
karena hari sudah siang dan rere juga waktunya tidur akhirnya maira segera membawa rere ke dalam kamar, mata maira tidak sengaja melihat ponsel denis yang nyatanya tidak di bawa, karena dia masih penasaran dengan uang yang di dapat denis beberapa hari yang lalu akhirnya dia pun memberanikan diri untuk membuka ponsel denis itu yang kebetulan memang tidak di kunci.
maira dengan bebas membaca semua pesan yang masuk ke ponsel denis, dan ada salah satu nomer yang denis beri nama pak juli kantor, karena sangat penasaran maira pun segera membuka isi pesan dari nomer itu, dan benar saja dari nomer itu maira dapat tahu dari mana uang yang di berikan denis kemarin kepada nya.
ternyata uang itu adalah uang dari pensiunan sang ibu mertua, dan maira juga bisa melihat berapa banyak uang yang di dapat denis kemarin, dan maira sangat yakin semua uang ibu mertuanya itu di pakai denis kemarin.
maira terus melihat semua pesan itu dan sekarang maira juga tahu kalau ternyata selama ini dia juga makan dari hasil uang pensiun sang ibu mertua, setiap bulan uang pensiunan itu di ambil denis, entah denis yang ke kanktor atau pun mereka bertemu dia luar.
pantas saja sekarang maira tidak pernah melihat orang kantor datang ke rumah lagi untuk menemui sang ibu mertua ternyata ini alasan nya, maira juga sekarang baru ingat kalau denis sering keluar rumah setiap satu bulan sekali tapi itu pun tidak lama paling hanya satu atau dua jam saja.
dan setelah denis keluar besok pagi nya dia baru akan memberikan uang kepada maira untuk belanja bulanan dan juga yang lainnya.
pantas saja denis selalu memberinya dengan jumlah yang sama ternyata ini alasan nya, denis benar-benar sudah nyaman dengan keadannya saat ini, dia tidak perlu bekerja tapi selalu medapatkan uang setiap bulan nya.
maira merasa denis sudah berbohong terlalu banyak kepada nya, entah rahasia apalagi yang masih di sembunyikan oleh denis, dan itu membuat maira semakin ragu terhadap denis.
setelah selesai membaca semua pesan itu maira segera menyimpan ponsel denis kembali dia takut denis akan masuk kedalam dan memergoki nya. dia akan berpura-pura tidak tahu dari mana denis mendapatkan uang nya itu.
tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, kini maira dan Denis sedang bersiap-siap untuk pergi ke kota A dan kebetulan bertepatan dengan hari ulang tahun rere yang kini sudah berusia satu tahun. setelah berpamitan kepada semua orang akhirnya mereka pun mulai meninggalkan kota B dengan mengunakan sepedah motor.
selama dua jam lebih mereka berada di jalan, sempat berhenti beberapa kali hanya untuk beristirahat saja ketika rere sudah rewel saja dan untung saja cuaca hari ini sangat cerah jadi mereka tidak terlalu berada lebih lama lagi di jalan.
setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai juga di rumah bu sekar.
"assalamualaikum" salam maira ketika sampai di depan pintu
bu sekar yang melihat anak dan juga cucu nya datang merasa sangat senang, dia langsung menghampiri maira yang kini sedang berjalan masuk, karena saat dia datang pintu depan tidak di tutup.
"waalaikumsalam" jawab bu sekar yang langsung datang menghampiri maira
maira yang melihat ibu nya datang langsung mencium tangan sang ibu begitu pun pak saleh yang berada tepat di belakang bu sekar.
__ADS_1
"kamu sehat ra...?" tanya pak saleh ketika maira mencium tangan nya
"alhamdulilah sehat yah, ayah sendiri apa kabar...?" tanya maira sambil duduk di sofa yang ada di ruang keluarga
"Alhamdulillah ayah juga sehat" jawab pak saleh
"jam berapa dari sana..?" tanya bu sekar yang kini ikut duduk bersama anak dan juga menantu nya,
"dari sana jam delapan bu, tapi ya biasa namanya juga di jalan macet belum lagi kami harus berhenti beberapa kali karena rere rewel" jelas denis
"ya mungkin rere merasa bosan makanya rewel dan untungnya bukan naik kendaraan umum, coba kalau naik kendaraan umum sudah bisa di bayangkan kalian harus berhenti berapa kali" sahut pak soleh
"iya ayah benar, tapi perjalanan kesini jadi lama" tambah maira yang kini sudah bergabug lagi dengan keluarga nya setelah selesai membuat kopi untuk denis.
tidak terasa maira pun terlelap tidur, sudah satu jam maira tidur akhirnya dia terbangun juga ketika mendengar suara tangisan rere, maira segera menghampiri rere yang kini sedang di gendong oleh pak soleh sedangkan denis hanya melihat saja.
"rere kenapa yah...?" tanya maira
"tidak tahu, mungkin dia mengantuk" jawab pak soleh
"ya sudah sini yah biar ira tidurkan dulu rere nya, biar tidak terus rewel" kata maira yang langsung mengamil alih rere dari tangan pak soleh
sebenar nya maira sedikit kesal dengan denis, kenapa dia diam saja ketika melihat rere menangis seperti itu, bukannya mengambil rere dan menenangkan nya dia lebih memilih merokok dan bermain ponsel.
__ADS_1
"kenapa dengan rere ra...?" tanya bu sekar yang baru saja datang dari warung
"tidak apa-apa bu, mungkin hanya mengantuk saja" jawab maira yang langsung menggeser dirinya agar bu sekar bisa duduk di samping maira
"oh seperti itu, oh iya ra bukan nya sekarang rere tepat berusia satu tahun...?"
"iya bu, tapi aku dan mas denis sudah sepakat tidak akan merayakan nya, selain keuangan kami yang memang tidak stabil dan juga rere yang masih belum mengerti apa pun"
"tapi ibu dan adik mu sudah berencana untuk merayakan ulang tahun rere dan soal biaya nya kalian tidak perlu khawatir ibu yang akan menangung semua nya" jawab bu sekar
"tapi bu bagaimana kalau mas denis marah..?" tanya maira ragu
" kamu tidak perlu khawatir biar ibu yang nanti bicara dengn denis"
setelah pembicaraan itu bu sekar pun memilih keluar dari kamar agar cucu nya itu bisa beristirahat dengan tenang, karena dia tahu rere sangat sulit tidur kalau banyak suara yang berisik.
malam pun tiba, semua orang sudah masuk kedalam kamar nya masing-masing termasuk denis yang kini juga sudah bersiap-siap untuk pergi tidur, di saat denis baru saja membaringkan tubuh nya maira langsung mengajak nya mengobrol.
"mas aku mau bicara sebentar" kata maira
"soal apa...?" tanya denis
"soal ibu, tadi ibu bilang kalau ingin merayakan ulang tahun rere, beliau ingin mengundang anak-anak sekitar sini untuk datang, menurut mas bagaimana...?" kata maira yang kini sedang menatap denis
"jujur saja kalau menurut mas mending tidak usah di rayakan, apalagi rere kan masih sangat kecil jadi masih belum mengerti hal-hal seperti itu" jawab denis
__ADS_1