Lelaki Terakhir

Lelaki Terakhir
Salah paham


__ADS_3

Indah merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku, dia menatap Bagus dengan pandangan lega, hampir saja meeting kali ini tak berhasil, karena tak sesuai kesepakatan awal perjanjian. Namun dengan pengalaman yang dimiliki Indah, dia bisa meyakinkan kliennya dan akhirnya menemui titik tengah.


" Sebenarnya Aku akan sangat di rugikan, karena kamu mau berhenti Ndah ! Apalagi, jika harus menghadapi klien yang banyak tuntutan seperti tadi. ."


" Jangan memujiku secara berlebihan , Pak!! Sebenarnya aku tadi juga agak takut. Tapi, mengingat nominal tender kita kali ini, rasanya sayang jika harus dilepaskan..! Syukurlah, dia mengerti sedikit mate-matika mengenai untung dan ruginya.." Indah terkekeh. Baru kali ini dia merasa harus mengeluarkan segala kemampuannya sebagai sekretaris di perusahan besar milik Bagus.


" Kamu terlihat lebih bahagia sekarang Ndah !!"


Indah mengangguk, dan menatap Bagus dengan mata berbinar..


Brakkkkk....


" Oh jadi sekarang kamu semakin gencar mencari mangsa, saya kira kamu bakalan sadar diri dan berhenti menyebar kutukan. Tapi nyatanya, semakin kesini, targetmu semakin tinggi ...!!" Sosok wanita paruh Baya yang masih sangat dikenali oleh Indah. Tiba-tiba datang mengebrak meja, disertai dengan rentetan makian yang keluar dari mulutnya yang terasa pedas.


Indah berdiri, tak ingin terpancing dan berniat menyalami sang mantan calon mertua. wanita ini adalah ibunda dari mendiang Darel, mantan calon suami Indah yang meninggal beberapa bulan yang lalu.


" Jangan sok polos kamu !! Dan kamu " Tangan tua itu menunjuk kearah bagus,


" katakan pada keluargamu, mereka harus menyiapkan pemakaman jika mengizinkan kamu menikahi wanita ja**ng Ini !!"


" Sabar Bu !! Mungkin ini bisa dibicarakan baik-baik..!!" Bagus berucap bijak, melihat Indah yang telah menunduk dan mengeluarkan air mata, dia merasa iba.


" Baik-baik apa hah!! Setiap saya melihat wajah menjijikan dia, saya akan teringat wajah anak saya yang telah tiada...!" Wanita itu kini bersimpuh, menangis meraung seperti anak kecil . Tak peduli akan pengunjung restoran yang menatap ke arah mereka dengan pandangan penasaran.


Seorang pemuda menghampiri sosok tua itu, dan membujuknya untuk berdiri. Sementara Bagus tampak kebingungan harus melakukan apa .Dia menatap wanita tua itu dan juga Indah secara bergantian.


Indah yang sedari tadi menunduk, kini mengangkat wajahnya. Karena merasa tak asing dengan suara itu.


" Darel !!" Gumamnya ketika matanya menatap tepat pada wajah pemuda yang kini menenangkan sosok yang di panggilnya dengan kata Ibu.


" Jangan sebut nama anakku lagi ..!!" Pekikan ibu itu membuat Indah tersadar jika yang dilihatnya sekarang bukanlah Darel, melainkan adik dari Darel yang memang belum sempat bertemu dengannya.

__ADS_1


" Maafkan saya Tan !! Maaf ...!!"


Bagus berinisiatif mendekati Indah, dia merangkul sekretarisnya itu, mencoba menenangkan.


" Sebaiknya kamu bawa ibumu pulang !!" Bagus menyuarakan isi hatinya, jujur saja dia tak tega jika melihat seorang Ibu meraung seperti itu, apalagi ini menyangkut akan kematian anaknya yang tiba-tiba.


Pemuda itu mengangguk dan segera memapah sang ibu, untuk keluar dari restoran tempat mereka berada sekarang. Dia yang niat awalnya ingin menyenangkan sang ibu. Tapi kini malah semakin membuat ibunya itu, teringat lagi akan sosok sang kakak.


Indah melepaskan diri dari Bagus, dia memandang kearah dimana ibunda dari Darel, tadi melangkah.. Dia mendadak lemas, untungnya Bagus dengan cekatan menarik kursi dan mendudukkan tubuh lemas Indah diatasnya.


" Kamu tahu Pak !! Aku juga tak menginginkan hal seperti ini terjadi..!" Indah bicara dengan putus asa. Mengingat Darel, membuatnya merasakan sedih sekali lagi, rasanya baru kemarin dia tertawa dan bercanda dengan sosok ramah nan tampan itu.


" Andai saja waktu bisa diulang.. !!"


Bagus Kini menyeret kursi tepat didepan Indah, tak peduli lagi tatapan para pengunjung yang semakin intens melihat interaksi mereka. Bahkan ada yang mengarahkan kamera hape kearah Indah dan juga Bagus, mereka pasti menduga jika kedua orang berbejenis kelamin berbeda itu adalah pasangan kekasih ..


" ambil hikmahnya Ndah, Setidaknya semua yang telah kamu lalui dimasa lalu, telah membawamu sampai disini, bertemu dengan Devan. Suamimu yang sah !!"


" Terima kasih !!" Ucapnya tulus, dengan air mata berderai..


****


Devan menggenggam hapenya dengan kuat, kemudian membanting benda pipih itu hingga hancur berkeping-keping. Apa yang dilihatnya barusan, membuat emosinya meningkat. Dia merasa jika Indah telah mempermainkan dirinya, padahal dia sudah percaya dengan istrinya itu,


" Cari dimana Indah sekarang berada, Ri !!"


Riri merasa ngeri akan kemarahan yang ditunjukan Devan, meski sebenarnya dia tak tahu hal apa yang membuat sang bos semarah ini pada istrinya itu.


" Tenanglah dulu Dev, bukankah semuanya bisa diselesaikan dengan baik-baik. ."


Devan mengambil Handphone milik Riri, yang kebetulan berada ditangan gadis itu. Kemudian tangannya dengan cepat mengetik sesuatu di kolom pencarian. Dan setelah menemukan apa yang menyebabkan dirinya terbakar emosi, Devan segera memberikan hape itu pada sang pemilik.

__ADS_1


" Baca !! Dan katakan apa aku salah lihat ?"


Sebuah video viral tentang sepasang kekasih kini diperhatikan oleh Riri. Dan benar saja apa yang melintas dipikiran gadis itu, sosok perempuan di video adalah Indah. Pasangan itu berpelukan di sebuah restoran, tak perduli akan banyaknya kamera hape yang mengarah kearah mereka.


" Bisa-bisanya. Mereka melakukan hal itu di depan umum...!!" Nada bicara Devan masih terdengar emosi, Tapi kini mata tajam itu terlihat berkaca-kaca.


" Apakah dia benar- benar berniat menikahi ku karena harta. ..? Dan Bagus adalah sosok kekasih aslinya. Tapi ..!!"


Devan mendadak, teringat akan kegiatan panas mereka saat Indah dipengaruhi obat perangsang. Dia malah tersenyum, jadi mereka seniat ini menjebak dirinya.


Pantas saja Indah tak mau disentuh kemarin, saat Devan benar-benar butuh dirinya dalam dekapan.


"Biar aku saja, yang menyelesaikan ini !!" Devan beranjak, dan meninggalkan Riri yang terbengong tak mengerti.


Baru saja hendak memasuki mobilnya, Sebuah suara menghentikan langkah Devan,


" Mau kemana ? " Suara yang beberapa hari ini terdengar merdu ditelinga Devan, mendadak terdengar seperti cemoohan yang sangat membuat Devan merasa muak.


" Kamu kenapa ? "


Indah mendekat, dan merangkul pinggang Devan dengan manja.


" Temani aku makan siang Yuk!! Tadi, ada sedikit insiden yang membuatku tak sempat makan siang !! "


Devan memandang wajah polos Indah dengan tenang, bagaimanapun dia tak akan memperlakukan seorang wanita dengan buruk didepan umum. Apalagi sekarang mereka berada di parkiran kantor milik Devan sendiri.


" Ayo.. !! Aku harap kamu mau menceritakan insiden itu padaku !!"


Indah tersenyum, dan membuka pintu mobil Devan, memasukinya sembari matanya tak lepas dari sosok Devan.


" Aku sangat beruntung punya suami seperti kamu !!.mudah-mudahan hubungan kita akan seperti ini selamanya..!!"

__ADS_1


Indah memandang Devan dengan harapan yang besar akan masa depan, perkataan Bagus tentang jalan hidupnya yang berliku dan akhirnya berjodoh dengan Devan. Membuatnya bersyukur akan hadirnya Devan dalam kehidupannya.


__ADS_2