
setelah sibuk berdebat dengan isi kepalanya sendiri, Indah akhirnya tertidur diruang tunggu. Sementara Riri kini malah memandang wajah polos Indah yang tengah tertidur.
sebagai seseorang yang tahu pasti masa lalu Devan, dan tujuan Devan menikahi Indah, Riri merasa kasihan. Sebagai sesama wanita dia tak bisa membayangkan kalau sampai Indah tahu, jika Devan menjadikannya pelarian sekaligus alat yang bisa membuat pria itu meraih masa lalunya kembali.
Ruangan operasi akhirnya telah terbuka, setelah beberapa saat lampu berubah warna menjadi hijau. Tanda operasi telah selesai.
" operasinya berhasil Ri. Meski kami sempat pesimis. Tapi tuhan masih berpihak pada Devan. Entah kenapa pria ini seperti kucing saja yang mempunyai banyak nyawa.."
Riri hanya tersenyum mendengar gurauan sang dokter ,yang memang selalu menangani operasi tuannya.
Tak ada kegembiraan berlebihan dari raut wajah Riri. Karena dia tahu jika keadaan ini , bukanlah keinginan dari Devan.
Indah bangun dengan sedikit terkaget dia ingat jika Devan sedang dioperasi. Bisa-bisanya dia sebagai istri malah ketiduran begini. Untungnya operasi Devan berjalan lancar, Meski sempat kritis tapi rupanya nasib baik masih berpihak pada pria itu. Indah lega, meski hatinya semakin dibuat penasaran akan apa yang dilakukan Devan dan juga siapa sebenarnya pria itu. Dan jika memang Devan sekaya itu, kenapa Indah sama sekali tak mendengar nama Devan. Di Majalah bisnis maupun daftar orang terkaya ? Entah kenapa hal ini baru mengusik pikirannya sekarang ?
Devan kini telah sadar, sebenarnya dokter sudah sangat tahu jika memang proses penyembuhan Devan selalu secepat ini. Operasi yang dilakukan ini pun entah sudah yang ke berapa kalinya. Seolah Devan memang laksana punya begitu banyak cadangan nyawa.
Indah langsung masuk keruangan Devan, setelah berterima kasih pada Riri. Dan kini, diruang rawat VIP .
Indah dan Devan kini kompak saling menatap ditengah keheningan, karena tadi Riri baru saja pamit pulang. Ada urusan kantor yang harus segera diselesaikan. Indah bahkan baru tahu jika gadis cantik tersebut juga merangkap sebagai seorang sekretaris!!
" Kenapa ?" Indah jengah dan malah mengajukan pertanyaan ambigu,
" kenapa apanya ?" Devan menjawab masih memandang sosok sang istri dengan lekat.
" Kenapa pergi ? melakukan hal bahaya di malam pertama kita ?" Indah sebenarnya tak mau menanyakan ini tapi entah kenapa bibirnya tak bisa diajak kompromi. " Apakah kau sengaja, agar aku jadi janda dimalam pertama ?"
Devan tertawa, sangat nyaring untuk orang yang baru saja sadar dari bius kuat saat operasi
" Jangan berlebihan Nona !! Bukankah aku masih hidup dan sehat sekarang ! Lagipula, aku masih diberi umur panjang, untuk menjalani hidup ini.."
Devan bicara sarkastik, membuat Indah merasa jika statusnya sekarang tak membuat Devan memikirkan bagaimana dirinya, jika Devan benar,-benar meninggal !!
__ADS_1
Indah menangis, Dia menggenggam tangan suaminya erat " Kamu tahu, aku bermimpi untuk menikah diusia dua puluh dua tahun, memimpikan pernikahan yang romantis dan juga harmonis..
Mungkin ucapan ku terdengar menyedihkan, tapi bisakah. Mulai sekarang, hargai keberadaan ku sebagai istrimu, Jangan bertindak gegabah dan egois lagi, kamu harus ingat jika ada seseorang yang telah menunggumu di rumah dan selalu berharap kamu baik-baik saja.."
Mata indah berkaca-kaca.
" Dan jangan ingatkan aku jika pernikahan ini adalah pernikahan kontrak, karena pada dasarnya, kamu telah meminang ku dengan Akad yang sah, di Agama dan juga hukum negara.."
Devan diam, dan malah memalingkan muka . Tak lama dia kembali menatap ke arah Indah.
" Jangan menuntutku, dengan sesuatu yang tak tertulis di atas materai..." Terkesan kejam, tapi tak ada rasa bersalah di hati Devan saat mengatakannya.
sementara Indah tak percaya jika Devan malah mengatakan hal itu ?
" Apakah kau memang mengharapkan kematian segera menghampirimu, untuk itulah kau memilihku. Apakah ini alasan air mata yang aku lihat jatuh dari mata mu kemarin ? Saat kita telah resmi menjadi suami istri !!"
Devan memejamkan matanya yang terasa panas, pernyataan dan pertanyaan Indah membuatnya terpaksa mengingat kembali sosok seorang wanita yang telah pergi meninggalkannya. Sosok yang sampai sekarang membuatnya seolah sekarat namun tak kunjung menemui kematian, sosok manis nan sederhana. Namun mampu menguasai otak dan juga hatinya..
Dia tak perduli, saat mendengar jika Indah kini semakin menangis sesegukkan.
Indah memandang nanar Devan yang seolah telah terlelap. wajahnya telah dipenuhi air mata. Padahal ini baru sehari setelah mereka menikah. Entah perasaan apa yang sebenarnya telah dia rasakan terhadap Devan . Tapi yang jelas, pernikahan seperti ini bukanlah pernikahan yang telah lama menjadi impian baginya..
***
Hari ini Indah memutuskan untuk kembali bekerja di kantor, karena suaminya juga sudah diperbolehkan pulang saat sore paskah operasi.
Indah juga tak mengerti kenapa para dokter seolah takut untuk membantah keinginan Devan.
Hal ini juga membuatnya semakin dibuat heran akan sebenarnya siapakah sosok yang telah menjadi suaminya tersebut. Bukannya dia tak ingin merawat Devan yang baru saja melakukan operasi, tapi. justeru karena pria itu malah telah pergi ke kantor , meninggalkan Indah sendirian di rumah mereka.
"Haiiii.... Pengantin Baru, kok sudah masuk aja sih..?
__ADS_1
Apa nggak kecapekan habis malam pertama..?"
Astrid yang baru datang langsung menggoda Indah yang kini fokus dengan laptop kerjanya.
" Iya , capek raga dan jiwa . Karena malam pertama tak sesuai ekspektasi .."
Indah malam ngedumel kesal, mengingat paniknya dia saat melihat Devan kritis didepan matanya.
" Loh kenapa ? Bukannya kalian cepet-cepet pulang karena mau langsung tancap gas.. Aku bahkan kamu tinggalkan, di resepsi kalian.." Ada nada kesal dari ucapan Astrid, membuat Indah kini menatap lekat kearahnya.
" Kamu serius berpikir jika apa yang aku ucapkan malam itu adalah kebenaran ?
Kamu tahu kan , ini hanyalah pernikahan kontrak .
Aku benci mengatakan ini, tapi hal ini seolah dijadikan senjata oleh pria itu "
" Hoooh " Astrid malah melongo, menatap Indah dari atas sampai mata kaki yang dibalut hills merah menyala itu.
" Serius ? Dia nggak tergoda sama mahluk sesempurna kamu ,Ndah ? Apa jangan-jangan dia G*y lagi ?"
Astrid memegang keningnya seolah berpikir keras ,
" Gawat kalau gitu Ndah !!kamu mesti cari tahu masa lalu suamimu.."
Indah menatap lekat Astrid, sepertinya usulan Astrid ada benarnya. Tak apa-apa kan jika mencari tahu tentang suami sendiri..?
" Menurut kamu, Aku harus mulai darimana ? Rasanya Devan menyimpan rahasia yang sangat banyak, dalam kehidupan masa lalunya. Aku bahkan nggak tahu, kejutan seperti apa yang menungguku nanti .."
" Kamu pasti lebih jago masalah memata-matai seseorang, makanya kamu jadi sekretaris kesayangan pak Bagus kan ?"
Astrid menaik turunkan alisnya membuat Indah tersenyum dengan senyuman licik..
__ADS_1
Jika Devan tak mau mengakui semuanya dari mulutnya sendiri. Maka dia harus mencari tahu sendiri. Sebanyak apa rahasia yang pria itu simpan rapat, terutama tentang masa lalunya yang misterius.