumu di tepi..."

__ADS_1


Pada saat terakhirnya, Chu San mengutuki Chu Feng dengan keputusasaan dan ketakutan, matanya menatap tanpa berkedip kepadanya.


__ADS_2