
Asrama Sekte Pavilium Pedang Surgawi cukup menarik.
Area perumahan yang ditinggali Chu Feng memiliki dua lantai dan terbuat dari kayu. Di setiap lantai ada ruang tamu dan setiap ruang tamu terhubung ke tiga kamar. Kamarnya tidak terlalu besar tapi cukup untuk satu orang siswa. Satu orang siswa memiliki satu kamar pribadi milik mereka sendiri, dengan fasilitas yang lumayan untuk satu orang.
Ini karena setiap orang memiliki rahasia untuk berkultivasi. Selama proses berkultivasi Anda tidak boleh diganggu oleh siapa pun sehingga diperlukan ruangan milik pribadi untuk berkultivasi.
Setelah Chu Feng menutup pintu kamar nya sendiri, Chu Feng memeriksa kamar pribadinya sendiri.
Ruangan itu cukup luas, sekitar lima belas meter persegi. Dengan meja dan tempat tidur yang terbuat dari kayu. Walaupun terbuat dari kayu, itu sangat keras dan mengeluarkan aura hangat, dan jendela yang menghadap matahari.
Diluar, ada taman kecil dengan meja saling berhadapan dengan ditengah-tengah nya ada meja. Didinding ruangan ada rune yang berguna untuk memperkuat ruangan agar kokoh ketika sedang mempraktekkan sesuatu atau ketika sedang menerobos dalam kultivasi.
Chu Feng tidak membawa banyak barang, dia menempatkan barang-barang yang dibawanya kedalam lemari penyimpanan.
Kemudian Chu Feng duduk dalam posisi meditasi, di atas tempat tidur, dan mulai berkultivasi menggunakan teknik yang didapatkan nya dari kalung yang selalu dikenakannya.
Energi Spiritual di Sekte Pavilium Pedang Surgawi lebih padat dari pada ditempat lain di Kota Azzure, tentu saja ada pengecualian ditempat-tempat tertentu.
Dia telah menghafal metode kultivasi yang tertulis di kalung yang sudah dikenakannya, dan telah mampu menghafal nya sejak lama. Chu Feng duduk bersila dan mulai mengedarkan teknik kultivasi misterius itu.
Teknik kultivasi misterius ini memiliki total lima belas lapisan, dan beberapa waktu lalu dia sudah menerobos lapisan pertama. Chu Feng diam-diam mengucapkan mantra, segera setelah itu dia dapat dengan jelas bisa merasakan Energi Spiritual di sekitarnya mulai bergerak.
Chu Feng perlahan-lahan menenangkan pikirannya dan terus mengedarkan teknik kultivasi misterius ini. Yang paling penting saat ini dia harus benar-benar sabar dan tidak terburu-buru dalam berkultivasi yang bisa menyebabkan dirinya kegagalan dalam berkultivasi.
Energi Spiritual di sekitarnya terus memancar meresap ke dalam tubuh nya melalui pori-porinya. Energi Spiritual terus berenang memasuki tubuhnya dengan cepat. Kecepatan dan kepadatan dalam penyerapan Energi Spiritual lebih cepat dan lebih padat beberapa kali lipat dari sebelum menerobos ke tingkat kedua.
Energi Spiritual mengalir dengan dengan sangat cepat melalui meridiannya. Meridian yang semula tipis kini terlihat meluas dan terus berubah menjadi lebih besar dan padat karena pengaruh Energi Spiritual yang terlalu cepat.
Kecepatan itu membuat Chu Feng sedikit khawatir, dia dengan cepat menenangkan dirinya dan mulai memperlambat laju sirkulasi Energi Spiritual ketingkat yang lebih rendah dari sebelumnya.
Setelah itu satu kali siklus berakhir, Energi Spiritual belum masuk ke Dantian, dan masih tinggal diatas Dantian.
__ADS_1
Chu Feng mulai gugup dan berkeringat dingin. Tetapi dia belum menyerah dan dia melalukan yang terbaik untuk mengendalikan Energi Spiritual dan mulai mengarahkannya sedikit demi sedikit tapi pasti kearah Dantiannya dan mulai menekannya ke Dantiannya.
Energi Spiritual yang tak terbatas dan sangat padat mulai berkumpul kesisi Dantian.
Tetapi seberapa keras pun Chu Feng mencoba Energi Spiritual itu tidak bisa masuk ke dalam Dantian nya, dia merasakan ada penghalang yang mencegah Energi Spiritual masuk ke dalam Dantiannya. Energi Spiritual menjadi tidak beraturan.
Chu Feng menguatkan hatinya dan menyebabkan Energi Spiritual yang sudah berada diatas Dantiannya mulai tersebar kembali ke tubuhnya melalui meridian nya.
Terjadi benturan Energi Spiritual dari dalam tubuh keluar tubuh dan dari dari luar tubuh ke dalam tubuh. Ada ledakan keras terjadi akibat benturan tersebut dan menyebabkan gelombang besar.
Chu Feng bisa merasakan organ-organ dalam nya mengalami sedikit terluka akibat ledakan tersebut, dan setetes darah keluar dari sudut mulut nya.
Muka nya menjadi pucat karena ketakutan. Tetapi dia dengan cepat menenangkan dirinya dan mengingat tentang teknik kultivasi misterius apabila terjadi kesalahan.
Ketika sudah tenang, dia perlahan-lahan menyalurkan Energi Spiritual yang kacau di dalam tubuhnya ke organ yang rusak di dalam tubuh nya.
Selama kurang dari tiga jam Chu Feng duduk dalam posisi meditasi dan dengan hati-hati memperbaiki organ dalamnya yang rusak. Setelah kejadian ini, dia tidak lagi berani mencoba menerobos dengan paksa menggunakan Energi Spiritual seperti barusan.
Setelah beberapa saat, tubuh nya kembali bertenaga seperti semula tinggal mental nya saja yang belum pulih sepenuhnya, hanya perlu istirahat maka akan kembali seperti semula kembali.
Besok adalah hari pertama nya dia memulai kehidupan menjadi murid Sekte Pavilium Pedang Surgawi.
Dia harus dalam keadaan optimal.
Tujuan Chu Feng bukan hanya menjadi anggota Sekte Pavilium Pedang Surgawi, tujuan nya lebih dari itu, jadi dia harus bekerja keras untuk mencapai tujuannya.
Tidak ada tujuan yang tercapai tanpa usaha, semuanya membutuhkan usaha yang maksimal, termasuk dalam hal asmara [uhukk!] Chu Feng batuk pelan ketika pikirannya sampai kesana.
Tidak lama kemudian Chu Feng pun tertidur karena kelelahan mental.
**
__ADS_1
Hari kedua menjadi anggota Sekte Pavilium Pedang Surgawi.
Kehidupannya menjadi murid resmi dimulai hari ini.
Chu Feng bangun pagi-pagi, dan telah menyelesaikan pelatihannya dengan menggunakan teknik kultivasi misterius.
Dia telah mengenakan seragam sekte. Rambut hitam lebatnya diikat menggunakan tali, dia lalu menyiapkan beberapa barang sekolah seperti buku untuk berjaga-jaga apabila ada materi yang harus ditulis, lalu dia pergi untuk menghadiri pelajaran pertama nya sebagai anggota Sekte Pavilium Pedang Surgawi.
Ketika dia sudah berada diluar dia menyadari bahwa teman yang berada di dekat kamar nya sudah pergi terlebih dahulu.
Setelah keluar asrama Chu Feng menghirup udara segar di pagi hari, setelah mencari tahu arahnya, Chu Feng berjalan menuju kelas yang di tujunya.
Dalam perjalanan menuju kelas Chu Feng bertemu dengan banyak anggota sekte lainnya kebanyakan dari mereka berusia empat belas sampai lima belas tahun. Mereka mengobrol tanpa henti. Terlihat di mata mereka ada tekad yang kuat mengenai masa depan mereka.
Chu Feng sekarang berusia enam belas tahun, dan secara alami dia lebih tinggi.
Banyak yang mengira bahwa Chu Feng murid inti, tapi setelah mereka melihat seragam yang di kenakannya orang-orang mulai menyapanya.
Chu Feng dengan tulus menyambut sapaan mereka.
"Hei kau, berhenti," Terlihat seorang gadis mungil berlari sambil berteriak. Tetapi Chu Feng terus berjalan.
Gadis mungil itu terlihat kesal dan mempercepat langkahnya, "Hei, aku memanggil mu dari tadi!" Setelah berupaya lebih keras akhirnya gadis mungil itu menyusul Chu Feng dan menghadang nya dari depan dengan meregangkan kedua tangannya untuk menghalangi jalan Chu Feng.
"Hei, aku memanggil mu dari tadi kenapa kau tidak berhenti?!" Ucap gadis mungil itu dengan nada cemberut lalu menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya dan mengembungkan kedua pipinya.
**
Dukung terus Author dengan Like Vote and Comment.
Komentar apapun akan dihargai oleh Author.
__ADS_1