
tidak lama mereka pun akhirnya sampai juga di rumah denis, rumah yang beberapa bulan ini di tinggalkan maira karena harus melahirkan di rumah orang tua nya. semua yang ikut pun segera turun dan mulai memenuhi rumah maira. bahkan mbak yuli pun keluar untuk menyambut mereka.
"sudah pada datang...?" tanya mbak yuli ketika melihat maira dan kedua orang tua nya
"iya mbak, bagaimana mbak yuli sehat...?" tanya maira
"alhamdulilah sehat, ayo masuk.. untuk para tamu disini juga bisa ra, di rumah itu takut nya masih kotor karena belum di bersihkan" kata Yuli
"iya mbak nanti kesana, lagi pula sebelum berangkat kemarin mas denis sudah membersihkan nya terlebih dahulu" sahut maira
para tamu yang datang pun mulai mencari tempat duduk masing-masing, apalagi rumah mertua maira sangat luas, halaman nya pun luas jadi bisa menampung orang banyak.
"ternyata rumah mertua kamu luas juga ya ra..." kata salah satu tetangga maira yang ikut mengantarkan nya.
"iya bu, tapi ya begini namanya juga rumah orang tua jadi masih rumah jaman dulu" sahut maira sambil tersenyum
setelah beristirahat sekitar setengah jam bu sekar mengajak maira ke dapur.
"Ra ayo ikut ibu" ajak Bu Sekar
"ada apa bu...?" tanya maira penasaran
"itu para tamu laki-laki pasti ingin membuat kopi, jadi kita harus memasak air"
__ADS_1
"tapi aku tidak tahu apa kompor nya masih menyala atau tidak, kan ibu tahu sendiri mamah sudah lama sakit dan juga disini jarang memasak kalau tidak ada aku"
"kita coba saja mudah-mudahan kompornya masih bisa di pakai"
mereka pun mulai menyalakan kompor, dan benar saja dugaan maira kompor nya tidak mau menyala sama sekali. akhirnya maira pun memanggil pak soleh untuk memperbaiki kompor itu, setelah cukup lama akhirnya kompor bisa di gunakan juga, ada beberapa keluarga yang ikut ke dapur hanya untuk melihat-lihat keadaan rumah maira.
"wah ra, rumah ini benar- benar besar dan di belakang sini masih ada halaman nya juga"
"iya bi, kebetulan halaman belakang ini biasa di pakai untuk menjemur, tapi karena sudah di tinggal lama jadi rumput nya tinggi-tinggi" sahut maira
"nanti bersihkan ra rumput nya, takut ada ular masuk apalagi sekarang kamu kan sudah punya rere" tambah bu Sekar
"iya bu nanti maira akan menyuruh orang untuk membersihkan nya"
semua orang yang ikut pun di jamu dengan baik oleh maira dan juga keluarga nya. mbak yuli juga ikut memberikan beberapa makanan kecil yang memang sengaja dia beli, sebagian juga ada yang datang untuk melihat keadaan mertua maira yang kini sedang terbaring lemah di dalam kamar, mertua maira masih bisa berbicara hanya saja seluruh tubuh nya mengalami kelumpuhan total.
tidak terasa sore pun tiba, orang-orang yang mengantar maira dan juga denis akhirnya pamit untuk pulang, begitu pun dengan keluarga maira. kini hanya tersisa maira, denis, rere, dan juga bu Sekar.
ya bu sekar, beliau memutuskan untuk tinggal selama beberapa hari disini, apalagi dia masih belum bisa melepas maira dan juga rere seutuh nya, apalagi rere adalah cucu pertama di keluarga ini.
maira mengantarkan bu sekar ke kamar nomer dua, kamar yang dulu sering di tempati oleh sang ibu mertua, tapi kini kamar itu sudah kosong karena bu erni kini tinggal dengan yuli, sebenarnya di rumah denis ini memiliki empat kamar tapi dua kamar yang lain tidak layak pakai dan harus di betulkan terlebih dahulu.
selama bu sekar tinggal di rumah itu, denis selalu berangkat pagi dan pulang sore hari terkadang seharian berada di rumah dan membantu mbak yuli mengurus bu erni, dan maira juga merasa terbantu dengan kehadiran bu sekar disini, apalagi semenjak pindah kembali kesini banyak yang harus maira bereskan. sehingga Bu Sekar bisa membantu dengan menjaga Rere.
__ADS_1
sudah satu minggu juga bu sekar tinggal di rumah maira dan kini saat nya dia pulang dan membiarkan maira mengurus rere seorang diri.
"besok ibu akan pulang, kalian disini yang betah apalagi rere jangan nakal dan jangan merepotkan mamah ya sayang" kata bu sekar sambil mencium pipi cucu nya itu.
"iya bu kami pasti akan betah tinggal disini," sahut maira
"dan jangan lupa ra, kapan- kapan kamu pulang kesana jangan disini saja, kalau denis tidak mau mengantarkan kalian pakai kendaraan umum saja" tambah bu sekar
"iya Bu, oh iya besok ibu di antar oleh mas denis pakai motor sampai rumah tidak apa-apa kan bu...?"
"iya tidak apa-apa paling ibu nanti pinjam jaket saja karena kan kemarin ibu tidak membawa jaket"
"iya nanti pinjam jaket mas denis karena jaket ku kan ibu tahu sendiri pasti tidak akan cukup"
"iya terserah mau pakai jaket siapa saja"
keesokan pagi nya setelah berpamitan kepada semua orang bu sekar pun pulang di antar oleh denis, sedangkan maira hanya bisa menunggu di rumah sambil menjaga rere yang sedang aktif-aktif nya. saking aktif nya maira tidak bisa melakukan semua perkerjaan sendiri apalagi jika rere tidak tidur.
rere adalah tipikal anak yang jika tidur harus selalu di temani jika maira keluar dari kamar sebentar saja rere akan bangun dan menangis, sehingga terkadang maira harus menggendong rere sambil melakukan beberapa pekerjaan bahkan ketika memasak pun tidak jarang rere ikut bersama maira.
setelah beberapa waktu lama nya maira dan rere tinggal di kota B denis mulai memperlihatkan gelagat aneh, dia sekarang sudah sangat jarang sekali keluar rumah bahkan setiap hari dia akan bangun siang dan motor kesayangan nya pun tidak pernah dia keluarkan sama sekali.
terkadang selama seminggu lebih motor itu berada di dalam rumah tanpa di panaskan atau pun di pakai oleh tuan nya, tapi yang membuat maira lebih aneh lagi uang belanja setiap hari nya selalu ada entah dari mana denis mendapat kan uang itu.
__ADS_1
sampai suatu hari denis benar-benar tidak memberinya uang belanja sama sekali, kebutuhan di dapur sudah habis semua nya, keperluan rere juga sudah habis bahkan makanan untuk rere pun sudah tidak ada, maira sangat binggung harus meminta bantuan kepada siapa.
jika dia meminta bantuan kepada kakek nya yang berada di kota itu juga tidak mungkin, sang kakek sudah tua dan tidak bekerja, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nya beliau juga bekerja menjadi buruh tani kepada orang lain sehingga mendapat upah yang tidak banyak.