
"En, sebenarnya ada apa yang..." Ucap Chu Feng memecah keheningan, tapi sebelum Chu Feng selesai berbicara perkataannya dipotong oleh gadis di depannya itu.
"Apa? Apa yang kau bicarakan? Kenapa kau bertanya seperti itu padaku?" Ucap gadis itu kepada Chu Feng dengan nada yang agak tinggi sambil membalikkan badan, sehingga posisi mereka sekarang saling berhadapan.
"Bisakah kau membiarkan aku menylesaikan pembicaraan ku dulu? Dasar wanita yang aneh."
"Memangnya apa yang akan kau kata... auch~ Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menepuk jidat ku dengan telunjukmu itu, sakit tahu." Ucap nya dengan agak marah, sambil mengusap-usap jidatnya yang kemerahan.
Mendengar perkataan itu, Chu Feng terdiam, sebenarnya dia yang bodoh atau wanita di depannya? Tapi Chu Feng sabar, dan menjelaskannya secara perlahan dengan suara yang pelan namun terdengar jelas di telinga wanita yang sedang berada di depannya itu.
"Bukankah tadi kau yang memanggil ku? Sebenarnya apa yang akan kau bicarakan?" Ucap Chu Feng dengan mendekatkan wajahnya kedepan wajah gadis itu sambil tersenyum, sehingga mereka kini saling bertatapan.
Wajah sang gadis kembali memerah karena malu, "En, itu, itu..." Ucap gadis itu karena sekarang dia tidak tahu harus berbicara apa.
"Itu? Itu apa? Sebenarnya apa yang akan kau bicarakan? Saya tidak punya banyak waktu karena harus mengikuti pelajaran." Ucap Chu Feng dengan posisi masih sama seperti tadi.
"Tapi bisakah wajahmu itu menjauh dulu dari wajahku?" Ucap gadis itu dengan malas.
"Hmm... Lalu apa yang akan kau katakan?"
"Hei, apakah benar kamu adalah Chu Feng? Anda adalah orang yang masuk sekte dengan hanya beberapa penilaian dan secara pribadi di lukuskan oleh Penatua Gong, apakah benar begitu?"
Chu Feng hanya tersenyum dan mengangguk.
"Kamu benar-benar luar biasa!" Gadis itu mengacungkan jempolnya dan tertawa bahagia. Tapi kemudian dia menundukkan kepala nya dengan kikuk, dia seperti ingin menyampaikan sesuatu tapi malu untuk mengungkapkannya.
__ADS_1
"En, anu ...."
"Ya, apa yang ingin kau katakan?"
"Itu, sebenarnya aku ...."
"Iya apa sebenarnya yang ingin kau katakan? Kalau kamu tidak ingin mengatakannya sekarang lain kali saja." Ucap Chu Feng sambil berjalan melewatinya.
Gadis itu menguatkan hatinya untuk mengatakannya, "Tunggu, aku hanya ingin berteman denganmu! Maukah kau menjadi temanku?" Ucap gadis itu dengan berteriak.
"Hmm... Apakah aku tidak salah dengar? Dia ingin berteman denganku? Ini pertama kalinya seseorang ingin berteman denganku." Chu Feng bergumam pelan kepada dirinya sendiri.
Setelah mengatakan itu, gadis itu menundukkan kepalanya karena dia tidak tahu Chu Feng akan menerima permintaan pertemanannya atau tidak.
"Katakan padaku, sebenarnya mengapa kau ingin berteman denganku?" Ucap Chu Feng sambil tersenyum hangat.
"Em, sebenarnya aku juga tidak punya banyak teman sepertimu, maukah kau berteman denganku?" Ucap gadis itu dengan kepala menunduk.
Chu Feng menyipitkan kedua matanya melihat apakah ada kebohongan dari ucapan gadis tersebut, setelah beberapa saat dan dia tidak melihat ada kebohongan dari ucapan gadis itu dia tersenyum lagi. Dia berkata, "Kenapa tidak? Aku juga senang bisa berteman dengan mu, perkenalkan nama ku Chu Feng." Ucap Chu Feng lalu mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman.
Gadis itu mengangkat kepalanya dan berkata, "Apakah kau sungguh-sungguh ingin berteman denganku? Setelah kejadian itu, tidak ada lagi yang mau berteman denganku." Ucap gadis itu dengan mata berkaca-kaca karena setelah sekian lama akhirnya ada orang yang mau berteman dengannya.
Lalu gadis itu mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman, "Oh ya, perkenalkan nama ku Liu Ruyue, senang berteman denganmu." Ucap nya dan senyum manis tersungging di bibirnya yang tipis itu, menambah kecantikannya.
Pada saat bersamaan, terdengar sebuah suara dari kejauhan meneriakkan nama Liu Ruyue.
__ADS_1
Liu Ruyue mengembungkan pipinya dan berkata, "Kakak ku sedang mencariku, lalu aku akan pergi dulu." Setelah mengatakan itu, dia pergi sambil lompat-lompat seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan apa yang di inginkannya.
Menghadapi kejadian kecil seperti ini dalam perjalanannya menuju tempat pembelajaran membuat Chu Feng dalam suasana hati yang baik.
pembelajaran sekarang adalah di dalam kelas, dengan sangat cepat dia sampai di ruang kelas.
Tempat pembelajaran itu bernama Amfiteater, Amfiteater adalah sebuah gelanggang yang di gunakan untuk pertunjukan hiburan atau pertunjukkan seni,
belajar seperti sekarang, atau bisa juga di pakai untuk bertanding.
Semua orang mengatur tempat duduk mereka masing-masing, dengan menggunakan papan nama mereka. Setelah mencari beberapa saat, Chu Feng akhirnya menemukan tempat duduknya, Tempat duduknya berada di tengah-tengah barisan pertama. Ini tentu saja adalah hal yang sangat baik, karena tempat yang di dudukinya adalah tempat terbaik.
Di bawah tatapan iri semua orang, Chu Feng duduk di posisinya sendiri.
Suara-suara di kelas berceloteh tanpa henti, apabila hanya seorang atau dua orang yang berbicara tidak akan menciptakan suasana yang ramai seperti sekarang.
Tetapi ketika bel kelas berbunyi, pertanda pembelajaran akan segera di mulai, kelas yang semula gaduh perlahan menjadi tenang.
Di bawah perhatian semua orang, seorang pengajar pria berusia sekitar empat puluh tiga tahun perlahan-lahan melangkah menuju ke peron.
Penampilan guru pria setengah baya ini tidak asing di mata mereka. Dengan rambut hitam panjang di ikat kebelakang dan mengenakan jubah yang berbeda dengan pengajar lainnya. Dia memancarkan udara yang kuat, dia tidak lain adalah Penatua Gong.
Ini adalah pelajaran pertama mereka, dan yang pertama mengajar mereka ini sungguh luar biasa, tentu saja ini karena di sana ada Chu Feng, setelah hening sejenak, kelas dengan cepat mulai terisi dengan suara-suara diskusi.
"Selamat pagi semuanya? Saya adalah guru pertama kalian, panggil saja saya Penatua Gong mari kita mulai pembelajaran pertama kita..." Ucap Penatua Gong dengan tersenyum hangat.
__ADS_1