Lelaki Terakhir

Lelaki Terakhir
Perubahan Indah


__ADS_3

Indah terbangun karena rasa perih yang dirasakan pada tangannya. Saat membuka mata ada sosok Devan yang tengah memasang perban pada lukanya. Meski yang dilihat Indah, tangan pria itu juga nampak terluka.


Indah memutuskan menarik tangannya sembari memegangnya dengan tangan lainnya . Dia tak mau berubah pikiran karena merasa iba melihat tangan pria didepannya ini terluka.


" aku bisa mengurus diriku sendiri !!"


Indah berucap dingin. Dia terlalu kecewa akan kebenaran yang telah dia ketahui semalam.


Devan berdiri, dan menatap Istrinya itu dengan lekat.


"Jangan membuatku merasa bersalah. Aku juga tertekan dengan semua ini !!"


Indah menutup telinganya


" Mulai sekarang aku tak mau mendengar apapun. Dan sesuai dengan apa yang aku ucapkan semalam. Aku akan menunggu kabar kematian mu dengan caraku, dan mulai sekarang . Silahkan lakukan apapun yang ingin kamu lakukan !!"


Indah berdiri, dia cukup terkejut ketika semua kekacauan yang telah dibuatnya dikamar ini semalam telah bersih tak tersisa, dan ketika dia menatap Kedinding. Dia menemukan foto yang sama kini kembali dipajang.


Dengan emosi dia mengambil foto ukuran besar itu dan membawanya keluar kamar, melakukan ritual yang selama ini dia lakukan saat dia sedang berusaha melupakan para mantannya, yaitu membakarnya..


" Jangan uji kesabaranku !!" Devan mencengkram tangan Indah, meski Indah merasakan sakit ditangannya namun dia tetap tak merubah ekspresi dingin diwajahnya, matanya menatap seolah tak ada sosok apapun didepannya kini.


Devan seolah tertohok dengan tatapan itu, dan segera dia melepaskan tangannya yang berada ditangan Indah.


Devan hanya memandang dengan raut tak mengerti ketika perempuan itu kini malah tampak santai merusak foto itu, dan membakarnya tepat didepan matanya..


***


Indah datang kekantor dengan langkah gontai, dia sengaja memakai baju ukuran pas di badannya dan juga rok yang lebih pendek dari biasanya, membuat mata para lelaki yang sejatinya telah kenal dengannya kini menatapnya dengan tatapan liar.


Indah cuek saja, toh mereka hanya melihat saja, dan sejauh ini mereka tak pernah sampai menyentuh fisiknya.


" Woaaahhh.. Apa-apaan ini !!" Astrid menutup bokong Indah dengan blazer miliknya, " Kamu tahu jika sekarang kamu seolah mendeklarasikan diri sebagai korban empuk para lelaki hidung belang..!"


Indah mengambil blazer milik Astrid dan memakaikannya kembali pada sahabatnya itu.


" Aku baik sayang .. Lagian aku kan sudah punya suami.. Mereka tak akan mengambil resiko bermain dengan istri seorang Devan.." Dengan sombong Indah berucap.


Astrid tahu jika sekarang Indah sedang tak baik-baik saja. Dia segera menarik tubuh ramping itu kearah toilet, menghindari tatapan penuh nafsu para pegawai yang tak tahu malu menampakkan wajah mereka.

__ADS_1


" Ada apa ? pernikahan kamu tak berhasil ? "


Indah diam ,dan lebih memilih mengeluarkan lipstik dan kembali memoleskan nya pada bibirnya yang ranum.


" Kamu baik-baik saja kan Ndah ?"


" Aku janda sekarang !! "


Indah berujar santai dan menatap Astrid dengan pandangan Centil.


" Aku bosan dengan diriku yang dulu. Saatnya berubah Trid. Aku merasa hidupku terlalu monoton. ."


Indah menatap lekat wajahnya yang terpantul di cermin toilet.


" Aku harus bisa bersenang-senang dengan hidupku bukan. Jika kesenangan itu tak bisa aku dapatkan dari orang lain. Maka aku akan menciptakannya sendiri. Bagiku, aku sudah cukup meratapi nasib, dan aku akan memenuhi hari-hariku kedepannya dengan pikiran happy dan menjalani semuanya dengan sesuka hatiku ..!"


Astrid menyentuh kening sahabatnya itu, selama dia mengenal Indah tak pernah sekalipun menemukan keliaran sosok cantik ini dalam berucap maupun berprilaku.


" Kamu sehat ? Janda apa !! Kalian cerai."


"Ya, aku adalah seorang istri dengan suami yang sekarat Trid. Jadi aku harus siap jika tiba-tiba mendengar kematian dari suami kayaku itu. Dan Heiii, aku butuh dukungan Trid ! Jadi berhenti menatapku dengan tatapan seperti itu, aku tetap Indah yang dulu !!"


Indah menggeleng. " Aku bisa, menghadapi ini sendiri. ."


Indah bercermin lagi, dia hanya tak mau jika Astrid malah menatapnya dengan pandangan Kasihan nantinya, jika dia menceritakan tentang Devan pada perempuan itu. Meskipun tak yakin akan jalan yang sedang dipilihnya. Setidaknya Indah bisa menyimpan luka ini dengan semua kepalsuan yang kini ia tampilkan..


" Ndah !! kamu dipanggil pak Bagus, keruangan nya..!!" Seorang OG, yang kebetulan akrab dengan Indah kini berada diantara mereka. Meski agak kaget dengan penampilan baru sekretaris utama sang bos, namun office girl itu tetap menatap Indah dengan hormat dan sopan.


" Iya. Makasih San !!"


Indah menatap Astrid sekarang. Dia bertanya-tanya apa yang membuat pak Bagus ingin bertemu dengannya..


" Awas saja jika ini ada hubungannya dengan pria jahat itu !"


" Kamu bilang apa Ndah ?"


Indah gelagapan dan memandang Astrid dengan senyum mesem. Dia harap ibu muda didepannya ini tak mendengar gumaman nya tadi..!!


Mereka akhirnya keluar setelah sekali lagi memastikan penampilan mereka di cermin. Astrid tak menapik jika, meski ia perempuan namun dia juga terpesona akan Indah, Cantik wajah sahabatnya itu benar-benar tak pernah membuat bosan mata yang memandang .

__ADS_1


" seandainya aku terlahir sebagai laki-laki. Sudah pasti aku yang bakalan nikahin kamu Ndah...!!!"


Indah yang masih sibuk memikirkan apa yang akan disampaikan oleh Pak Bagus, kini mendelik kearah Astrid.


" jangan bikin aku takut deh Trid.. horor tahu nggak !!"


Astrid terkekeh, kemudian menyusul langkah Indah yang seolah ngeri dengan ucapannya tadi.


" Semoga pak Bagus nggak makan kamu, ya !! "


Astrid kembali menggoda, ketika mereka telah sampai didepan ruangan Pak Bagus,


" Nggak lucu !!"


Sedikit teriak, Indah kesal juga akan kelakuan Astrid hari ini. Sementara sosok itu kini menghilang menuju ke ruangan yang juga menjadi ruangan Indah.


Tok tok tok..!!


" Masuk !!"


Pak Bagus sempat fokus dengan kopi ditangannya, Namun saat melihat penampilan Indah dia refleks menyemburkan kopi pekat itu diatas meja kerjanya. Hingga berceceran dimana-mana.


Melihat itu Indah mendekat dan membantu bosnya untuk menyelamatkan berkas-berkas yang ikut terpercik akan kopi dari mulut Bagus. Dengan tisu dia mengelap percikan kopi itu.


" Sudah !!"


Indah mendengar Bagus nyaris berteriak, ketika dia mendekati pria itu.


" Bapak kenapa ? " Indah bertanya dengan wajah tak berdosa, Dia tak sadar jika posisi mereka tadi membuat Bagus bisa mencium aroma parfum yang lembut nan mempesona dari tubuhnya. Sebagai pria normal dia tentu saja terpancing.


" Kamu yang kenapa ? "


Tak sadar pria itu malah berteriak, membuat Indah semakin mengernyit tak mengerti.


" Ngapain kamu pakaiannya kayak gini ?"


Indah menilik penampilannya dengan santai " Kan pak Bagus sering protes karena aku berpenampilan tak seperti sekretaris pada umumnya..!!"


" Iyah.. Tapi bukan begini juga, Indah. Saya merasa kamu sekarang sedang menggoda saya tahu nggak. Belum apa-apa Suami kamu sudah mencak-mencak, beliau marah karena saya tak bisa memecat kamu...!!" Pak Bagus memijit keningnya yang terasa pusing secara tiba-tiba.

__ADS_1


" Pak..!! ini antisipasi saya supaya suami saya nggak kepincut sama pelakor, apalagi pelakornya adalah sosok gaib yang bahkan nggak bisa saya ajak bersaing secara sehat..!!" Indah berucap penuh senyum. Jangan salahkan mulutnya yang jahat. Tapi kelakuan Devanlah yang membuatnya menjadi istri yang putus asa seperti ini..


__ADS_2