Lelaki Terakhir

Lelaki Terakhir
Tingkah mengemaskan Indah


__ADS_3

Indah menuruni tangga, dengan perasaan senang tak terkira, dia tadi sempat melihat jika Devan memasang wajah memelas kearahnya. Sepertinya Devan benar-benar telah merindukan kehangatan di ranjang yang selama tiga tahun ini terasa beku, bukan hanya sekedar terasa dingin semata.


Rupanya ekspresi bahagia Indah dapat dilihat oleh Bagus dengan jelas, sehingga dia menegur mantan sekretarisnya itu yang tampak asik dengan pikirannya,


"kenapa kamu Ndah ? oh iya Suamimu mana ? " Bagus mengedarkan pandangannya ke segala penjuru rumah..


Sedari datang tadi, dia sudah menanyakan Devan pada Bi Imah tapi tak dijawab dengan pasti oleh art Indah tersebut.


Indah meletakkan flashdisk didepan Bagus,


" Oh nggak apa kok Pak hehehe. Devan tadi langsung tidur sehabis maghrib..Makanya nggak kelihatan..!!"


" Oh Pantes !! " Bagus mengambil flashdisk itu kemudian memandang Indah dengan lekat,


" Besok kamu bisa datang kan kekantor ? Meeting dengan perusahan J akan dilakukan besok, dan tak akan sempat jika aku harus meminta kepada Astrid untuk menggantikan mu..!!"


Indah memandang lantai atas, matanya kini tepat mengarah ketempat dimana kamarnya dan Devan berada.


" Tenang aku yang akan berbicara dengan suamimu akan masalah ini. Aku sendiri yang akan meminta izinnya untuk membawamu bersamaku di meeting terakhir kita ..!"


Bagus tersenyum dengan pasti, dia dapat membaca kekhawatiran Indah akan suaminya.


" Terima kasih bos, Aku minta maaf karena tidak menyelesaikan pekerjaanku sesuai dengan kontrak yang tertulis ..."


Bagus malah tertawa, dia mengingat saat Devan datang padanya dan langsung menanam saham dengan jumlah yang fantastis. Dia sama sekali tak menyangka jika itu adalah trik dari Devan untuk bisa membebaskan pujaan hatinya jika sewaktu-waktu, Indah harus berhenti bekerja..


" Aku benar-benar dibuat takjub dengan tingkah gentle suami mu, Ndah !! Aku yakin saat dia datang ke kantorku dan menanam saham, kalian bahkan belum begitu kenal dengan akrab..!"


Indah ikut tertawa, sungguh diapun juga tak menyangka jika Devan segesit itu saat berusaha meyakinkan dirinya untuk menikah dengan duda tanpa anak itu.

__ADS_1


" Jangan bahas hal itu pak !!" .


Indah malah bersemu saat mencegah atasannya itu, melanjutkan ceritanya.


Bagus kini terdiam, dia nampak mengangguk-anggukan kepalanya.


" Semoga kamu bisa bahagia kali ini Ndah !! sebagai seseorang yang menjadi saksi akan tragisnya kisah cinta yang kamu alami. Aku turut berbahagia dengan kehidupanmu yang sekarang. Devan sudah berjuang keras untuk mendapatkan mu. Jadi jangan kecewakan suami mu itu, Ndah !!"


Indah terharu, memang dari dulu Bagus selalu penuh perhatian dengannya, Indah bahkan sempat merasakan suka pada sosok sang Bos. Tapi, melihat Bagus tak merasa nyaman akan tatapan memuja darinya membuat Indah sadar diri, dan memilih mundur tanpa berjuang..


" Terima kasih Gus , Karena telah menjadi sosok Atasan sekaligus kakak untukku !! Kalau saja atasanku bukan kamu, mungkin semuanya tak akan semudah dan semenyenangkan ini !!" Indah berucap dengan tulus, matanya bahkan menyiratkan rasa terima kasih yang mendalam.


" Kalau begitu, aku pamit ya Ndah.. Salam buat suamimu !! " Bagus berdiri setelah memasukan flashdisk tadi kedalam saku bajunya.


Indah juga ikut berdiri dan mengantar sang tamu sampai ke depan, setelah memastikan mobil Bagus telah melaju, Indah segera masuk kedalam, kaki jenjangnya menaiki tangga dengan hati-hati.


Indah kini memandang kearah kamar dengan ragu-ragu, entah kenapa dia mendadak gugup membayangkan bertemu dengan Devan lagi, Apalagi dengan kejadian tadi, Pastilah Devan kini tengah menunggunya di atas ranjang mereka.


Indah dengan pelan merebahkan diri di samping Devan, memandang wajah menawan itu dengan binar kebahagiaan. Meski masih ragu akan apa yang dirasakan Devan padanya. Tapi, tidak ada salahnya jika dia berusaha menerima pria yang statusnya memang sebagai telah menjadi suaminya.


***


Pagi menyapa, dengan setengah Sadar Indah meraba keberadaan Devan, dan tak menemukan sosok sang suami disampingnya, membuatnya langsung bangun dan mencari Devan dengan pikiran yang sudah buruk. Apakah Devan telah meninggalkannya seperti malam pertama mereka waktu itu. Bagaimana jika Devan pulang dengan keadaan yang parah, atau bahkan meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


Tanpa sadar indah terisak, sungguh dia tak akan sanggup jika harus kehilangan sekali lagi.


" Kamu kenapa sayang !!" Devan datang dengan segelas susu ditangannya, pakaian yang dikenakan pria itu masih sama seperti kemarin malam, membuat Indah bernafas lega, Indah langsung memeluk Devan dengan erat, isakkan nya semakin terdengar mengiris hati.


" Aku takut Van !! Aku takut kamu kenapa-napa !!" Indah mengungkapkan keresahan hatinya, dan dengan perasaan campur aduk dia meletakkan telinganya di dada bidang Devan, mendengarkan detak jantung suaminya yang sekarang bahkan mungkin lebih penting dari hidupnya sendiri.

__ADS_1


Entahlah kenapa Indah menjadi melow seperti ini..!!


Devan tersenyum, dia mengelus kepala Indah dalam dekapannya, " Aku paham akan ketakutan mu, dan aku janji. aku tak akan lagi melakukan hal yang bisa saja membuatku celaka..!"


" Janji !!"


" Aku janji !!" Devan berucap sambil mencium lembut kening Indah, kemudian dia melepaskan pelukan mereka, dan mendudukkan Indah ditepi ranjang, " Sekarang kamu minum susunya ?"


Indah memandang Devan dengan curiga,


" Ini susu apa ? "


" Persiapan kehamilan.. !! "


Indah malah tertawa,


" Bagaimana bisa kamu menyuruhku meminum ini sedangkan proses inti yang sebenarnya saja belum kita lakukan !!"


Mendadak Indah terdiam, dan menutup mulutnya, Ia tak sadar jika ucapannya barusan malah membuat Devan memandangnya dengan tatapan mesum..


" Aku , hanya bercanda, Kok !! "


Devan tahu jika Indah sangat malu, tapi entah kenapa itu malah membuatnya senang.


" serius juga enggak kenapa-napa, lagian aku tak akan melakukan hal itu sekarang !! Karena mantan bosmu baru saja meneleponku, memintamu menemaninya untuk mengadakan meeting , dan dia berjanji jika ini adalah meeting terakhirmu sebagai sekretarisnya. . Bagaimana ? apakah kamu bersedia, atau kamu akan menolaknya dan memilih tinggal di atas ranjang kita "


Ucapan Devan pada kalimat terakhir membuat Indah meminum susu yang berada ditangannya hingga tetes terakhir, kemudian dia langsung menuju kamar mandi dan menutup pintunya dengan kencang.


" Jangan terburu-buru, meeting nya akan dimulai jam sembilan nanti !!" Devan berteriak dengan nada menggoda, Dia sangat menikmati wajah merah merona Indah yang sedang merasa malu padanya.

__ADS_1


" Dasar, kenapa tingkahnya selalu seperti anak-anak sih ?" Gumam Devan heran, dan memilih mengambil handuk untuk mandi dikamar mandi bawah, dia juga akan ada meeting jam delapan pagi ini.


__ADS_2