
"Apa? Mengapa Anda memperlihatkan wajah masam seperti itu? Apakah kamu belum memiliki senjata yang cocok?" Penatua Gong berdiri di pintu masuk sambil tersenyum.
Chu Feng pun menghampirinya dan memberi hormat. Dia berkata, "Penatua Gong jangan menggodaku, aku sedang dalam suasana hati yang kurang baik." Ucap Chu Feng sambil menggertakan giginya.
Penatua Gong tertawa pelan. Dia melambaikan tangannya "Hahaha, aku tahu itu. Ayo ikuti aku." Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan berjalan ke tempat khusus di halaman belakang gudang senjata.
Chu Feng ragu-ragu sebentar lalu setelah berfikir beberapa saat, dia dengan cepat mengikutinya.
keduanya tiba di halaman belakang.
Area belakang tidak terlalu besar hanya ada beberapa rumah dan tempat latihan kecil. Di lapangan kecil, ada beberapa orang pemuda seusia Chu Feng sedang berlatih dengan pelatihan tangan kosong.
Seorang pria paruh baya dengan tinggi dan kurus juga rambut dan janggutnya yang hitam sedang mengawasi dari pinggir lapangan.
"Saudara Mo, aku telah datang. Cepat keluarkan hartamu." Begitu Penatua Gong tiba, dia mulai berteriak kepada pria paruh baya itu.
Pria paruh baya itu menoleh untuk melihat.
Tatapannya langsung jatuh pada Chu Feng dan mengabaikan Penatua Gong sepenuhnya. Dia dengan hati-hati mengevaluasinya dengan cermat, seolah-olah dia sedang menilai harta. Akhirnya tatapannya jatuh pada kapak besar yang di bawanya dia secara tidak terlihat menganggukkan kepalanya.
"Ikuti aku."
Dia berbalik dan berjalan menuju rumah paling dalam di halaman belakang.
Chu Feng agak bingung, tapi di bawah arahan Penatua Gong dia mengikuti di belakang mereka menuju rumah dengan atap genteng.
Sepertinya Penatua Gong dan pria paruh baya itu adalah teman lama.
Di dalam rumah genteng itu pencahayaan redup.
Di dalam rumah itu ada puluhan senjata, dengan bermacam-macam senjata.
__ADS_1
Hanya dengan lirikan, ada pedang, tombak, kapak, gada, trisula... Model masing-masing jenis senjata tidak biasa dengan setiap senjata di tempa dengan baja berkualitas tinggi. Di bandingkan dengan senjata yang ditempatkan di luar di gudang senjata gratis, kualitasnya beberapa kali lebih baik.
Chu Feng melihat ke sekeliling dia bisa melihat tumpukan senjata. Sepertinya itu adalah senjata yang gagal.
"Bocah kecil, coba lihat senjata-senjata di sudut itu." Suara pria paruh baya itu tiba-tiba muncul di benaknya.
Chu Feng berkata dalam suasana hati yang buruk, "Tapi sepertinya itu hanya tumpukan sampah."
"Jika aku memberitahumu untuk melihatnya, pergi saja dan lihatlah."
Chu Feng merasa tidak berdaya saat dia berjalan ke sudut itu dan dengan santai mebgambil pedang panjang dan lebar, pedang itu setebal dua inci dengan panjang dua meter. Pedang itu sangat halus tapi tidak terlihat cantik dan tampak sangat biasa.
Dia bangkit dan memegang pedang itu di tangannya dan dengan santai mengacungkannya. Chu Feng menggunakan pedang itu dan menebaskannya ke berbagai arah.
Tidak ada suara darinya, dan Chu Feng tidak dapat mendeteksi kekuatan aneh apapun.
Dia kemudian meletakkan kembali pedang itu ke tempat semula. Chu Feng tiba-tiba memikirkan sesuatu dia kemudian mengambil pedang tipis setipis sayap kupu-kupu yang berada di dekat pedang sebelumnya. Dia kemudian mengayunkan pedang itu dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.
"Kenapa tidak ada apa pun yang datang dari pedang ini? Jika pedang sebelumnya karena pedang itu terlalu berat, pedang ini sangat setipis sayap kupu-kupu dan sangat ringan. Mengapa masih tidak ada suara?" Ucap Chu Feng dengan bingung.
Pria paruh baya itu mendekat dan berkata, "Cara menggunakan pedang tidak seperti itu."
"Apa yang terjadi dengan pedang ini?" Ucap Chu Feng dengan nada bingung.
Pria paruh baya itu tidak mengatakan apa-apa. Dia kemudian mengambil pedang yang berada di tangan Chu Feng dan dengan santai langsung mengambil posisi kuda-kuda. Seluruh tubuhnya tiba-tiba diam berdiri di sana. Chu Feng tiba-tiba merasakan aura pria paruh baya itu terus meningkat, seolah-olah dia akan terbang kapan saja.
"Whoosh"
Pria paruh baya itu tiba-tiba bergerak dan mengayunkan pedang ke udara. Pedang setipis sayap kupu-kupu itu mengeluarkan dengungan yang menyenangkan. Suara itu merdu, dan halus.
"Weng!Weng!Weng!" Suara pedang terus bergema.
__ADS_1
Detik berikutnya, semua senjata yang berada di rumah itu mulai bersenandung juga. Suaranya sangat menyenangkan.
Chu Feng tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia mengambil kembali pedang dari tangan pria paruh baya itu dan semua pedang rumah itu segera berhenti bersenandung. Tidak peduli berapa banyak kekuatan yang digunakan Chu Feng, dan seberapa keras dia mencoba tidak ada suara sama sekali yang keluar dari pedang itu... seolah itu sudah
mati.
Ya, seolah-olah sudah mati. Ini terdengar bodoh, karena pedang itu bukan benda hidup sejak awal. Bagaimana bisa dikatakan bahwa itu sudah mati? Namun, ini persis bagaimana perasaan Chu Feng saat ini.
"Kenapa ketika pedang ini ketika berada di tanganku sepertinya sudah mati? Dan ketika itu berada di tangan Penatua Mo langsung terasa seperti hidup?" Ucap Chu Feng menyuarakan keraguan di dalam hatinya kepada Penatua Mo.
Ketika Chu Feng bertanya tentang pedang kepadanya, wajah Penatua Mo di penuhi dengan kesenangan.
"Meskipun kamu tidak mengerti apa-apa tentang pedang, tapi sepertinya kamu sangat menyukai pedang, dan kamu terlihat haus akan pengetahuan tentang pedang. Berkomunikasi dengannya dan menyatu dengannya. Orang yang mengerti itu akan mengetahuinya secara alami."
Ketika Penatua Mo mengatakan itu, dia bingung. Dia tidak mengerti apa-apa. Chu Feng berkata, "Bisakah Penatua Mo membuatnya menjadi lebih sederhana?"
Penatua Mo berpikir sejanak dan berkata, "Sederhananya, ketika senjata-senjata ini ditempa oleh tangan-tangan yang sangat terampil dalam pandai besi, senjata yang ditempa oleh mereka memperoleh spiritualitas yang belum sempurna setelah selesai ditempa."
"Untuk seseorang yang memiliki persepsi tertentu terhadap senjata, mereka bisa mengeluarkannya dua sampai tiga kali lipat dari biasanya. Tapi sebaliknya, seseorang yang tidak tahu apa-apa tentang senjata, bahkan tidak mampu mengeluarkan bahkan setengah dari kekuatan aslinya."
Ketika Chu Feng mendengarkan ini dia tercengang, sedangkan Penatua Gong hanya tersenyum. "Ada begitu banyak pedang spritual disini, kenapa seperti tidak berguna?"
Penatua Mo menggelengkan kepalanya, "Meskipun pedang mendapatkan spiritualitas itu hanya terbuat dari logam biasa. Seberapa kuat mereka? Jika mereka murni di bandingkan kekuatan, senjata ini pada akhirnya hanya logam biasa."
"Senjata disini bisa dibilang sampah, aku akan membuatkan senjata baru untukmu... Tenang saja, untuk bahan-bahan nya saudaraku Gong sudah menyediakannya, aku sudah memiliki beberapa sketsa, kau hanya tinggal memilihnya." Ucap Penatua Mo.
Sebelum Chu Feng berbicara, Penatua Gong sudah berbicara lebih dulu, "Tenang saja, ini adalah perintah dari patriach kau akan mengetahui alasannya di masa depan."
Chu Feng hanya bisa berterima kasih. Lalu dia melihat-lihat sketsa, setelah beberapa saat dia memilih salah satu dari sekian banyaknya sketsa itu.
Sarung pedang itu berwarna biru langit dengan panjang sekitar satu meter dan terlihat tirani.
__ADS_1
"Mata yang bagus, sketsa pedang ini akan terlihat lebih indah setelah selesai dibuat."