Lika Liku Pernikahan Maira

Lika Liku Pernikahan Maira
bab 19


__ADS_3

tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat maira juga sudah kembali lagi ke kota B dua hari yang lalu, ibu mertua maira yang mengetahui kalau cucu nya itu baru saja berulang tahun memberikan hadiah sebuah kalung kepada rere.


tentu saja maira menerima nya dengan senang hati, setelah kembali lagi ke kota B sikap denis juga sama sekali tidak berubah dia masih saja betah berada di rumah tanpa mau melakukan apa pun juga, dan itu membuat maira merasa bosan melihat nya.


andai saja dia bisa bekerja lagi pasti sudah dia lakukan dari kemarin-kemarin, tapi maira juga berpikir kalau dia bekerja bagaimana dengan rere dan denis juga pasti akan semakin nyaman dan malah tidak bertanggung jawab dengan keluarga nya.


keadaan sang ibu mertua juga sama sekali tidak ada perubahan, dan dia terus mendesak untuk segera menjual tanah nya agar bisa berobat.


denis pun mulai berbicara dengan semua saudara-saudara nya tentang rencana sang ibu yang mau menjual tanah nya itu, dan semua saudara-saudara denis setuju. mereka pun mulai mengurus semua dokumen-dokumen penting yang memang harus di urus.


cukup lama mereka semua mengurus hal ini, apalagi ada salah satu anak dari bu erni yang sampai saat ini tidak di ketahui keberadaan nya. dan itu sedikit menghambat penjualan tanah tersebut.


siang itu seperti biasa maira sedang mengajak rere bermain sambil menonton tv, sedangkan denis sedang berada di dalam kamar mandi sudah cukup lama, setelah cukup lama Denis keluar juga dan lewat di depan maira.


"ra mas punya ide bagaimana kalau nanti di saat kita di beri uang hasil penjualan tanah oleh mamah kita pindah saja ke kota A, kita memulai semua nya disana, kita bisa membuka usaha sendiri atau apa saja, dari pada disini kamu juga tentu tahu mas sama sekali tidak bisa bekerja" kata denis sebelum dia masuk ke dalam kamar


maira yang mendengar perkataan denis merasa sangat heran dengan perkataan suami nya itu, dulu di saat maira ingin tetap berada di kota A denis tetap memaksa agar mereka pindah saja ke kota B karena denis bekerja disana.


dan lihat sekarang dia sendiri yang mengeluarkan ide untuk pindah lagi ke kota A dan tentu saja itu membuat maira sangat senang, tapi maira tidak mungkin memperlihatkan kegembiraan nya itu kepada denis.

__ADS_1


"apa kamu yakin mas dengan apa yang kamu katakan barusan...?" tanya maira memastikan.


"tentu saja mas yakin, lagi pula kamu tahu sendiri mas disini sudah tidak bekerja dan sangat sulit mendapatkan pekerjaan disini"


"tapi apa mamah akan setuju dengan usul mas itu, sedangkan kamu tahu sendiri mamah orang yang seperti apa" sahut maira ragu


karena denis anak yang paling di manja dan di sayang oleh bu erni sehingga dia tidak mengijinkan denis pergi kemana pun juga, bu erni tidak ingin Denis jauh-jauh dari nya. maira seberharap sang ibu mertua mengabulkan keingnan denis agar mereka bisa pindah ke kota A.


setelah beberapa bulan lama nya maira menunggu akhirnya hari itu datang juga, denis berhasil membujuk sang ibu untuk bisa pindah ke kota A.


"ra nanti kalau kita sudah berada di kota A kita lebih baik membuka usaha saja ya" kata denis


"entahlah mas belum tahu mau membuka usaha apa, menurut kamu usaha apa yang sebaiknya kita jalankan disana nanti...?" tanya balik denis


"aku tidak tahu mas, lagi pula selain harus memikirkan membuka usaha apa kita juga harus memikirkan akan tinggal dimana nanti nya." sahut maira yang kini sedang binggung ingin tinggal dimana, sedangkan di rumah orang tua nya sudah di isi oleh amir dan juga istri nya yang memang di bawa tinggal di sana oleh amir.


"kalau soal tempat tinggal itu mudah saja, kita bisa sewa tempat yang ada ruko nya atau kita hanya menyewa untuk tempat usaha saja sedangkan untuk tempat tinggal kita bisa tinggal bersama dengan ibu mu..." jelas denis


"kalau tiggal dengan ibu, kamu tahu sendiri sekarang amir tinggal disana bersama istri nya, dan kamar kita yang dulu sudah di tempati oleh amir... lalu kita mau tunggal dimana...?"

__ADS_1


"kita bisa tinggal di rumah ibu dan membanggun kamar di lantai atas, bukan nya amir tinggal di lantai bawah...?" jawab denis


"iya sih kamu benar, ya sudah kita lihat saja nanti... tapi menurut ku lebih enak kalau kita mempunyai rumah sendiri di banding tinggal bersama orang tua.."


"ya kita lihat saja nanti bagaimana hasil nya, lagi pula mas belum tahu akan di beri uang berapa oleh mamah" jawab denis


setelah satu minggu dari pembicaraan mereka waktu itu denis pun kembali berkumpul bersama dengan keluarga nya yang lain untuk membahas masalah tanah yang kini sudah berhasil di jual, dan uang hasil penjualan itu kini sudah berada di tangan yuli.


rencana nya uang itu akan di bagikan kepada seluruh anak-anak bu erni dan sisan nya akan di pakai berobat bu erni sendiri. karena denis sudah bilang akan pindah ke kota A dan akan membuka usaha di sana jadi bu eri dan yang lainnya sudah sepakat untuk memberi uang lebih kepada Denis agar bisa membeli rumah dan juga membuka usaha di kota A nanti nya.


tentu saja saat maira mendengar kabar itu dari denis dia langsung menghubungi pak soleh untuk di carikan tempat tinggal yang di jual murah tapi strategis untuk nanti nya membuka usaha. dan itu semua atas perintah denis.


setelah mendapatkan kabar dari pak soleh kalau ada salah satu kerabat jauh nya yang akan menjual rumah maira pun segera memberitahukan hal ini kepada denis. lalu denis memberitahukan kepada keluarganya.


setelah mendapat bagian uang dari sang ibu denis dan maira pun segera bersiap-siap untuk pindah ke kota A, setelah sebelum nya berkonsultasi dengan pak saleh, rencana nya maira dan denis akan berangkat lebih dulu ke kota A dan nanti baru mereka akan menyewa sebuah mobil untuk membawa barang-barang setelah rumah ynag akan di beli nya sudah siap huni.


tidak lupa mereka pun berpamitan kepada semua keluarga yang tinggal disana termasuk bu erni, jujur saja sebenarnya bu erni tidak rela kalau anak nya harus tinggal berjauhan dengannya tapi apa mau di kata disini denis tidak ada pekerjaan sama sekali.


bu erni berharap di tempat baru nanti denis dapat menghidupi keluarga nya dengan hasil jerih payah nya sendiri dan tidak merepotkan siapa pun.

__ADS_1


setelah selesai berpamitan, maira dan denis pun segera meninggalkan kota B.


__ADS_2