Lika Liku Pernikahan Maira

Lika Liku Pernikahan Maira
bab 25


__ADS_3

bu sekar pun segera kembali ke rumah dan begitu juga denis yang langsung pergi ke kota B.


setelah kepergian denis maira pun kembali ke kamar karena saat ini kepala nya sangat pusing sekali apalagi demamnya belum turun sama sekali dari semalam.


tapi sesampainya di dalam kamar maira sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, dia terus saja teringat dengan denis.


maira juga berpikir kenapa tadi tidak memaksa denis saja untuk ikut pergi, pasti suatu saat nanti ini kan jadi masalah.


dan benar saja ketika mereka bertengkar denis selalu mengungkit masalah ini bahkan ketika keadaan toko mereka yang sedang turun seperti sekarang ini denis selalu membahas nya.


pernah suatu hari denis dan maira bertengkar hebat dan denis mengatakan kalau dia sakit hati dengan sikap maira tehadap ibunya.


"mas tuh sakit hati sama sikap kamu terhadap mamah, mamah kurang baik apa sama kamu tapi kamu tidak pernah perduli dengan mamah. bahkan ketika mamah meninggal pun kamu sampai tidak datang kesana untuk melihat mamah yang terahkir kalinya." kata denis waktu itu


maira yang tidak terima dengan tuduhan denis pun tentu saja langsung membalasnya.


"kamu lupa mas siapa yang melarang aku pergi di saat ibu meninggal, bukannya itu kamu ya.... lalu sikapku yang mana yang menurut kamu aku tidak perduli dengan mamah...?" tanya maira


"kamu ingin tahu sikap kamu yang mana...? perlu aku jelaskan...?" tanya balik denis


"tentu saja biar aku tahu sikap aku yang mana yang kamu maksud itu" sahut maira

__ADS_1


"baik akan aku kasih tahu, saat kita masih tinggal di korta B kamu tidak pernah perhatian terhadap mamah, kalau kamu masak atau membuat makanan apapun kamu tidak pernah membaginya dengan mamah, tapi saat tinggal disni kamu selalu membagi apa yang kamu masak dengan keluarga mu itu, belum lagi kamu pasti memberi uang dan belanjaan yang ada di toko kepada mereka." kata denis menjelaskan panjang kali lebar.


"hei mas apa kamu lupa siapa yang melarang aku pergi saat mamah meninggal bukannya itu kamu sendiri.. kamu juga tahu bagaimana keadaan ku saat itu. dan soal aku tidak pernah berbagi makanan dengan mamah ketika kita tinggal di kota B kamu juga tahu benar alasannya... mbak yuli tidak suka kalau kita memberi ibu makanan terlalu banyak, dan aku selalu bilang sama kamu kalau ingin memberi apapun kepada mamah karena takut di salahkan...


....bahkan kita harus sembunyi-sembunyi jika ingin memberikan makanan apapun kepada mamah agar mbak yuli tidak tahu dan itu juga atas pengetahuan kamu" kata maira yang sangat kesal dengan denis.


"dan satu lagi perlu kamu ingat aku tidak pernah memberi mereka barang-barang di toko secara percuma, apalagi memberikan uang kepada mereka.. kamu tahu berapa pengeluyaran ku setiap hari dan itu semua selalu aku catat dan aku laporkan kepada kamu, mereka membeli dengan uang merek disini... dan untuk makanan apa mas juga sadar mereka juga sering sekali memberi kita makanan yang mereka buat apa salahnya kalau aku juga sedikit berbagi dengan mereka dan itu tidak setiap hari aku lakukan" kata maira


denis yang melihat maira semakin marah menjadi diam, dia tahu kalau dia yang salah tapi entah kenapa mengetahui kalau keluarga dari istrinya terlalu ikut campur dengan keluargannya membuat denis semakin tidak suka saja.


"kalau mas masih seperti ini juga aku pastikan akan pergi dari rumah ini dan kamu tidak akan tahu aku pergi kemana bahkan keluarga ku pun tidak akan ada yang tahu...!" ancam maira sambil meninggalkan denis


setelah pertengkaran itu sikap denis sedikit lebih baik tapi itu tidak bertahan lama, perubahan sikap denis hanya bertahan sampai dau bulan saja selebihnya dia kembali lagi ke sikap awalnya.


maira sudah meminta denis untuk bekerja keluar tapi denis selalu beralasan kalau dia tidak bisa bekerja keluar karena usia dan juga tidak terlalu hapal kota A.


padahal yang maira tahu denis lebih hapal kota ini ketimbang dirinya, bahkan jalan-jalan tikus pun denis tahu, maira juga tahu kalau itu hanya akal-akalan denis saja agar maira tidak terus menuntutnya untuk bekerja. dia sudah nyaman dengan keadaannya yang seperti sekarang, tidak perlu bekerja.


terkadang kalau mereka sudah tidak ada uang sama sekali denis menghubungi teman atau saudaranya untuk meminta bantuan, entah itu untuk membayar cicilan ke bank ataupun untuk kebutuhan mereka sehari-hari.


"mau sampai kapan kamu seperti ini...?" tanya maira

__ADS_1


"memang kenapa.?" tanya balik denis dengan tatapan tidak bersahabat, karena dia tahu obrolannya dengan maira kali ini tidak akan berjalan dengan baik.


"apa kamu akan terus seperti ini terus, kamu tahu kebutuhan kita semakin banyak, lihat rere sebentar lagi dia akan sekolah TK dan di mana biayanya, jangankan untuk sekolah untuk kebutuhan kita sehari-hari saja sudah sulit.. belum lagi bayar cicilan ke bank dan yang lainnya, kamu lihatkan toko kita barang-barangnya semakin habis" kata maira yang kesal dengan sikap denis yang selalu diam saja.


"aku sudah menghubungi pihak bank dan mereka bilang kita bisa kembali mengajukan pinjaman dan bisa meminta di perkecil cicilannya, jadi rencanannya besok aku akan kesana untuk memastikan serta mengajukan lagi pinjaman" kata denis dengan santai.


"apa kamu yakin kalau nanti kita bisa membayarnya.. bagaimana kalau kita tidak bisa membayarnya seperti yang sekarang ini...?" tanya maira ragu


"saat ini kita tidak bisa membayar cicilan karena pemasukan toko juga sedang turun, tapi mas yakin setelah kita mendapat pinjaman lagi dan kembali berbelanja kebutuhaan toko serta kembali memperbanyak stok pasti pembeli juga akan kembali lagi kepada kita" sahut denis dengan yakin.


"hmmmm terserah kamu saja" kata maira pasrah


setelah satu minggu dari pembicaraan waktu itu denis dan maira pun kembali ke bank yang sama dan kembali mendapat pinjaman, dan untungnya mereka mendapat pinjaman hampir sama dengan pinjam mereka sebelumnya tapi dengan cicilan yang lebih ringan.


setelah mendapat uang itu maira dan denis pun segera berbelanja kebutuhan toko dan hari itu juga toko mereka kembali penuh dengan barang-barang, cicilan ke para distributor juga sudah terbayar, tapi mereka memutuskan untuk menghentikan pengiriman dari distributor dan lebih memilih berbelanja sendiri untuk menghindari tunggakan seperti kemarin.


satu bulan, dua bulan, tiga bulan, bahkan sampai masuk ke bulan ke tujuh toko mereka masih saja sepi, banyak barang yang tidak laku sehingga mereka harus membuangnya begitu saja.


para pembeli juga sangat jarang sekali berbelanja ke toko mereka.


uang penghasilan setiap harinya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari mereka saja dan bahkan itu saja tidak cukup.

__ADS_1


cicilan ke bank juga hanya bisa mereka bayar sampai bulan ke llima dan sudah dua bulan ini mereka tidak bisa membayar cicilan.


pemasukan yang biasanya berjuta-juta dalam sehari sekarang hanya puluhan ribu saja, maira dan juga denis tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi.


__ADS_2