Lika Liku Pernikahan Maira

Lika Liku Pernikahan Maira
bab 22


__ADS_3

setelah dua hari dari pembicaraan itu denis dan maira pun menemui pak saleh, tentu saja untuk menanyakan tentang rencana mereka membuka toko sembako.


"jadi kalian mau membuka toko sembako juga...?" tanya pak saleh


"iya yah, lagi pula sudah banyak pelanggan yang meminta untuk kami membuka toko sembako, katanya agar mereka juga tidak perlu berbelanja ke warung lain" jawab denis


"itu bagus dan memurut ibu juga sebaiknya kalian membuka grosir saja, kebetulan di tempat kita ini tidak ada grosir, warung-warung kecil disini harus pergi belanja sangat jauh " sahut bu sekar yang ikut bergabung dengan mereka bertiga


"itu bisa nanti kita bicarakan lagi bu, lagi pula kalau untuk membuka grosir seperti itu modalnya juga harus besar, sedangkan modal yang kami punya saat ini pas-pasan" jawab denis


""ya sudah kalau kalian memang ingin membuka toko sembako, ayah pernah melihat di kota sana ada toko sembako yang sangat besar, disana juga banyak sekali orang pembeli bahkan bermobil-mobil mereka keluar dari toko itu... ayah perkirakan itu toko yang sangat murah sehingga banyak pembelinya." kata pak saleh


"lalu kapan kita akan kesana yah...?" tanya denis


"kapan pun kalian siap, jangan lupa catat daftar belanjaan yang kalian ingin beli"


"iya yah nanti sampai rumah kami, akan mencatatnya" sahut denis


setelah pembicaraan itu maira dan Denis pun segera kembali ke rumah mereka, sesampainya di rumah maira dan denis langsung mencatat semua belanjaan yang akan mereka beli nanti nya, walaupun tidak tahu banyak tidaknya tapi sudah sebagian besar mereka catat.


"apalagi ya mas...?" tanya maira yang kini sedang kebinggungan dengan apa yang akan dia beli nanti nya.


"mas juga tidak tahu, begini saja kita ke sana dulu dan lihat apa saja yang bisa kita beli nanti nya." sahut denis


"ya sudah itu terdengar lebih baik"


setelah mempersiapkan daftar belanjaan dan juga uang untuk membeli barang-barang itu mereka pun memutuskan untuk segera pergi berbelanja ke toko sembako dan tentu saja di temani oleh pak saleh.


pak saleh pergi sendiri dengan membawa mobil yang nantinya akan dipakai untuk membawa semua belanja sedangkan maira dan denis pergi menggunakan motor.


mereka sengaja pergi secara terpisah agar denis dan maira sampai lebih dulu disana dan dapat berbelanja, sehingga pak saleh tidak menunggu terlalu lama.

__ADS_1


sesampainya di toko sembako itu maira dan denis pun mulai binggung dengan apa yang akan di belinya, apalagi banyak sekali orang yang sedang antri di sini, di saat yang bersamaan ada seorang pria yang menghampiri denis dan maira.


"selamat pagi" sapa pria itu


"pagi" sahut maira dan denis secara bersamaan


"mau belanja...?" tanya pria itu


"iya pak" sahut maira karena posisi maira kini lebih dekat dengan pria itu.


"sepertinya baru ya...? soalnya saya belum pernah melihat kalian berdua"


"iya pak, kami baru saja akan memulai membuka toko, tapi masih binggung mau beli apa dan berapa banyak" sahut denis


"oh begitu, sebelumnya perkenalkan nama saya wahyu dan saya pemilik toko ini" kata pak wahyu yang kini memperkenalkan dirinya


"ah begitu, saya denis dan ini istri saya maira" sahut denis dengan ramah


"itu dia pak kami, hanya tahu sedikit saja dan kami juga tidak tahu mau beli seberapa banyak" sahut denis yang masih binggung


"saya kasih masukan ya pak bu, kalau awal membuka warung sembako tuh sedikit-sedikit saja yang penting komplit, jadi setiap ada pembeli yang menanyakan barang itu ada di toko kita, kalian bisa membeli dengan jumlah kecil-kecil dulu nanti pegawai saya yang akan membantu kalian" kata pak wahyu


banyak masukan yang pak wahyu berikan kepada denis dan juga maira dan itu membuat denis dan maira merasa sangat senang, apalagi mereka baru di bisnis ini.


"sinta..." panggil pak wahyu kepada salah satu pegawainya yang kini sedang melayani pembeli, santi ini bekerja sebagai kasir di toko ini.


mendengar bosnya memanggil santi pun segera menghampiri pak wahyu.


"iya bos ada apa...?" tanya santi


"kamu tolong mereka berdua ya, mereka baru saja akan memulai membuka toko sembako tapi masih binggung mau beli apa untuk nanti mereka jual, kamu tolong jelaskan dan kasih tahu apa saja barang yang penting , yang memang harus ada di toko sembako" perintah pak wahyu

__ADS_1


"baik bos, silahkan pak bu ikut saya" ajak sinta


maira dan juga denis pun mulai mengikuti sinta dari belakang.


"wi kamu gantiin aku dulu handel yang lain aku mau urus ini" kata sinta kepada salah satu temannya.


sinta pun mulai menyebutkan satu persatu barang apa saja yang mereka jual disana, sedangkan maira menyebut berapa jumlah barang yang akan mereka beli, jujur saja dalam hati maira merasa tidak enak dengan para pembeli yang lain, mereka sudah antri terlebiih dahulu dan kini mereka harus mengalah kepada maira apalagi saat ini maira sangat lama untuk menyelesaikan belanjaannya.


"sudah semua ya mbak, jadi total nya empat puluh lima juta tiga ratus rupiah" sahut sinta ketika maira sudah selesai dengan semua belanjaan nya.


maira dan denis tidak menyangka akan mengeluarkan uang yang sangat banyak dan kini tabungan mereka benar-benar sudah habis di pakai membeli sembako ini.


setelah semua belanjaan nya sudah siap pak saleh di bantu oleh para pekerja toko segera merapikannya di dalam mobil, tidak lupa maira dan juga denis mengucapkan terimaksaih kepada pak wahyu dan juga sinta karena sudah menolong mereka hari ini.


sesampainya di rumah maira dan denis mulai menurunkan semua belanjaan mereka dan tentu saja di bantu oleh beberapa warga sekitar yang memang sedang berada di depan rumah maira.


"ra ada uang lima puluh ribu...?" tanya pak saleh ketika mereka baru saja selesai menurunkan semua belanjaan mereka


"ada yah, untuk apa memangnya...?" tanya maira sambil memberikan uang itu ke tangan pak saleh


"untuk di berikan kepada mereka yang sudah membantu kita menurunkakn barang-barang ini" sahut pak saleh yang langsung berjalan ke arah depan dan memberikan uang itu kepada salah satu warga yang tadi ikut membantu.


"nih bagi-bagi ya, dan terima kasih sudah membantu kami" kata pak saleh


setelah itu pak saleh, denis dan maira segera merapikan semua belanjaan mereka dan nanti sore denis juga maira harus membungkus beberapa barang yang akan di jual secera ecer nantinya.


maira membungkus minyak, terigu, mentega, dan yang lainnya sepanjang malam. maira menyangka pekerjaan ini akan cepat selesai tapi nyatanya dia salah besar, sampai sekarang dia dan denis masih belum bisa menyelesaikannya.


"kita lanjutkan saja besok pagi, ini sudah sangat malam" kata denis


Maira pun hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban, dia juga sudah sangat lelah sekali.

__ADS_1


__ADS_2