Lika Liku Pernikahan Maira

Lika Liku Pernikahan Maira
bab 24


__ADS_3

satu tahun berlalu dengan cepat, toko maira juga sudah semakin besar, penghasilan dari toko bisa untuk menyicil iuran bulanan mereka ke bank, menabung dan juga memenuhi kebutuhan sehari-hari.


tapi sikap denis kepada maira tidak pernah berubah, dia semakin perhitungan terhadap maira. padahal dia sendiri juga lebih banyak menghabiskan uang toko untuk kebutuhannya sendiri.


dari mulai rokok dan jajan denis menggambil dari toko karena dia sama sekali tidak bekerja keluar.


pernah terjadi pertengkaran diantara mereka berdua dan itu terbilang sangat sering, bukan kerena masalah orang ketiga atau yang lainnya tapi tentang keuangan mereka yang membuat maira kesal dan akhirnya marah.


denis yang perhitungan membuat maira sangat frustasi dan juga kesal, apalagi tidak boleh ada uang yang hilang atau kurang dari hitungan.


apalagi selama satu minggu ini keadaan toko juga agak sepi tidak seperti sebelum-sebelumnya, maira juga merasa sangat malas membuka toko.


terkadang mereka sengaja menutup toko hanya untuk mengajak rere bermain di salah satu mall yang ada di kota A. dalam satu bulan maira dan denis lebih sering menutup toko dari pada membukanya.


dan pada akhirnya mereka mulai merasakan hal yang sangat aneh, biaasanya toko akan sangat ramai setiap harinya, dan pendapatan mereka juga sehari lebih dari dua juta ke atas.


tapi bulan ini pendapatan mereka menurun drastis, barang-barang di toko juga banyak sekali yang kosong, belum lagi bulan ini mereka harus menunggak angsuran mereka ke bank karena uang yang ada hanya cukup untuk membeli barang yang memang sudah kosong di toko.


hari-hari tertentu yang biasa nya ramai juga sudah tidak lagi, biasanya di hari -hari tertentu maira dan denis bisa mendapatkan dua juta lebih di pagi hari, tapi ini untuk mendapat setengahnya saja tidak.


belum lagi mereka harus membayar barang yang sudah mereka ambil lebih dahulu di sales, karena memang ada beberapa barang yang mereka dapat secara di tempo yang artinya mereka mendapatkan barang terlebih dahulu baru membayarnya di minggu berikutnya.


walaupun itu membantu maira dan juga denis tapi dengan keadaan mereka yang seperti sekarang mereka sangat pusing terutama maira yang terus saja di tekan oleh denis.


Denis selalu beranggapan kalau maira sering memberi uang dan juga barang-barang yang ada di toko kepada keluarga nya yang tinggal tidak jauh dari rumah maira.


padahal kenyataannya maira tidak pernah melakukan hal itu, bu sekar dan juga istri amir selalu sengaja berbelanja ke toko maira, karena mereka beranggapan hal itu bisa membantu maira dan juga denis.


tapi ternyata pikiran denis berbeda dengan maira maupun keluarga dari maira. apalagi setelah ibu mertua maira meninggal dunia dan maira tidak melihatnya untuk yang terakhir kalinya sikap denis semakin menjadi-jadi saja.


maira masih ingat betul ketika sang ibu mertua meninggal mereka baru saja kembali dari kota B, dan hari itu sepulang dari kota B baik maira maupun rere jatuh sakit.


maira dan rere demam bahkan karena maira sedang sakit rere terpakssa harus tinggal sementara di rumah bu sekar agar mereka bisa mengurus rere dan maira tidak terlalu capai.

__ADS_1


pagi-pagi sekali ponsel denis berbunyi tanda ada pesan masuk, karena Denis masih tertidur jadi mairalah yang membaca pesan itu.


ternyata itu pesan dari reni anak mbak yuli, dalam pesan itu reni memberitahu kalau sang nenek atau ibu dari denis telah meninggal dunia.


maira pun segera membangunkan Denis dan memberitahukan kabar ini kepada denis.


"mas bangun ini ada pesan dari reni..." kata maira sambil menggoyangkan badan denis.


"apa katanya...?" tanya denis yang masih menutup mata


"reni bilang mamah sudah tidak ada" kata maira dengan suara yang sangat pelan tapi masih bisa di dengar oleh Denis.


mendengar itu denis pun segera bangun dan mengambil ponselnya, dia langsung menghubungi reni untuk menanyakan kebenaran kabar itu.


sedangkan maira langsung menghubungi keluarganya.


📞 hallo bu,


📞 ada apa ra pagi-pagi menelpon, apa kamu baik-baik saja..?


📞 aku baik bu tapi itu ibunya mas denis meninggal dunia tadi pagi


📞 innalilahi wa innailaihi rojiun, lalu denis dimana sekarang...?


📞 mas denis sekarang sedang mandi bu


📞 ya sudah ibu sebentar lagi kesana,


📞 iya bu


setelah itu panggilan pun berakhir, denis juga sudah selesai mandi, yang biasanya dia mandi sangat lama tapi kali ini tidak sama sekali.


maira pun memasukan beberapa baju denis kedalam tas.

__ADS_1


"mas aku ikut ya..."kata maira sambil duduk di tepi tempat tidur.


"tidak usah kamu di rumah saja, lagi pula kamu sedang sakit. nanti kalau kamu ikut di sana malah merepotkan yang lainnya." sahut denis sambil berganti baju


"tapi masa aku tidak melihat ibu untuk yang terakhir kalinya, dan lagi pula nanti apa kata saudara-saudara kamu yang lainnya kalau aku tidak datang" jawab maira


kalau boleh jujur dia juga tidak ingin menjadi beban denis nanti nya disana apalagi dengan keadan maira yang seperti sekarang, dia sedang demam tinggi dan perjalanan dari kota A ke kota B itu sangat lama, belum lagi mereka pergi dengan mengendarai motor.


"kalau soal keluarga mas nanti biar mas sendiri yang bilang kalau kamu sedang sakit, apalagi baru kemaren kita dari sana"


di saat itu pula ada yang mengetuk pintu, mairta segera membuka pintu dan ternyata bu sekar yang datang.


"dimana denis, apa dia sudah berangkat...?" tanya bu sekar setelah pintu terbuka dengan sempurna.


"mas Denis sedang bersaip-siap bu di kamar" jawab maira


bu sekar pun segera masuk kedalam


"denis kamu mau pergi dengan siapa.. apa dengan maira...?" tanya bu sekar ketika melihat pintu kamar di buka oleh denis


"tidak bu, saya pergi sendiri saja, ibu tahukan kalau maira sedang demam tinggi jadi saya tidak mungkin mengajaknya" sahut denis


"apa tidak apa-apa kalau kamu pergi sendiri, sayang nya di rumah juga tidak ada siapa- siapa, ayah sedang pergi ke kota J tadi pagi dan amir juga sudah berangkat bekerja dan baru kembali lagi satu minggu kemudian.. istri amir sedang hamil besar sedangkan ibu harus menjaga istri amir dan rere" kata bu sekar yang saat ini sedang binggung.


dia tidak mungkin membiarkan denis pergi sendiri takut terjadi hal yang tidak di inginkan tapi dia juga tidak tahu harus menyuruh siapa yang ikut dengan denis"


"tidak usah bu, biar saya pergi sendiri saja" sahut denis


"bagaimana kalau kamu pergi dengan andri saja, kebetulan dia sedang tidak bekerja dari pada dia di rumah mending ikut kamu pasti dia mau" usul bu sekar.


andri adalah salah satu anak tetangga bu sekar yang tinggal tidak jauh dari rumah sekar maupun maira, dulu andri juga adalah salah satu teman sekolah maira dan sering main juga ke rumah maira.


selain itu keluarga andri dan juga keluarga maira menjalin hubungan yang sangat baik, mereka sudah seperti saudara.

__ADS_1


"tidak usaha bu biar saya pergi sendiri saja" tolak denis


dan akhinya mau tidak mau bu sekar pun pasrah dengan keputusan denis itu.


__ADS_2