Lelaki Terakhir

Lelaki Terakhir
obat perangsang


__ADS_3

Bagus kini memilih menatap kearah lain .


" Kamu yakin, permasalahan rumah tangga dengan suamimu tak akan mempengaruhi kinerja mu disini ? Kok bisa pernikahan yang baru seumur jagung malah direcoki pelakor ?" Bagus menggeleng seolah menolak menerima alasan Indah, yang menurutnya tak masuk akal


" Lagian perempuan secantik kamu, apa iya masih kalah saing dengan yang lain !!"


Bagus kembali mengutarakan pikirannya dan kini menatap Indah yang tampak menunduk, hal langka yang ditujukan gadis itu selama ini .


" Yups . Ini pelakor ghaib Pak !!" Celetuknya mencoba santai, namun terdengar putus asa ditelinga Bagus. Mata itu kini terlihat dingin.


" Hhhhh.. Terserahmu lah Ndah. .Saya tiba-tiba pusing sekarang !!"


" Bapak butuh obatkah ?" Indah nampak mengaduk-aduk tas miliknya mencari sesuatu didalam sana, kemudian dia mendekat lagi kearah Bosnya.


" Jangan mendekat. Kamu mau saya makan kamu sekarang ? " Ada nada putus asa disuara Bagus. Sementara Indah kini menyadari jika dirinyalah yang membuat Pak Bagus bersikap aneh. Daripada benar-benar jadi santapan, dia memilih berbalik dan pergi. Bahkan dia tak mengucapkan salam sebagai tanda pamit diri. Entahlah dia merasa suasana di ruangan itu, kini semakin panas.


" Dasar, lelaki semuanya sama saja !! Nggak bisa lihat yang bening dan seksi dikit langsung on... Ckkckck!!"


Astrid tertawa, baru saja datang dia malah mendengar keluhan dari bibir ranum sang sahabat.


" Apa kubilang Ndah hati-hati. Penampilan kamu sekarang akan mengundang lelaki untuk melecehkan mu tahu nggak !! Jangan protes pada mereka, tapi sebaiknya perbaiki dan kembalilah pada penampilan kamu yang dulu.."


Indah malah menatap Astrid dengan menampilkan wajah sensualnya. Dia berkedip pada Astrid, kemudian membusungkan dada. membuat Astrid refleks memeluk dirinya sendiri karena merinding.


" Kamu pasti sudah melewati malam pertama yang panas sama Devan kan ?"

__ADS_1


Pertanyaan Astrid membuat Indah menghentikan aksinya, dia malah tersenyum mengejek sekarang.


" Kenapa aku tak berpikir tentang itu ?"


***


Malam Ini Indah telah siap untuk berpesta. Siang tadi dia menghampiri Dara , perempuan yang terkenal julid dan paling memusuhinya di kantor.


Mereka berjanji akan pergi ke klub malam bersama-sama. Meski awalnya Dara mengira jika Indah sedang mempermainkannya, tapi gadis itu mengiyakan. Dia tak menyangka jika Indah serius dengan ajakannya tadi. Dan disinilah mereka sekarang.


Mereka berdua memasuki klub dengan riang, Indah sengaja memakai cardigan panjang saat diperjalanan. Namun ketika masuk ke klub dia membuang cardigan itu kesembarang arah..


Kini tubuh molek dan proporsional miliknya, hanya dibalut dengan gaun malam nan seksi. kulitnya yang putih terlihat bersinar dalam balutan gaun berwarna maroon itu, membuat mata para pengunjung klub terpana, seolah telah disuguhi anggur dengan kualitas nomor satu. Sangat menggoda dan mampu menarik bagai magnet yang sangat kuat.


Dara yang melihat itu tersenyum licik, dia sudah lama memimpikan semua ini. dimana dia bisa memberi pelajaran sosok perempuan yang selalu saja mengambil lelaki yang menjadi targetnya. Ternyata hari ini adalah hari keberuntungannya, karena sang target seolah telah pasrah dan semakin dalam masuk ke


" Maaf Cantik. Malam ini akan jadi malam kehancuran bagimu!! " Tangan lentik itu dengan santai memasukan serbuk kedalam minuman berwarna merah pekat yang ada dimeja bartender didepannya.


Sementara itu Indah terlihat bosan, udara dingin juga dirasakannya tengah menusuk setiap kulit tubuhnya yang terekspos, sungguh. dibayangannya hal ini akan sangat menyenangkan, setidaknya itu yang dilihatnya diTv. Tapi setelah berada di situasi dan suasana hingar bingar klub malam .Dia malah merasa sepi dan asing dengan semua ini.


" Ini sangat membosankan !! " Ucapnya keras hendak menyeruput cairan putih bening yang ia tak tahu namanya, Namun sebuah tangan mencegahnya


" Jangan!! alkohol pada minuman itu sangat tinggi !! kamu bisa mabuk, dan bisa jadi sasaran empuk para pria hidung belang !!"


Dara , gadis yang pergi bersama dengannya tadi akhirnya muncul juga.

__ADS_1


" Kamu kemana tadi ?"


" Ketemu teman !! Ini " Dia menyodorkan minuman dengan warna merah kearah Indah. " Alkoholnya masih bisa diterima. Jadi jangan khawatir ..,!!" Dara tersenyum manis meyakinkan Indah.


"Apa ini sejenis Sirup ? " Indah terkekeh akan ucapannya sendiri. Dia mencium aroma kuat pada minuman itu, agak ragu.


Namun dilihatnya Dara dengan santai menegak minuman digelas yang lain dan dengan sekali teguk, minuman merah pekat itu telah berpindah ke perut Dara.


Indah akhirnya mengikuti apa yang dilakukan oleh Dara, sementara Dara menatap hal itu dengan senyum penuh kemenangan. Akhirnya Indah yang sok cantik ini masuk juga dalam perangkapnya.


Gadis itu mengirim pesan ke seseorang. Dan dengan santai menunggu obat yang tadi ditaburkannya, bekerja.


Indah mulai gelisah dalam duduknya, Dia memandang Dara yang sedari tadi tersenyum menatapnya.


" Apa aku sedang mabuk ?" tanyanya dengan suara serak. Dia melihat dengan jelas jika Dara kini malah menampakkan senyum licik dan meremehkan.


" Dosisnya sangat tinggi !! Dan tak akan bisa mereda jika hasrat kamu untuk disentuh tak tersalurkan..!!"


" Maksudmu ?"


Indah gemetar, rasa panas kini mulai menjalar ke seluruh tubuhnya, panas yang dia tak tahu disebabkan oleh apa ..


" ini obat perangsang ?" Indah beranjak dari duduknya, dan sekuat tenaga berlari tak tentu arah. Pikirannya sudah kacau, meski sebisa mungkin dia berusaha agar tetap sadar dan berharap apa yang terjadi dengannya sekarang dapat dia kendalikan


Brukkkk...

__ADS_1


Tubuhnya yang ramping terasa menabrak sesuatu, matanya kini telah berkabut oleh nafsu, dan tak jelas lagi melihat sosok yang telah ditabraknya. Dia malah melakukan hal yang tak pernah dia lakukan sebelumnya. Dia hanya meminta dipuaskan oleh sosok berkabut itu, Dia menciumnya dan memancing sosok yang diyakini sebagai seorang pria dan semakin terbuai akan hal itu, hingga ia merasa diterbangkan keawang-awang. Indah malah sekarang merasakan gejolak akan nafsu nya sendiri.


Dan yang dia lakukan hanyalah mendesah dan mendesah. Hingga akhirnya getaran nikmat menjalar ke seluruh tubuhnya. Namun ternyata itu tak cukup, tubuhnya seolah meminta hal itu lagi dan lagi. Dia berharap nikmat ini abadi dan tak ingin terbangun dengan hal buruk lagi , termasuk sosok Devan suaminya.


__ADS_2