
Atmosfer saat ini dipenuhi dengan semangat yang membara. Orang-orang dengan cepat berjalan mengikuti Chu Fenf ketahap tes berikutnya.
Mayoritas visi mereka dipusat kan pada Chu Feng.
Setelah beberapa menit.
...
"Bagaimana ini bisa terjadi?"
"Tes meridian pun yang tertinggi yang bisa dimiliki manusia?"
"Ini terlau mengejutkan!"
"Ini... bagaimana Chu Feng melakukan ini?"
"Meridian kelas satu?" Pengawas yang bertanggung jawab untuk penilaian tes kedua tidak percaya akan apa yang dilihatnya, kedua bola matanya terbelakak tak percaya dan tanpa sadar tubuhnya sedikit bergetar.
Meridian tubuh dapat dipisahkan menjadi tiga kelas, dengan meridian emas sebagai meridian kelas satu dan terlangka. Orang yang memiliki meridian seperti itu ketika berkultivasi akan lebih mudah dan jauh lebih efektif.
"Meridian kelas satu? Chu Feng benar-benar memiliki meridian kelas satu?"
"Benar-benar anak yang dicintai oleh surga"
Seluruh penonton kembali bersemangat.
HumHumHumHum!
[Patung Meridian] tampak seperti hidup, tanpa henti menghasilkan suara getaran.
Mereka yang melihat ini kembali terpana, karena kejadian seperti ini bukan yang pertama kalinya.
Garis-garis yang terukir pada [Patung Meridian] yang mewakili meridian satu demi satu mulai bersinar. Warna emas yang sangat mempesona, warna emas yang sangat murni membawa cahaya seperti mimpi menyebar keseluruh tubuh patung, menyelimuti seluruh area penilaian dalam keagungan emasnya.
Dalam sekejap mata, hampir seluruh tubuh [Patung Meridian] terselubung cahaya keemasan.
"Ini tidak benar, jika ini terus berlanjut, maka semua dalam [Patung Meridian] akan diterangi. Ini bukan hanya sekedar meridian emas..." Sadar akan hal ini, pengawas penilaian tes kedua pun menghentikan penilaian, sama seperti pengawas tes penilaian pertama. "Penilaian tes kedua telah berakhir, nomor plat ujian 1234, dengan nama peserta ujian Chu Feng, meridian kelas satu, lolos!"
__ADS_1
Suaranya terdengar keseluruh area penilaian.
Cahaya keemasan pada [Patung Meridian] secara bertahap mulai meredup, dan perlahan-lahan menghilang.
Chu Feng kembali ragu-ragu, dia memiliki perasaan bahwa panas dalam [Patung Meridian] masih belum mencapai batasnya, masih mungkin dilanjutkan tapi tiba-tiba saja berhenti dengan paksa. Itu sedikit membingungkan nya kembali karena ini yang kedua kalinya.
Tapi dia tidak terlalu banyak berfikir seperti sebelumnya, Chu Feng pun menghentikan penilaian dan berbalik untuk berterima kasih kepada pengawas ujian kedua.
Pengawas ujian pun memberikan papan nama dan berkata "Baiklah, hasil ujian meridian Anda dicatat di plat nama Anda, Anda bisa melanjutkan ke penilaian berikutnya."
Chu Feng dengan hormat mengucapkan terima kasih.
Ketika Chu Feng meninggalkan tempat penilaian kedua, kerumunan yang semula sunyi, tiba-tiba menjadi ramai seperti sebelumnya.
"Cepat, ikuti lagi Chu Feng dia akan ke penilaian berikutnya"
"Apakah Chu Feng akan membuat kejutan seperti sebelumnya?"
"Chu Feng terlalu menakutkan, walau pun baru mengikuti dua tes, dia sudah masuk dalam sepuluh besar tes seleksi tahun ini!"
"Tes berikutnya adalah tes kepribadian"
Itu untuk menguji kepribadian peserta ujian, atau hati bela diri peserta ujian.
Chu Feng berada di tengah-tengah lapangan penilaian ke tiga.
Di depannya ada tujuh patung ilahi, masing-masing berbeda.
Beberapa diantaranya ada yang berbentuk manusia, dan sebagian seperti tanaman atau binatang.
Mereka seperti hidup, masing-masing dari mereka membawa suasana dan tekanan berbeda-beda.
Dan salah satu patung ilahi berbentuk manusia yang memiliki penampilan aneh yang memiliki enam tangan dengan setiap tangan memegang senjata yang berbeda. Aura pembunuh terpancar dari patung ilahi tersebut, seolah-olah itu adalah Dewa Perang yang sedang menatap lawannya di medan perang, dan secara bertahap aura pembunuh itu memudar. Niat membunuh yang mengerikan secara bertahap mulai kembali lagi kedalam patung, ini adalah patung Asura.
Itu juga kepribadian yang berhasil beresonansi dengan Chu Feng.
Orang yang berbeda memiliki hati bela diri yang berbeda pula.
__ADS_1
Dalam dunia ini, hati bela diri setiap orang berbeda-beda, beberapa orang tangguh, beberapa orang lemah, beberapa orang lunak, beberapa adalah pembunuh, beberapa orang brutal, beberapa orang baik, beberapa orang sembrono, beberapa orang memiliki tekad yang membara, beberapa orang berhati-hati, beberapa orang malu-malu, beberapa orang tidak tahu malu, beberapa orang hanya bertindak sesuai apa yang mereka lihat ....
Setiap peserta ujian mempunyai hati bela diri yang berbeda, dengan begitu juga akan mengaktifkan patung yang berbeda.
Hati bela diri yang diaktifkan oleh Chu Feng adalah hati bela diri Asura. Asura sangat menentukan dalam membunuh, tanpa ada keraguan apabila membunuh.
Mereka yang memiliki hati bela diri Asura, dalam jalur kultivasi nya tidak akan ragu dalam membunuh, dan akan menjadi seorang penguasa yang dikagumi.
Satu-satu nya kelemahan bagi orang yang memiliki hati bela diri Asura adalah bahwa orang seperti itu akan menyebabkan beberapa orang bermoral memandang rendah dirinya.
Setelah hasil nya di umum kan, lingkungan mulai berdiskusi dengan bersemangat.
Garis darah Chu Feng sebelumnya, Meridian nya melebihi tahap biasa. Dan saat ini hati bela diri Asura, yaitu kepribadian membunuh yang dia perlihatkan, semua orang bisa membayangkan dia bisa saja menjadi pedang bermata dua, dia bisa melukai musuh tetapi juga bisa melukai diri sendiri.
Tapi ada seorang pria paruh baya yang tertawa malihat hasil seperti ini, dia tampaknya sangat mengagumi hati bela diri yang dimiliki Chu Feng.
"Hahaha tidak buruk, aku tidak berfikir pada hari terakhir seleksi Sekte Pavilium Pedang Surgawi, kita akan mendapatkan harta karun," Kata pri paruh baya itu dengan sangat bahagia.
Pria paruh baya itu tidak lain adalah Penatua Gong. Penatua Gong adalah orang kepercayaan Patriach Sekte Pavilium Pedang Surgawi.
Dia berkata sambil tertawa bahagia "Kamu dipanggil Chu Feng kan? Aku tahu tentang mu dan aku percaya perkataan Patriach lama tidak salah. Anda benar-benar seorang jenius bela diri, meskipun beberapa tahun terakhir telah terbuang sia-sia untuk berkultivasi, tetapi dengan bakat yang anda miliki bukan tidak mungkin untuk mengejar para jenius lainnya. Saya menyambut Anda di Sekte Pavilium Pedang Surgawi."
Chu Feng akhirnya memasuki Sekte Pavilium Pedang Surgawi.
Semua ejekan dan hinaan yang dia alami selama beberapa tahun terakhir telah lenyap, menghilang seperti asap.
Wajah orang yang tak terhitung jumlah nya di Kota Azzure seperti ditampar tanpa ampun oleh hasil hari ini.
"Terima kasih Penatua Gong yang hebat!" Chu Feng membungkuk memberi hormat lalu menggelengkan kepalanya. "Tapi murid belum menyelesaikan semua penilaian, aku khawatir aku belum bisa masuk ke Sekte dulu."
"Eh? Masih ada lagi? Apa kau melakukan tes tidak berurutan? Baiklah walau pun Anda belum mengikuti semua tes, tetapi Anda sudah memenuhi syarat untuk masuk Sekte. Tapi apa yang sebenarnya terjadi?"
Ketika Chu Feng hendak berbicara ....
**
Dukung terus Author dengna Like Vote and Comment.
__ADS_1
Komentar apapun akan dihargai oleh Author.